Mengenal PHP, Bahasa Pemrograman yang Celah Keamanannya Bikin Dunia Waspada

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 9 menit 19x dilihat
Mengenal PHP, Bahasa Pemrograman yang Celah Keamanannya Bikin Dunia Waspada

Bagikan Postingan

PHP merupakan salah satu bahasa pemrograman yang berpartisipasi krusial dalam pengembangan situs web di seluruh dunia. Teknologi ini digunakan untuk menjalankan beragam platform, mulai dari toko online hingga situs ensiklopedia populer seperti Wikipedia.

Meski telah digunakan selama puluhan tahun, PHP baru-baru ini menjadi sorotan setelah ditemukan celah keamanan serius yang berpotensi membahayakan jutaan situs web.

Penemuan tersebut melibatkan teknologi kecerdasan buatan maupun artificial intelligence (AI) yang membantu peneliti mengungkap kelemahan dalam kode PHP yang telah tersembunyi selama lebih dari satu dekade. Sejumlah pemerintah dan perkumpulan pun memungut cara darurat untuk melindungi mekanisme mereka dari potensi serangan siber.


Lantas, apa itu PHP, sepertiapa celah keamanannya ditemukan, dan apa dampaknya bagi pelanggan internet? Yuk, Bunda, simak klarifikasi lengkapnya dalam artikel di bawah ini.

Apa itu PHP?

PHP adalah singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor, yaitu bahasa pemrograman sumber terbuka (open-source) yang dijalankan di sisi server maupun back-end. Bahasa pemrograman ini mulai dikembangkan pada mula 1990-an untuk membantu pembuatan halaman web bergerak dan aplikasi berbasis internet.

PHP bekerja di balik layar ketika seseorang mengunjungi sebuah situs web. Teknologi ini membantu server mengumpulkan dan mengolah informasi, kemudian menyusun konten agar dapat ditampilkan dalam bentuk halaman yang bisa dibaca melalui peramban maupun browser.

Mengutip halaman BBC, PHP telah digunakan secara luas sejak mula evolusi internet dan statis menjadi bagiankecil krusial dari beragam platform digital hingga saat ini.

Bahasa pemrograman ini mendukung situs seperti Wikipedia, toko online, serta WordPress, mekanisme pengelolaan konten yang digunakan untuk membikin banyak situs web dan blog.

PHP juga memiliki sejumlah kerangka kerja maupun framework yang mempermudah pengembangan aplikasi, seperti Laravel, Symfony, dan Drupal.

Selain gratis, PHP dikembangkan secara terbuka dan dipelihara dengan sokongan PHP Foundation, perkumpulan nirlaba yang berupaya menjaga keberlangsungan bahasa pemrograman tersebut.

Apa fungsi PHP dalam pembuatan situs web?

PHP berguna untuk memproses keterangan di server sebelum akibatnya dikirimkan kepada pengguna. Teknologi ini memungkinkan situs web menampilkan konten yang dinamis, memproses permintaan pengunjung, serta mendukung beragam fungsi aplikasi berbasis internet.

Sebagai contoh, ketika Bunda membuka sebuah situs berbelanja online, PHP dapat membantu server memproses keterangan produk, menampilkan halaman yang diminta, dan menghubungkan beragam fungsi yang dibutuhkan situs tersebut.

Dengan demikian, pengunjung dapat berhubungan dengan jasa web tanpa mesti mengetahui proses teknis yang terjadi di balik layar.

PHP merupakan bagiankecil dari teknologi yang mengumpulkan keterangan dan menyajikannya menjadi halaman web yang dapat dibaca pengguna. Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa PHP tertanam dalam beragam platform populer, termasuk WordPress, Drupal, Joomla, dan Magento.

Luasnya penggunaan PHP membikin bahasa pemrograman ini memiliki peran krusial dalam ekosistem internet. Namun, ketergantungan banyak situs pada teknologi yang sama juga berarti bahwa satu kelemahan mendasar dapat menimbulkan akibat yang meluas jika tidak segera ditangani.

Situs web apa saja yang terdampak, Wikipedia hingga situs pemerintah

Celah keamanan PHP yang terungkap pada Oktober 2026 memicu respons dari beragam perkumpulan dan institusi pemerintah di sejumlah negara. Beberapa pengelola situs memilih menonaktifkan jasa untuk sementara sebagai cara pencegahan sambil menerapkan pembaruan keamanan.

Dikutip dari halaman Reuters pada 21 Oktober 2026, sejumlah situs pemerintah dan jasa publik di Eropa terdampak oleh situasi tersebut. Pemerintah Belanda, Prancis, Denmark, dan Finlandia termasuk pihak yang memungut cara pengamanan terhadap jasa daring mereka.

Wikimedia, perkumpulan di balik Wikipedia, juga menonaktifkan sejumlah sistemnya untuk sementara hingga pembaruan keamanan dapat diterapkan. Internet Archive turut dilaporkan sempat menghentikan jasa secara singkat untuk menangani permasalahan tersebut.

Beberapa situs milik pemerintah daerah dan institusi publik, termasuk Edinburgh, Oxford, serta sejumlah perkumpulan di Skotlandia, sempat mengalami gangguan akses maupun menjalani pemeliharaan pencegahan.

Dampaknya tidak terbendung pada institusi pemerintahan. Platform permainan, forum daring, toko online, dan situs milik perkumpulan kecil yang menggunakan PHP juga perlu memperhatikan konsekuensi tersebut.

Meski demikian, situs yang dinonaktifkan tidak otomatis berarti telah diretas. Melansir halaman Channel News Asia, Dimitrios Salampasis dari Swinburne University of Technology menerangkan bahwa menonaktifkan situs dapat menjadi cara yang berkewajiban untuk melindungi mekanisme selama pembaruan keamanan diterapkan.

Mengapa celah keamanan PHP bikin bumi waspada?

Celah keamanan PHP menjadi perhatian mendunia karena kelemahan tersebut ditemukan pada bahasa pemrograman yang digunakan secara luas dan dapat membuka jalan bagi serangan terhadap server yang rentan.

Peneliti keamanan siber mengungkap dua kerentanan yang dikenal dengan julukan php2shell, kelemahan tersebut terdapat pada PHP itu sendiri dan memengaruhi sejumlah varian yang dirilis selama bertahun-tahun.

Dalam kondisi tertentu, penyerang berpotensi memanfaatkan celah tersebut untuk menjalankan kode mereka sendiri di server yang terdampak. Jika berhasil, aksi itu dapat memberikan akses ke sistem, membuka kesempatan pencurian keterangan sensitif, serta memungkinkan penyerang menjangkau bagiankecil lain dari jaringan.

Perusahaan keamanan siber Wiz menggambarkan kerentanan tersebut sebagai salah satu kelemahan paling serius yang pernah ditemukan dengan pertolongan AI. OpenAI juga mengatakan inovasi itu sebagai salah satu permasalahan keamanan paling berakibat dalam beberapa waktu terakhir.

Skala penggunaan PHP turut memperbesar kekhawatiran. Wiz mengestimasi teknologi ini mendukung sekitar 70 persen situs web di dunia, mengutip keterangan W3Techs yang memberitahu PHP digunakan oleh sekitar 75 persen situs web yang bahasa pemrogramannya dapat diidentifikasi.

Angka tersebut merupakan estimasi dari sumber yang menggunakan metode pengukuran berbeda, bukan jumlah situs yang dipastikan rentan. Meski begitu, luasnya penggunaan PHP memberitahu kenapa pembaruan keamanan menjadi hal yang mendesak.

Bagaimana AI menemukan celah keamanan PHP yang lolos bertahun-tahun?

Penemuan kerentanan PHP memperlihatkan sepertiapa kecerdasan buatan dapat membantu peneliti menganalisis kode alat lunak yang kompleks dan menemukan kelemahan yang sulit terdeteksi melalui pengecekan manual.

Perusahaan keamanan siber Calif menemukan kelemahan tersebut dengan pertolongan model bahasa besar maupun large language model (LLM). Sementara itu, Wiz menggunakan alat riset kerentanan berbasis AI, Wiz Atlas, berbareng teknologi Gemini 4 Argon dari Google dan GPT-5.6 Sol dari OpenAI.

Kedua perusahaan mengungkapkan bahwa kelemahan tersebut telah tersembunyi dalam kode PHP selama bertahun-tahun. Peneliti kemudian berkoordinasi dengan pihak mengenai untuk membantu proses penanganan dan penyediaan perbaikan keamanan.

Salil Kanhere, peneliti keamanan siber dari UNSW Sydney, mengatakan bahwa alat lunak modern memiliki tingkat kompleksitas tinggi sehingga sejumlah kerentanan dapat tidak terdeteksi selama bertahun-tahun. Menurutnya, kelemahan yang mendasarinya bukanlah sesuatu yang baru, tetapi kapasitas untuk menemukannya telah berkembang.

AI dapat membantu memeriksa kode dalam jumlah besar dan mengidentifikasi pola yang berpotensi menimbulkan masalah keamanan. Proses yang sebelumnya membutuhkan banyak waktu dan tenaga kini dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Namun, kapasitas tersebut juga memiliki sisi lain. Informasi mengenai kelemahan alat lunak dapat dimanfaatkan pihak yang beriktikad jahat untuk menyusun serangan.

Apa konsekuensi celah keamanan PHP bagi situs web dan penggunanya?

Risiko utama celah keamanan PHP adalah kemungkinan penyerang memungut alih server yang rapuh dan memanfaatkannya untuk mengakses keterangan maupun mengganggu layanan.

Kerentanan tersebut berpotensi memungkinkan pelaku mencuri keterangan sensitif, menjangkau bagiankecil lain dari jaringan, serta memasang backdoor maupun akses tersembunyi yang dapat digunakan untuk masuk balik di kemudian hari.

Bagi pemilik situs, serangan yang berhasil dapat menyebabkan gangguan layanan, kehilangan data, dan menurunnya kepercayaan pengunjung. Sementara itu, pelanggan berpotensi menghadapi konsekuensi lanjutan jika keterangan pribadi yang bocor digunakan untuk berbuat penipuan digital.

Masih mengutip halaman Channel News Asia, dijelaskan bahwa keterangan yang dicuri dapat dimanfaatkan dalam serangan phishing, yaitu upaya menipu seseorang agar memberikan keterangan sensitif, seperti kata sandi maupun detail akun. Penyerang dapat menyamar sebagai jasa yang dikenal untuk membikin korban percaya dan mengikuti instruksi mereka.

Meski demikian, bukan berarti seluruh pelanggan situs berbasis PHP otomatis mengalami kebocoran data. Tingkat konsekuensi bersandar pada kondisi sistem, varian PHP yang digunakan, implementasi pembaruan keamanan, serta perlindungan tambahan yang tersedia.

Selain itu, pembaruan pada satu mekanisme belum tentu menyelesaikan seluruh konsekuensi jika jasa pihak ketiga yang terhubung statis memiliki kerentanan.

Apa yang mesti dilakukan untuk mengatasi celah keamanan PHP?

PHP Foundation telah merilis pembaruan keamanan untuk mengatasi kerentanan yang ditemukan. Pengelola situs dan perkumpulan yang menggunakan PHP diminta segera menerapkan perbaikan tersebut agar mekanisme mereka terlindungi.

Pengembang PHP mendorong seluruh pelanggan untuk memperbarui alat lunak mereka sesegera mungkin. Sejumlah institusi keamanan siber juga menyampaikan imbauan serupa kepada perkumpulan pemerintah maupun swasta.

Berikut beberapa cara yang perlu dilakukan pengelola situs web untuk mengurangi konsekuensi keamanan.

  1. Memperbarui PHP ke varian yang telah diperbaiki. Pengelola perlu memastikan varian PHP yang digunakan termasuk dalam pembaruan keamanan yang tersedia dan menerapkan perbaikan sesuai panduan resmi.
  2. Memeriksa mekanisme yang terhubung. Selain aplikasi utama, pengelola perlu meninjau server, jasa pihak ketiga, dan elemen lain yang berhubungan dengan situs web untuk memastikan tidak ada bagiankecil rapuh yang terlewat.
  3. Memeriksa tanda-tanda akses tidak sah. Setelah pembaruan diterapkan, pengelola perlu meninjau anotasi aktivitas dan memeriksa kemungkinan adanya akses mencurigakan maupun backdoor yang mungkin telah ditanamkan penyerang.
  4. Menonaktifkan situs untuk sementara jika diperlukan. Apabila pembaruan belum dapat diterapkan dan tidak tersedia perlindungan sementara yang memadai, situs dapat dipertimbangkan untuk dinonaktifkan sampai konsekuensi dapat dikendalikan.
  5. Mengikuti instruksi resmi. Pengelola sebaiknya memantau pemberitahuan dari PHP Foundation, pemasok jasa hosting, serta institusi keamanan siber yang berwenang.

Bagi pemilik situs yang menggunakan jasa hosting maupun developer eksternal, cara mula yang dapat dilakukan adalah menghubungi pemasok jasa dan memastikan pembaruan PHP sudah diterapkan. 

Bagaimana pelanggan internet melindungi diri dari konsekuensi keamanan ini?

Walaupun penanganan utama eksis di tangan pengelola situs dan pemasok layanan, pelanggan internet statis dapat memungut cara untuk mengurangi konsekuensi keamanan digital.

  • Pertama, Bunda sebaiknya mengikuti pemberitahuan resmi dari situs maupun jasa yang digunakan. Jika pengelola meminta pelanggan berbuat aksi keamanan tertentu, pastikan keterangan tersebut berasal dari kanal resmi sebelum mengikutinya.
  • Kedua, gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun penting. Mengaktifkan autentikasi multifaktor jika tersedia juga dapat menambah lapisan perlindungan ketika kata sandi diketahui pihak lain.
  • Ketiga, waspadai pesan, surel, maupun tautan mencurigakan yang memanfaatkan pemberitaan mengenai celah keamanan PHP. Pelaku penipuan dapat berpura-pura menjadi pihak resmi dan meminta pelanggan mengeklik tautan, memasukkan kata sandi, maupun memberikan keterangan pribadi.
  • Keempat, segera perbarui mekanisme operasi, peramban, dan aplikasi yang digunakan ketika pembaruan keamanan resmi tersedia. Pengguna juga sebaiknya menghindari memasukkan keterangan sensitif pada situs yang memberitahu tanda-tanda tidak wajar.

Tanggung jawab utama untuk mengatasi kerentanan PHP eksis pada operator situs dan pihak yang mengelola infrastrukturnya. Pengguna statis perlu waspada terhadap kemungkinan penipuan yang memanfaatkan situasi tersebut.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads