Mengenal Hip Dips, Perubahan pada Pinggul Ibu Hamil seperti Dialami Amanda Manopo

Jun 18, 2026 06:40 PM - 1 bulan yang lalu 49477

Tubuh Bunda mengalami banyak perubahan lantaran kehamilan, termasuk corak pinggul. Hip dips di pinggul ibu mengandung bisa terjadi pada siapa saja. Namun, pertanyaan yang muncul kenapa bisa muncul dan langkah mengatasinya. 

Ibu mengandung mungkin menyadari munculnya lekukan di sisi pinggul yang dikenal hip dips. Kondisi tersebut membikin sebagian wanita kurang percaya diri. Wajar saja, corak pinggul yang sebelumnya tanpa lekukan tiba-tiba terlihat mempunyai cekungan di bagian luar.

Kondisi itu juga dialami oleh aktris Amanda Manopo yang baru saja melahirkan anak pertamanya beberapa waktu lalu. Saat hamil, banyak yang memperhatikan perubahan bentuk pinggul istri Kenny Austin tersebut selama kehamilannya. 


Apa itu hip dips?

Hip dips adalah lekukan alami di antara tulang panggul dan tulang paha. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah violin hips lantaran bentuknya menyerupai lekukan pada perangkat musik biola.

Melansir Cleveland Clinic, hip dips lebih sering terlihat pada wanita lantaran struktur anatomi panggul yang memang dirancang untuk mendukung kehamilan dan proses persalinan. Namun, kondisi ini juga bisa dimiliki oleh laki-laki.

Hip dips bukanlah kondisi medis maupun kelainan tubuh. Lekukan ini terjadi lantaran kombinasi struktur tulang panggul, posisi otot, serta pengedaran lemak dan jaringan lunak di sekitar pinggul.

Menurut mahir fisiologi olahraga Katie Lawton, MEd, hip dips merupakan ragam corak tubuh yang normal.

“Hip dips bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan,” ujar Lawton. Ia menambahkan bahwa corak lekukan ini lebih berangkaian dengan posisi tulang paha di dalam sendi, bukan sesuatu yang perlu diperbaiki secara medis.

Kenapa hip dips lebih terlihat saat hamil?

Hip dips bukan kondisi yang muncul lantaran kehamilan. Lekukan ini merupakan bagian dari ragam corak tubuh alami yang sudah ada sejak sebelum hamil, namun dapat menjadi lebih terlihat akibat beberapa faktor.

Selama kehamilan, tubuh mengalami perubahan hormonal dan bentuk yang memengaruhi komposisi tubuh, postur, serta kerja otot. Perubahan ini dapat membikin lekukan alami pada pinggul tampak lebih jelas, meskipun struktur tulang tidak mengalami perubahan.

Beberapa aspek yang berkedudukan antara lain:

1. Perubahan pengedaran lemak tubuh

Melansir NIH, selama kehamilan tubuh menyimpan lebih banyak lemak, terutama di area trunk bawah seperti pinggul dan paha sebagai persediaan daya untuk mendukung pertumbuhan janin dan persiapan menyusui.

Distribusi lemak ini bisa berbeda pada setiap individu, sehingga hip dips tampak lebih jelas pada sebagian ibu hamil.

2. Perubahan postur tubuh dan pusat gravitasi

Kehamilan menyebabkan pergeseran pusat gravitasi ke arah depan. Hal ini mengubah postur tubuh, langkah berjalan, dan dapat memengaruhi tampilan kontur pinggul.

3. Struktur tulang panggul

Bentuk panggul merupakan aspek utama dalam muncul alias tidaknya hip dips. Karena struktur tulang tidak berubah selama kehamilan, lekukan ini dapat tampak lebih jelas saat tubuh mengalami perubahan komposisi.

4. Perubahan massa otot

Penurunan kegiatan bentuk selama kehamilan dapat memengaruhi kekuatan otot, termasuk otot pinggul dan pinggul. Hal ini turut memengaruhi corak kontur tubuh secara keseluruhan.

Apakah hip dips saat mengandung berbahaya?

Hip dips bukan kondisi medis dan tidak berangkaian dengan gangguan kesehatan ibu maupun janin. Hingga saat ini tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa ragam corak pinggul ini memengaruhi kegunaan panggul, kehamilan, alias proses persalinan.

Studi mengenai biomekanik kehamilan menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi pada tubuh berkarakter adaptif, termasuk perubahan postur, pengedaran beban, dan kerja otot, tanpa mengubah struktur dasar tulang panggul yang merupakan bagian dari anatomi normal manusia.

Amanda ManopoAmanda Manopo/ Foto: Instagram/@amandamanopo

Cara mengatasi dan menyamarkan hip dips saat hamil

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa hip dips merupakan ragam corak tubuh yang dipengaruhi struktur tulang dan bukan kondisi yang dapat diubah secara permanen.

Alih-alih berfokus untuk 'menghilangkan', para mahir menyarankan untuk menjaga kekuatan dan elastisitas otot pinggul selama kehamilan melalui kegiatan bentuk yang aman.

Apa pun bentuknya, pinggul mempunyai peran krusial dalam menopang tubuh. Fokus utama adalah menjaga fungsinya tetap kuat dan stabil.

Berikut beberapa kegiatan yang dapat dilakukan setelah berkonsultasi dengan master yang dirangkum dari beragam sumber:

1. Jalan kaki

Olahraga ringan yang umumnya kondusif untuk ibu mengandung dan membantu menjaga kekuatan otot panggul serta bokong.

2. Glute bridge modifikasi

Membantu mengaktifkan otot bokong. Pada trimester lanjut, sebaiknya dilakukan dengan pengawasan tenaga medis alias fisioterapis.

3. Side leg raise

Gerakan ini membantu memperkuat otot pinggul bagian luar yang berkedudukan dalam stabilitas tubuh.

4. Prenatal yoga

Membantu memperbaiki postur tubuh, meningkatkan fleksibilitas, serta memperkuat otot inti dan panggul.

5. Menjaga kenaikan berat badan sesuai rekomendasi

Kenaikan berat badan yang sehat membantu menjaga komposisi tubuh dan kesehatan ibu secara keseluruhan.

Tubuh Bunda memang tidak selalu terlihat sama seperti sebelum hamil. Hip dips bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan, hanya salah satu langkah tubuh beradaptasi dengan perannya yang baru.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya