Mengenal Osteopontin, Protein di ASI yang Disebut Efektif Cegah ISPA pada Anak

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 6 menit 507x dilihat
Mengenal Osteopontin, Protein di ASI yang Disebut Efektif Cegah ISPA pada Anak

Bagikan Postingan

Jakarta -

Air susu ibu (ASI) bukan cuma sumber nutrisi bagi bayi. Di dalamnya terdapat beragam elemen bioaktif yang membantu mendukung evolusi mekanisme imun Si Kecil, salah satunya adalah protein disebut osteopontin.

Osteopontin maupun OPN merupakan protein multifungsi yang ditemukan dalam fokus cukup tinggi pada ASI. Protein ini diketahui berpartisipasi dalam evolusi mekanisme kekebalan tubuh, kesehatan saluran cerna, serta hubungan antara tubuh dan mikrobiota.

Menariknya, riset terbaru mulai mengungkap kemungkinan peran osteopontin dalam membantu tubuh bayi menghadapi infeksi saluran pernapasan.


Apa itu osteopontin?

Osteopontin adalah protein yang memiliki beragam fungsi biologis, termasuk membantu mengatur respons mekanisme kekebalan tubuh.

Protein ini sebenarnya dapat ditemukan di beragam jaringan tubuh. Namun, osteopontin terdapat dalam jumlah tinggi pada ASI dan dikenal juga sebagai lactopontin ketika mengacu pada bentuk osteopontin yang terdapat dalam susu.

Dalam ASI, osteopontin termasuk salah satu protein bioaktif yang tidak cuma berguna sebagai sumber nutrisi, tetapi juga berhubungan dengan sel-sel tubuh bayi.

Sebuah tinjauan ilmiah mengutarakan bahwa osteopontin dapat berikatan dengan reseptor tertentu pada permukaan sel, seperti integrin dan CD44. Interaksi tersebut berhubungan dengan beragam proses, termasuk peraturan mekanisme imun dan evolusi jaringan.

Kandungan osteopontin tinggi dalam ASI

Kadar osteopontin dalam ASI dapat berubah seiring berjalannya waktu setelah persalinan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition menemukan bahwa fokus osteopontin dalam ASI sekitar 138 mg/L, jauh lebih tinggi dibandingkan susu sapi yang sekitar 18 mg/L dan susu formula yang sekitar 9 mg/L.

Peneliti juga menemukan bahwa osteopontin memiliki sifat mirip sitokin dan dapat memengaruhi respons sel imun. Temuan tersebut menjadi salah satu alas kenapa protein ini dianggap krusial dalam evolusi mekanisme imun bayi. 

Selain itu, riset multicenter yang melibatkan 629 ibu dari China, Denmark, Jepang, dan Korea juga memberitahu bahwa kadar osteopontin dalam ASI dapat berbeda antarnegara dan berubah sepanjang masa laktasi.

Menariknya, kadar osteopontin juga dapat dipengaruhi oleh sejumlah aspek maternal, seperti indeks massa tubuh, metode persalinan, kenaikan bermutu badan selama kehamilan, dan asupan daya selama masa menyusui.

Artinya, komposisi ASI memang berkarakter bergerak dan dapat berbeda dari satu ibu dengan ibu lainnya.

Bagaimana osteopontin membantu mekanisme imun bayi?

Sistem imun bayi statis dalam tahap evolusi setelah lahir. Karena itu, beragam elemen bioaktif dalam ASI berpartisipasi membantu proses pematangan mekanisme kekebalan tubuh.

Osteopontin diduga membantu proses tersebut melalui kemampuannya memengaruhi aktivitas dan evolusi sel-sel imun.

Hal ini didukung oleh riset randomized controlled trial yang melibatkan bayi usia 1-6 bulan. Peneliti membandingkan susu formula standar dengan formula yang ditambahkan osteopontin dalam jumlah sekitar 65 mg/L dan 130 mg/L.

Hasilnya, bayi yang mendapat formula dengan 130 mg/L osteopontin memiliki proporsi sel T yang lebih tinggi dibandingkan bayi yang mendapat formula standar. Peneliti menyimpulkan bahwa osteopontin berpotensi memengaruhi evolusi mekanisme imun pada masa mula kehidupan.

Penelitian lain juga menemukan bahwa osteopontin dari ASI maupun osteopontin yang ditambahkan ke formula dapat memengaruhi kadar osteopontin dalam plasma bayi.

Osteopontin dan konsekuensi infeksi pada bayi

Salah satu temuan menarik datang dari riset yang mengamati hubungan antara kadar osteopontin dalam ASI dan kesehatan bayi.

Dalam sebuah riset terhadap 85 ibu dan bayinya, kadar osteopontin dalam ASI memiliki hubungan negatif dengan rawat inap bayi akibat demam pada usia 0-3 bulan. Dengan kata lain, bayi yang mendapat ASI dengan kadar osteopontin lebih tinggi cenderung memiliki lebih sedikit insiden rawat inap mengenai demam. Namun, riset ini berkarakter observasional sehingga belum dapat membuktikan bahwa osteopontin secara langsung menjadi penyebab berkurangnya infeksi.

Karena itu, osteopontin lebih tepat dipandang sebagai salah satu elemen ASI yang berpotensi membantu evolusi pertahanan tubuh bayi, bukan sebagai satu-satunya zat yang mencegah penyakit.

Penelitian terbaru ungkap hubungan osteopontin dengan infeksi saluran pernapasan

Temuan yang cukup menarik sebuah riset yang dipublikasikan pada 2026 melalui riset yang mengamati mekanisme perlindungan osteopontin terhadap infeksi saluran pernapasan bawah berat.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cell oleh Daniel R. Howard dan tim meneliti sepertiapa osteopontin dalam susu memengaruhi mekanisme imun bayi.

Dalam riset tersebut, peneliti menggunakan model tikus neonatal. Hasilnya memberitahu bahwa kekurangan osteopontin yang berasal dari susu membikin fauna lebih rapuh terhadap infeksi saluran pernapasan bawah akibat virus maupun bakteri.

Pemberian osteopontin secara oral dikaitkan dengan fluktuasi mikrobiota usus dan mekanisme yang membantu evolusi sel dendritik pada hati dan paru-paru. Mekanisme tersebut kemudian berhubungan dengan kapasitas tubuh menghadapi infeksi saluran pernapasan.

Temuan ini menarik karena memberikan deskripsi mengenai kemungkinan mekanisme biologis di balik khasiat elemen ASI terhadap mekanisme pernapasan. Salah satu bagiankecil menarik dari riset terbaru tersebut adalah keterlibatan mikrobiota.

Pemberian osteopontin dikaitkan dengan peningkatan mikroba dari himpunan Lactobacillaceae di usus. Perubahan mikrobiota tersebut kemudian berhubungan dengan peningkatan senyawa metabolit disebut 3-phenyllactic acid (PLA).

Peneliti menemukan bahwa jalur tersebut dapat memengaruhi proses pembentukan sel dendritik yang berpartisipasi dalam pertahanan tubuh terhadap infeksi saluran pernapasan.

Temuan ini memberikan deskripsi baru bahwa elemen ASI mungkin membantu mekanisme imun bayi melalui hubungan yang kompleks antara ASI, mikrobiota usus, mekanisme imun, dan paru-paru.

Namun, Bunda perlu mengetahui bahwa riset tersebut belum membuktikan bahwa osteopontin dapat mencegah ISPA pada anak manusia. Penelitian tersebut statis dilakukan pada model fauna sehingga diperlukan riset klinis pada bayi dan anak untuk mengetahui apakah mekanisme yang sama benar-benar terjadi pada manusia.

Jadi, bukti yang ada saat ini lebih tepat memberitahu bahwa osteopontin berpotensi membantu evolusi dan fungsi mekanisme imun bayi, sementara perannya dalam mencegah ISPA pada manusia statis membutuhkan riset lebih lanjut.

Bukan cuma osteopontin yang membikin ASI berkarakter protektif

Osteopontin hanyalah salah satu dari banyak elemen bioaktif dalam ASI. ASI juga hamil beragam zat yang berhubungan dengan pertahanan tubuh, seperti antibodi sekretori IgA, laktoferin, lisozim, serta beragam aspek imun dan oligosakarida.

Komponen-komponen tersebut bekerja dalam lingkungan biologis yang kompleks dan saling berinteraksi. Karena itu, khasiat menyusui tidak dapat dikaitkan cuma dengan satu protein.

Tinjauan ilmiah mengenai ASI juga memberitahu bahwa osteopontin, laktoferin, dan elemen membran globula lemak susu memiliki beragam aktivitas biologis yang berpotensi mendukung perlindungan bayi dari patogen dan evolusi mekanisme imun.

Jadi, apakah osteopontin bisa mencegah ISPA pada anak?

Jawabannya statis perlu diteliti lebih lanjut.

Bukti ilmiah saat ini memberitahu bahwa osteopontin memiliki fungsi imunomodulator dan berpotensi membantu evolusi mekanisme kekebalan bayi. Penelitian pada fauna juga memberitahu kemungkinan perannya dalam melindungi dari infeksi saluran pernapasan berat.

Namun, belum cukup bukti klinis pada manusia untuk menyimpulkan bahwa osteopontin secara langsung dapat mencegah ISPA.

Jadi, lebih tepat mengatakan bahwa osteopontin merupakan salah satu protein bioaktif dalam ASI yang berpotensi mendukung mekanisme imun bayi dan membantu tubuh menghadapi infeksi.

Bagi Bunda yang dapat memberikan ASI, beragam elemen bioaktif seperti osteopontin menjadi salah satu karena kenapa ASI memiliki khasiat yang kompleks bagi pertumbuhan dan evolusi Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads