Jakarta -
Pemerintah Mesir kabarnya bakal menggratiskan biaya persalinan pervaginam alias persalinan normal untuk ibu yang pertama kali melahirkan. Kementerian Kesehatan dan Kependudukan Mesir mengumumkan kebijakan tersebut pada Rabu, 6 Mei 2026.
Kebijakan tersebut tentu menjadi perhatian lantaran dinilai dapat membantu mengurangi beban biaya persalinan. Sekaligus mendorong akses jasa kesehatan ibu agar lebih baik.
Melansir Egyptianstreets, para pejabat kesehatan di Mesir mau mendorong persalinan alami daripada operasi caesar (C-section). Meskipun operasi caesar terkadang diperlukan, banyak kasus dapat dihindari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Survei Kesehatan Keluarga Mesir (EFHS) 2021, selama bertahun-tahun Mesir mencatat nomor kelahiran melalui operasi caesar cukup tinggi, mencapai 72,2 persen.
Padahal, banyak operasi caesar yang dapat dihindari. Langkah baru ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mempromosikan persalinan alami sebagai pilihan utama, asalkan tidak ada komplikasi medis.
Kebijakan ini sejalan dengan strategi kesehatan Mesir yang lebih luas, yang mencakup kerangka kerja unik (2022–2027) yang berfokus pada pengurangan persalinan bedah yang tidak perlu dan peningkatan standar perawatan ibu.
Persalinan alami yang cuma-cuma di rumah sakit pemerintah diharapkan dapat memperluas akses ke jasa kesehatan ibu yang penting.
Tantangan persalinan normal di banyak negara
Di sejumlah negara, termasuk Indonesia, masalah biaya persalinan menjadi salah satu kekhawatiran calon orangtua. Biaya persalinan dapat menjadi beban yang signifikan, terutama bagi rumah tangga berpenghasilan rendah dan menengah.
Tak hanya masalah biaya, ibu mengandung juga sering menghadapi tantangan lainnya seperti edukasi tentang kehamilan hingga support setelah melahirkan.
Menurut World Health Organization (WHO), persalinan pervaginam umumnya menjadi metode yang direkomendasikan jika tidak ada kondisi medis tertentu yang mengharuskan operasi caesar.
WHO menyebut operasi caesar memang dapat menyelamatkan nyawa pada kondisi tertentu, tetapi sebaiknya dilakukan berasas indikasi medis. Bukan semata pilihan tanpa argumen kesehatan.
Mengapa persalinan pervaginam banyak direkomendasikan?
Persalinan pervaginam mempunyai sejumlah faedah untuk ibu maupun bayi jika kondisi kehamilan memungkinkan. Melansir Apollocradle, melahirkan normal membawa sejumlah pengaruh positif, meliputi beberapa perihal berikut ini:
- Menurunkan akibat jangkitan pada ibu dan juga bayi.
- Masa pemulihan ibu condong lebih sigap dan masa tinggal di rumah sakit yang lebih singkat (24-48 jam dibandingkan 3 hari hingga seminggu pasca operasi caesar).
- Bakteri dan mikroba alami dari memek yang ditransfer dari Bunda ke anak dapat meningkatkan sistem kekebalan bayi dan mempersiapkannya untuk kehidupan di luar rahim yang terlindungi.
- Bayi berisiko lebih rendah mengalami masalah pernapasan lantaran kontraksi persalinan membantu mempersiapkan paru-paru bayi untuk bernapas.
- Melahirkan normal dapat merangsang laktasi lantaran proses melahirkan normal mengaktifkan banyak hormon keibuan secara alami.
Meski demikian, metode persalinan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi medis ibu dan janin. Tidak semua ibu mengandung dapat menjalani persalinan normal dengan aman.
Dokter ahli obstetri dan ginekologi biasanya yang bakal mempertimbangkan banyak faktor. Misalnya, posisi janin, kondisi plasenta, tekanan darah ibu, hingga riwayat kehamilan sebelumnya.
Kebijakan gratiskan persalinan pervaginam dapat membantu kesehatan ibu
Program cuma-cuma persalinan untuk ibu yang pertama kali melahirkan dinilai dapat membantu meningkatkan pemeriksaan kehamilan dan mendorong ibu untuk melahirkan di akomodasi kesehatan yang lebih aman.
Menurut penelitian dalam jurnal BMC Pregnancy and Childbirth, biaya persalinan yang tinggi dapat menjadi halangan ibu mengandung mendapatkan jasa kesehatan maternal yang optimal.
Selain itu, support kebijakan kesehatan maternal juga berangkaian erat dengan penurunan nomor kematian ibu dan bayi.
Data WHO menunjukkan bahwa akses terhadap tenaga kesehatan terlatih selama kehamilan dan persalinan merupakan salah satu aspek krusial dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi baru lahir.
Selain support biaya, ibu yang baru pertama kali melahirkan juga memerlukan support emosional dan edukasi tentang proses persalinan.
Psikolog perinatal menyebut kekhawatiran menjelang persalinan merupakan perihal yang umum dialami ibu baru. Dukungan pasangan, keluarga, dan tenaga kesehatan dapat membantu ibu merasa lebih siap dan tenang.
Kelas persiapan persalinan, pemeriksaan kehamilan rutin, serta edukasi tentang pilihan metode melahirkan juga krusial agar ibu dapat memahami proses persalinan dengan lebih baik.
Pada akhirnya, baik persalinan normal maupun operasi caesar mempunyai tujuan yang sama, ialah menjaga keselamatan ibu dan bayi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·