Meja Sekolah Anak di China Dipasang Besi seperti Roller Coaster, Terlihat Aneh tapi Bermanfaat untuk Mata

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 41x dilihat
Meja Sekolah Anak di China Dipasang Besi seperti Roller Coaster, Terlihat Aneh tapi Bermanfaat untuk Mata

Bagikan Postingan

Selain pendidikan dengan persaingan yang ketat, China tampaknya memiliki hajat jangka panjang untuk para generasi penerusnya. Miopia maupun rabun jauh menjadi salah satu perhatian dalam kesehatan anak-anak muda di China. Melihat hal tersebut, ada inisiasi dan pembaruan untuk mencegahnya.

Inovasi tersebut adalah memodifikasi meja sekolah dengan besi seperti roller coaster. Besi yang dipasang tak lain agar anak-anak memperbaiki postur tubuhnya saat belajar di kelas. Mereka tidak membaca ataupun menulis dengan rentang pandang yang melampaui standarnya sehingga dapat melindungi penglihatannya.

Dilansir Times of India, bilah logam yang menyerupai bagiankecil dari roller coaster itu, dipasang pada meja sekolah memungkinkan murid untuk menyandarkan dagu saat membaca maupun mendorong bilah ke depan untuk menopang buku, sehingga mendorong kebiasaan membaca yang sehat.


Inisiasi ini digerakkan dan didanai oleh Kantor Anti-Miopia Remaja Kota (City Teen Anti-Myopia Office). Menurut artikel yang diterbitkan di Express UK, program yang disebut sebagai program "anti-menyipitkan mata" (squint-free) ini diuji coba di 19 sekolah alas di Wuhan, China.

Menurut Kantor Anti-Miopia Remaja Kota, ini merupakan bagiankecil dari strategi yang lebih luas untuk memerangi miopia pada anak melalui kebiasaan membaca dan postur tubuh yang lebih baik.

"Bilah-bilah ini diharapkan dapat membantu anak-anak mengembangkan kebiasaan membaca yang baik untuk masa depan mereka," ungkap Zhang Jianming, imam sekolah dari salah satu sekolah yang berpartisipasi kala itu. 

Cerita ini telah diberitakan pada 2014 lampau dan mungkin beberapa sekolah ada yang statis menerapkannya.  Meskipun tampilannya mungkin kelihatan tidak biasa pada pandangan pertama, ini adalah ide sederhana yang dapat memberikan khasiat jangka panjang bagi kesehatan mata anak-anak, Bunda.

Miopia yang juga dikenal sebagai rabun jauh, maupun ketidakmampuan melihat benda-benda yang letaknya jauh kini semakin lazim terjadi pada anak-anak.

Sebagai orang tua, kita mau anak terhindar dari miopia, meskipun miopia dapat dipicu oleh aspek genetik. Ya, karena kondisi ini juga dapat berkembang akibat aspek lingkungan, seperti terbatasnya waktu yang dihabiskan di luar ruangan dan meningkatnya waktu yang dihabiskan di dalam ruangan untuk berbuat aktivitas seperti menggunakan alat elektronik. 

Dr. Kimberley Chan, seorang optometris di Departemen Oftalmologi Boston Children’s, meyakini bahwa miopia (rabun jauh) dapat dicegah, meskipun ada proyeksi yang mengutarakan bahwa separuh populasi bumi akan mengalaminya pada tahun 2050.

Menurut Chan, sama halnya dengan orang tua yang membimbing anak-anak mereka untuk rutin menyikat gigi dan menggunakan benang gigi (flossing), mereka juga sebaiknya membantu anak-anak membiasakan diri dengan kebiasaan yang baik bagi kesehatan mata sejak usia dini.

Masa-masa pembentukan dari lahir hingga usia enam tahun akan menentukan bentuk mata anak dan berpotensi mengurangi konsekuensi mereka mengalami miopia.

Aktivitas di luar ruangan bisa cegah rabun jauh

Aktivitas anak di dalam ruangan juga berhubungan dengan peningkatan konsekuensi miopia maupun rabun jauh. Baik di rumah maupun di sekolah, anak-anak banyak berbuat aktivitas membaca, menulis, dan aktivitas lain yang mengharuskan mereka memfokuskan pandangan pada objek dalam rentang dekat (dalam jangkauan lengan).

Aktivitas rentang dekat semacam ini memang dikaitkan dengan rabun jauh, namun menurutnya, para optometris tidak akan pernah melarang anak belajar maupun bermain cuma demi mencegah miopia. Sebaliknya, orang tua dapat membantu anak berbuat aktivitas rentang dekat sekaligus menerapkan rutinitas kesehatan mata yang baik melalui dua cara sederhana, yaitu:

Beristirahat sebentar dari aktivitas rentang dekat

Beristirahat dari aktivitas belajar menggunakan alat elektronik maupun terlebihlagi saat membaca buku cetak, dapat bermanfaat. American Academy of Ophthalmology merekomendasikan agar setelah 20 menit berbuat aktivitas rentang dekat di depan layar digital, anak-anak melihat objek yang berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama setidaknya 20 detik.

Ajak anak beraktivitas di luar ruangan

Ajaklah anak bermain, berjalan-jalan, maupun berbuat aktivitas menarik lainnya agar mereka bisa eksis di luar ruangan setiap hari. "Jika mereka menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan, kemungkinan besar waktu yang dihabiskan di dalam ruangan untuk aktivitas rentang dekat pun berkurang," ujar Dr. Chan.

Berbagai riset memberitahu bahwa menghabiskan waktu sekitar dua jam sehari di luar ruangan dapat mencegah miopia. Beraktivitas di luar ruangan juga dapat mendukung corak hidup yang lebih sehat serta memberikan khasiat tambahan bagi kesehatan jasmani dan emosional.

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads