Kincai Media , JAKARTA -- Dalam aliran Islam, angan tidak sekadar permohonan, melainkan corak penghambaan tertinggi seorang insan kepada Allah. Namun, barangkali tebersit pemikiran, kenapa suatu angan tak kunjung dikabulkan oleh Allah SWT?
Berikut lima penyebab utama yang disampaikan para ulama, berdasar pada dalil-dalil dari Alquran serta sabda Nabi Muhammad SAW.
1. Hati yang Lalai
Maksud hati yang lalai terhadap Allah adalah orang yang melupakan Allah dari kehidupan alambaka dengan meninggalkan apa yang diperintahkan dan melakukan apa yang dilarang-Nya. Kelalaian seperti ini bakal menjadi rintangan bagi terkabulnya angan sebagaimana sabda Rasulullah:
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ لَا يَسْتَجِيْبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ
Artinya: "Ketahuilah oleh kalian semua, sesungguhnya Allah tidak bakal mengabulkan angan dari orang yang hatinya lalai". (HR at-Tirmidzi).
2. Makanan dan Penghasilan yang Tidak Halal
Ini adalah karena yang sering dianggap remeh, tetapi sangat ditekankan para ulama. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menggambarkan seseorang yang bermohon dengan penuh kesungguhan, tetapi makanannya haram, minumannya haram, dan pakaiannya haram—lalu gimana mungkin doanya dikabulkan?
Rezeki yang tidak bersih menjadi penghalang terbesar terkabulnya doa. Rasulullah saw bersabda:
ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ
Artinya: "Nabi saw menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari peralatan yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah bakal mengabulkan doanya?" (HR Muslim).
3. Terburu-buru Mengharapkan Jawaban
Sebagian orang berdoa, lampau merasa kecewa lantaran hasilnya tidak segera datang. Padahal, dalam Islam, angan dikabulkan dengan tiga cara: diberikan sesuai permintaan, ditunda hingga waktu terbaik, alias diganti dengan kebaikan lain yang lebih besar.
Ketika seseorang berkata, “Saya sudah bermohon tapi tidak dikabulkan,” bisa jadi Allah sedang menyimpannya sebagai pahala alias perlindungan dari keburukan.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
“Doa seseorang di antara kalian, senantiasa bakal dikabulkan selama dia tidak bermohon untuk perbuatan dosa ataupun untuk memutuskan tali silaturahim dan tidak tergesa-gesa. Seorang sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Yang dimaksud dengan tergesa-gesa adalah andaikan orang yang bermohon itu mengatakan; ‘Aku telah bermohon dan terus bermohon tetapi belum juga dikabulkan’.’ Setelah itu, dia merasa putus asa dan tidak pernah bermohon lagi” (HR: Muslim).
4. Masih Bergelimang Maksiat Tanpa Tobat
Para ustadz sepakat, dosa yang terus dilakukan tanpa penyesalan dapat mengeraskan hati. Hati yang keras susah merasakan kedekatan dengan Allah, termasuk saat berdoa.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·