Mengenal "Yoga Boobs", Istilah Viral untuk Bentuk Payudara dalam Tren Kecantikan

Jul 06, 2026 07:00 AM - 1 bulan yang lalu 27821

Bunda pernah mendengar istilah yoga boobs? Belakangan, istilah ini ramai dibicarakan di media sosial untuk menggambarkan tren corak tetek yang dianggap lebih alami dan proporsional.

Meski terdengar unik, yoga boobs sebenarnya bukan istilah medis. Para mahir bedah plastik menilai julukan tersebut lebih banyak digunakan sebagai bahasa media sosial daripada istilah ilmiah. Lantas apa sebenarnya yang dimaksud dengan yoga boobs dan kenapa tren ini menjadi viral?

Apa itu yoga boobs?

Yoga boobs adalah istilah terkenal yang menggambarkan tampilan tetek yang lebih mini dan tampak lebih alami.


"Dalam banyak kasus, pengurangan tetek alias pengangkatan implan sama sekali," kata mahir bedah plastik New York, Aviva B. Preminger, MD., melansir NewBeauty.

Menurut Preminger, istilah yoga boobs mencerminkan kemauan untuk mempunyai tubuh yang selaras dengan style hidup aktif dan atletis.

"Bayangkan proporsi yang ramping, kencang, dan seimbang yang tidak menghalang aktivitas alias kenyamanan selama kegiatan seperti yoga, Pilates, alias lari," ujar Preminger.

Tren yoga boobs ini berbeda dengan tren pembesaran tetek yang terkenal pada awal tahun 2000-an. Yoga boobs lebih menekankan harmoni corak tubuh daripada ukuran yang besar.

Apa bedanya yoga boobs dan ballerina boobs?

Media sosial juga mengenal istilah ballerina boobs alias tetek balerina selain yoga boobs. Menurut beberapa mahir bedah plastik, kedua istilah tersebut sebenarnya mempunyai konsep yang nyaris sama, ialah corak tetek yang tampak alami dan proporsional.

Namun, mahir bedah plastik Ellen M. Ezell menjelaskan bahwa yoga boobs lebih identik dengan tampilan atletis yang cocok digunakan berbareng busana olahraga. Sementara ballerina boobs menggambarkan corak yang lebih halus, terangkat, dan elegan.

Meski demikian, sebagian besar master menilai perbedaan keduanya tidak terlalu signifikan dan lebih banyak berangkaian dengan tren pemasaran di media sosial.

"Kedua tren tersebut sebenarnya hanyalah bab dalam cerita yang sama, ialah bahwa wanita sudah muak dengan hal-hal yang berlebihan. Tampilan implan yang terlalu besar dan sangat mencolok pernah menjadi tren, dan sekarang pembicaraan telah bergeser sepenuhnya," kata Ezell.

Mengapa yoga boobs menjadi tren?

Para mahir menilai ketenaran yoga boobs tidak terlepas dari perubahan standar kecantikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika tren kecantikan sebelumnya banyak menonjolkan perubahan yang terlihat jelas, sekarang semakin banyak wanita yang menginginkan hasil estetika yang tampak alami.

Menurut Preminger, pasien era sekarang lebih memikirkan kenyamanan jangka panjang, kesehatan tubuh, serta gimana corak tetek bakal terlihat seiring bertambahnya usia.

Fenomena ini juga sejalan dengan tren quiet luxury alias kemewahan yang tidak mencolok yang belakangan berkembang di bumi mode dan kecantikan.

Ahli bedah plastik Dr. Mariam Awada apalagi mengaku semakin banyak pasien yang meminta hasil operasi yang lembut dan tidak terlihat berlebihan. "Media sosial telah membawa gelombang kuat kecantikan alami," kata Awada.

Mengapa tren yoga boobs semakin diminati?

Tak sedikit wanita sekarang memilih prosedur pembesaran tetek dengan hasil yang lebih alami. Beberapa apalagi memilih cangkok lemak alias pembesaran berukuran mini dibanding implan berukuran besar.

Ahli bedah plastik yang berbasis di NYC, Dr. Sophie Bartsich, mengatakan bahwa tren tetek yang diperkecil ini 'sangat baru'. Perempuan masa sekarang menginginkan sesuatu yang sedikit lebih klasik, sedikit lebih elegan.

"Banyak pasien menginginkan sesuatu yang bisa dipadukan dengan beragam style pakaian," kata Bartsich dilansir NYPost.

Ia terkenang ketika produsen implan tidak mempunyai sampel yang lebih mini alias apalagi implan yang siap tersedia untuk diperlihatkan kepada pasien.

"Ada filosofi bahwa (Anda harus) menggunakan implan sebesar mungkin, lantaran perihal terakhir yang Anda inginkan adalah pasien berkata, ‘Saya berharap, saya memilih ukuran yang lebih besar,'" kata Bartsich. 

Bartsich mengatakan memang dulu orang mengejar ukuran tetek yang besar. Tapi sekarang preferensi masyarakat telah berubah.

Seiring berkembangnya penelitian, master juga semakin memahami beragam komplikasi yang dapat muncul akibat penggunaan implan yang terlalu besar. Seperti ​​deformitas tulang rusuk, atrofi jaringan payudara, dan peregangan kulit.

"Hampir semua produsen membuatnya jauh lebih mini daripada sebelumnya," tambahnya.

Untuk mendapatkan tampilan yang lebih alami, master dapat menggunakan beberapa pendekatan, seperti implan berukuran kecil, cangkok lemak (fat grafting), maupun kombinasi keduanya.

Meskipun implan modern adalah jalur tradisional, beberapa mahir bedah bakal mengambil sel lemak dari area tubuh lain untuk peningkatan separuh alias satu cup yang sederhana.

Menurut Lara Devgan, yoga boobs menggambarkan tetek yang cukup untuk mengisi bra olahraga sembari tetap mempertahankan siluet tubuh yang ramping dan terpahat.

"Ada tren sosial secara keseluruhan menuju tubuh langsing, dan tetek yang seimbang dan proporsional adalah bagian besar dari itu," kata Devgan.

Pada akhirnya, yoga boobs hanya salah satu tren estetika yang sedang terkenal di media sosial. Para mahir mengingatkan bahwa tidak ada ukuran alias corak tetek yang dianggap paling ideal untuk semua perempuan.

Jika Bunda mempertimbangkan prosedur estetika pada payudara, sebaiknya diskusikan terlebih dulu dengan master bedah plastik bersertifikat. Keputusan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh, kebutuhan, serta angan yang realistis, bukan semata mengikuti tren yang sedang viral.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya