Mengenal Diet 30-30-30 Yang Viral, Ahli Gizi Ungkap Efektivitasnya Untuk Turunkan Bb

Jun 20, 2026 06:30 PM - 1 jam yang lalu 39

Tahukah Bunda dengan diet 30-30-30 yang viral? Sebelum mencobanya, kenali dahulu efektivitasnya dalam menurunkan berat badan.

Diet 30-30-30 belakangan ramai diperbincangkan di media sosial lantaran diklaim bisa membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan metabolisme tubuh. Metode ini disebut sederhana lantaran tidak mengharuskan pelakunya menghitung kalori alias menghindari golongan makanan tertentu, tapi berfokus pada rutinitas pagi yang terstruktur.

Popularitas diet ini semakin meningkat setelah banyak konten viral yang menyebutnya sebagai langkah efektif untuk membakar lemak. Namun para mahir gizi menegaskan bahwa meski mempunyai sejumlah faedah kesehatan, diet 30-30-30 bukanlah solusi ajaib yang bisa langsung menghilangkan lemak tubuh tanpa dibarengi pola hidup sehat secara keseluruhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Yuk kenali apa itu diet 30-30-30 dan manfaatnya.

Apa itu diet 30-30-30?

Diet 30-30-30 sebenarnya bukan diet dalam pengertian tradisional, melainkan sebuah pola rutinitas pagi. Konsep ini mengharuskan seseorang mengonsumsi 30 gram protein dalam waktu 30 menit setelah bangun tidur, lampau dilanjutkan dengan 30 menit kegiatan kardio intensitas rendah seperti melangkah kaki.

"Ini bukan diet yang ketat, tidak memerlukan penghitungan kalori alias menghilangkan golongan makanan tertentu, dan memberikan struktur pagi yang jelas," ujar Whitney Stuart, M.S., RDN, CDECS, selaku master diet dilansir dari Eating Well.

Konsep tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Tim Ferriss dalam bukunya The 4-Hour Body. Namun tren ini semakin terkenal setelah mahir biologi Gary Brecka membahasnya di TikTok pada 2023 dan menyatakan metode tersebut sangat efektif untuk mengurangi lemak tubuh.

Meski demikian, para master menekankan bahwa efektivitasnya tidak sesederhana yang digambarkan di media sosial.

Manfaat diet 30-30-30

Berikut deretan faedah diet 30-30-30.

1. Bantu tubuh lebih berenergi dan fokus

Ahli gizi Talia Follador, RDN, LDN, menjelaskan bahwa salah satu untung dari pola ini adalah meningkatnya daya sepanjang hari. Protein dan kegiatan bentuk sama-sama diketahui bisa memperbaiki suasana hati, meningkatkan kegunaan otak, dan membantu seseorang merasa lebih segar saat memulai aktivitas.

Sarapan tinggi protein menyediakan masam amino yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi dopamin dan norepinefrin, dua neurotransmiter yang berkedudukan dalam meningkatkan fokus, motivasi, dan kewaspadaan. Efek ini dapat semakin diperkuat dengan olahraga ringan yang membantu meningkatkan aliran darah ke otak.

2. Berpotensi meningkatkan metabolisme

Menurut mahir gizi Whitney Stuart, M.S., RDN, CDECS, memulai hari dengan 30 gram protein dibanding sarapan tinggi karbohidrat dapat membantu menjaga kestabilan gula darah sepanjang hari. Kondisi ini berpengaruh terhadap sensitivitas insulin dan kesehatan metabolisme secara keseluruhan.

"Memulai hari Anda dengan 30 gram protein, daripada sarapan yang kaya karbohidrat, bisa secara signifikan meningkatkan stabilitas gula darah sepanjang hari,” kata Stuart.

Selain itu, kombinasi asupan protein dan olahraga dapat membantu mempertahankan serta membangun massa otot tanpa lemak. Semakin banyak massa otot yang dimiliki seseorang, semakin tinggi pula laju metabolisme tubuhnya sehingga lebih banyak kalori yang terbakar apalagi saat beristirahat.

3. Kenyang lebih lama dan mengurangi ngidam

Protein dikenal mempunyai pengaruh mengenyangkan yang lebih baik dibandingkan nutrisi lainnya. Oleh lantaran itu, sarapan tinggi protein dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama dan mengurangi kemauan untuk ngemil, terutama makanan manis.

Follador mengungkapkan bahwa banyak pelanggan konsultasi gizinya merasakan penurunan kemauan mengonsumsi gula ketika memperbanyak asupan protein pada pagi hari. Protein juga membantu memperlambat proses pencernaan sehingga kadar gula darah tidak naik dan turun secara drastis yang sering kali menjadi pemicu rasa lapar berlebihan.

4. Meningkatkan kegiatan bentuk harian

Bagian krusial dari metode 30-30-30 melakukan kegiatan kardio ringan selama 30 menit setelah sarapan. Aktivitas seperti melangkah kaki dinilai cukup efektif untuk membantu tubuh menggunakan lemak sebagai sumber daya tanpa menyebabkan kelelahan berlebihan.

Karen Grecea, M.S., RD, CDN, IFNCP, menjelaskan bahwa olahraga intensitas rendah dapat meningkatkan kebugaran jantung, sensitivitas insulin, dan jumlah daya yang dibakar tubuh saat beristirahat. Selain itu, kebiasaan melangkah kaki selama 30 menit setiap pagi juga membantu seseorang memenuhi rekomendasi kegiatan bentuk mingguan yang dianjurkan para mahir kesehatan.

Kekurangan diet 30-30-30

Berikut kekurangan dari diet ini, Bunda.

1. Belum didukung bukti ilmiah kuat

Meskipun sarapan tinggi protein dan olahraga rutin terbukti bermanfaat, para mahir menilai belum ada penelitian klinis yang secara unik membuktikan bahwa patokan ketat 30-30-30 bisa mempercepat pembakaran lemak seperti yang banyak diklaim di media sosial.

Grecea mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mengonsumsi tepat 30 gram protein dalam 30 menit setelah bangun tidur dan langsung berolahraga memberikan untung metabolik unik dibanding pola sehat lainnya. Oleh karena itu, klaim bahwa metode ini dapat 'melelehkan lemak' tetap perlu disikapi secara kritis.

2. Tidak mengatur pola makan sepanjang hari

Kelemahan lain dari diet 30-30-30 adalah fokusnya hanya pada satu jam pertama setelah bangun tidur. Metode ini tidak memberikan pedoman mengenai pola makan, kegiatan fisik, maupun kualitas nutrisi selama sisa hari berlangsung.

Whitney Stuart mengingatkan bahwa rutinitas pagi yang baik tidak bakal memberikan hasil optimal jika sepanjang hari seseorang tetap mengonsumsi makanan ultra-proses, kurang makan sayur, alias menjalani style hidup yang sangat minim aktivitas.

Perlukah mencoba diet 30-30-30?

Bagi Bunda yang sudah terbiasa mengonsumsi sarapan bergizi tinggi protein dan aktif bergerak setiap hari, faedah tambahan dari patokan waktu yang ketat kemungkinan tidak terlalu signifikan. Namun metode ini bisa menjadi langkah awal yang baik bagi mereka yang mau membangun kebiasaan hidup sehat secara bertahap.

"Saya pikir metode ini cocok bagi orang-orang yang sedang berupaya membangun kebiasaan sehat," kata Grecea.

Senada dengan itu, Follador menyarankan agar siapa pun yang mau mencobanya tidak menuntut kesempurnaan setiap hari. Menurutnya, diet 30-30-30 sebaiknya dipandang sebagai pedoman untuk membentuk rutinitas pagi yang lebih sehat, bukan patokan kaku yang kudu diikuti tanpa kompromi.

Diet 30-30-30 menawarkan pendekatan sederhana melalui kombinasi sarapan tinggi protein dan kegiatan bentuk ringan pagi hari. Kedua kebiasaan tersebut memang didukung beragam penelitian lantaran berfaedah bagi kesehatan, metabolisme, dan pengendalian nafsu makan.

Meski begitu, para mahir menegaskan bahwa belum ada bukti ilmiah kuat yang membuktikan metode ini sebagai langkah tercepat alias terbaik untuk menurunkan berat badan. Untuk hasil optimal, rutinitas 30-30-30 tetap perlu disertai pola makan seimbang, kegiatan bentuk yang cukup, serta style hidup sehat secara menyeluruh.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya