Hujan abu vulkanik akibat kegiatan Gunung Krakatau hingga sekarang tetap berakibat ke sejumlah daerah. Menurut pemantauan BMKG, sejumlah daerah yang terdampak seperti provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Lampung. Apakah Bunda dan family ikut terdampak?
Hal di luar prediksi seperti ini tak jarang membikin kita cemas dengan kondisi anak, terlebih jika terpaksa tetap kudu menitipkan anak ke daycare di tengah imbauan WFH.
Imbauan untuk WFH memang ada, tapi perihal tersebut dikembalikan kepada lembaga masing-masing. Bagi Bunda yang kudu tetap pergi bekerja dan tetap kudu menitipkan anak ke daycare di kondisi hujan abu seperti ini, tidak perlu berkecil hati. Bunda tidak sendirian.
Namun, sebagai orang tua kita perlu lebih ekstra dalam menjaga kesehatan anak di kondisi hujan abu vulkanik seperti ini, Bunda. Di kondisi hujan abu, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menjaga dari paparan abu vulkanik di rumah.
Cara menjaga kesehatan dari paparan hujan abu
Dilansir CDC, ada beberapa yang kita dan anak lakukan di rumah:
- Cegah masuknya abu ke dalam rumah. Tutup jendela, pintu, mencegah masuknya abu ke dalam rumah.
- Ganti filter air purifier sekali pakai alias bersihkan filter permanen secara berkala.
- Jika air minum tercemar abu, gunakan sumber air minum lain seperti air kemasan.
- Tutupi kulit Bunda dan anak untuk mencegah iritasi akibat kontak dengan abu.
- Kenakan kacamata pelindung (goggles) untuk melindungi mata anak dari abu.
- Pakai masker anti debu n95.
Selain mencegah masuknya abu di rumah, Bunda juga perlu menjaga kesehatan Si Kecil jika dia tetap kudu dititipkan ke daycare saat Bunda pergi bekerja. Mengingat, daycare adalah tempat umum yang memungkinkan Si Kecil lebih banyak terpapar kuman dibandingkan di rumah.
Anak-anak di daycare sangat rentan jatuh sakit lantaran mereka menghabiskan waktu dengan berinteraksi secara dekat satu sama lain. Mereka berbagi mainan, menyentuh permukaan barang yang sama, dan sering kali menjelajahi bumi dengan memasukkan barang ke dalam mulut.
Meskipun staf penitipan anak berupaya keras membersihkan dan mendisinfeksi ruangan, paparannya dapat menyebar dengan mudah di kalangan anak-anak yang tetap dalam tahap belajar menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan, Bunda.
Dikutip dari laman University of Alabama in Birmingham, penelitian menunjukkan bahwa kejadian penyakit saluran pernapasan sering kali meningkat pada beberapa bulan pertama setelah anak mulai masuk daycare.
Oleh lantaran itu, untuk mencegah jangkitan saluran pernapasan dari daycare dan di kondisi hujan abu seperti ini, ada beberapa kiat alias langkah untuk menjaga kesehatan anak.
Cara menjaga kesehatan anak yang dititipkan di daycare di kondisi hujan abu
Berikut, dikutip dari laman Children's Choice, adalah langkah menjaga kesehatan anak yang dititip daycare:
Makan sehat = imun kuat
Salah satu sarana paling efektif untuk menjaga kesehatan adalah melalui makanan. Pola makan seimbang memegang peranan krusial dalam menjaga kegunaan kekebalan tubuh anak. Menyajikan makanan yang kaya bakal vitamin, mineral, dan antioksidan membantu tubuh mungil mereka melawan beragam ancaman penyakit dengan lebih efektif.
Cobalah untuk menerapkan konsep "makan dengan beragam warna" (seperti warna-warni pelangi) dengan menyajikan jenis buah dan sayuran, biji-bijian utuh, serta sumber protein berkualitas, Bunda. Vitamin C (yang terdapat dalam buah sitrus, stroberi, dan paprika) serta Zinc (yang terkandung dalam daging, produk susu, dan kacang-kacangan) sangat berfaedah bagi kekebalan tubuh.
Hidrasi adalah kunci
Air sangat krusial bagi setiap kegunaan tubuh, termasuk sistem kekebalan tubuh. Menjaga anak tetap terhidrasi dengan baik membantu penyaluran oksigen ke sel-sel tubuh dan membuang racun. Namun, kita tahu bahwa membujuk balita yang aktif untuk minum air putih terkadang bisa menjadi tantangan tersendiri. Bunda bisa membikin kegiatan minum air menjadi lebih menyenangkan dengan membiarkan mereka memilih botol minum unik yang berwarna menarik untuk dibawa ke daycare.
Tidur yang cukup
Tidur adalah waktu bagi tubuh untuk memulihkan diri. Saat tidur nyenyak, sistem kekebalan tubuh melepaskan protein yang disebut sitokin; beberapa di antaranya berkedudukan mendukung tidur dan produksinya perlu meningkat saat tubuh mengalami jangkitan alias peradangan. Kurang tidur dapat menurunkan produksi sitokin pelindung ini.
Kebiasaan menjaga kebersihan tubuh
Menjaga kebersihan dengan baik merupakan garda terdepan dalam mencegah penyebaran kuman. Mengajarkan kebiasaan ini sejak awal bakal membekali anak dengan pola hidup sehat yang berfaedah seumur hidup. Fokuslah pada teknik mencuci tangan yang betul menggunakan sabun dan air. Penting juga untuk mengajarkan anak langkah menutup mulut dan hidung saat batuk alias bersin, idealnya menggunakan lipatan siku, bukan telapak tangan.
Lengkapi vaksin
Vaksinasi merupakan bagian krusial dari kesehatan masyarakat dan perlindungan diri. Vaksinasi mempersiapkan sistem kekebalan tubuh anak untuk melawan penyakit serius yang berpotensi menakut-nakuti jiwa.
Demikian beberapa langkah menjaga kesehatan anak dalam kondisi hujan abu, Bunda. Semoga informasinya membantu ya!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)