Jakarta -
Tak sedikit ibu mengandung yang penasaran dengan jenis kelamin janin yang di kandung. Alhasil, beberapa orang menebak jenis kelamin bayi apakah itu laki-laki alias wanita dari kebiasaan ibu hamil. Salah satunya makanan yang disukai ibu mengandung anak laki-laki.
Konon, ibu yang mengandung bayi laki-laki lebih sering disebut mengidam makanan asin, gurih, alias berprotein tinggi. Tapi, apakah betul makanan yang disukai ibu mengandung anak laki-laki bisa menjadi petunjuk jenis kelamin janin? Mitos alias fakta?
Mitos makanan yang disukai ibu mengandung anak laki-laki
Ada banyak mitos lama yang menyatakan dapat memprediksi jenis kelamin bayi sebelum lahir. Jika ibu mengandung lebih menyukai makanan manis seperti coklat alias es krim, kemungkinan sedang mengandung bayi perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Parents, menurut para mahir sebenarnya memandang jenis kelamin dari pola mengidam belum ada bukti ilmiahnya. Tetapi meskipun tanda-tanda yang tidak ilmiah ini telah dibantah, tetap saja perihal tersebut menjadi langkah yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu.
Beberapa makanan yang sering dikaitkan dengan kehamilan bayi laki-laki yang dilansir dari beragam sumber, antara lain:
1. Mengidam makanan asin
Menurut Medical News Today, beberapa orang percaya bahwa mengidam makanan gurih dan asin saat mengandung berfaedah sedang mengandung bayi laki-laki dan jika Bunda mengidam makanan manis, kemungkinan besar bakal mendapatkan bayi perempuan. Keinginan bakal makanan asin ini berkisar dari keripik kentang, pretzel, dan kacang-kacangan hingga ayam goreng.
Medical News Today selanjutnya mengakui bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kemauan makanan tersebut dapat membantu menentukan jenis kelamin bayi.
Sebaliknya, para mahir mengatakan bahwa kemauan unik ini bisa disebabkan oleh perubahan hormonal normal yang dialami selama kehamilan dan juga disebabkan oleh aspek lain seperti kebosanan, kelelahan, alias stres.
2. Acar
Ada juga kepercayaan bahwa wanita yang sangat menginginkan acar kemungkinan besar bakal melahirkan bayi laki-laki. Namun, bukti menunjukkan bahwa kemauan makanan tidak dapat menentukan jenis kelamin bayi yang belum lahir.
Sebaliknya, kemauan selama kehamilan dikaitkan dengan faktor-faktor kompleks, termasuk kesiapan dan akses terhadap makanan tertentu. Ini berfaedah bahwa wanita yang mudah mengakses acar mungkin bakal lebih menginginkannya saat mengandung dan mereka yang tidak mudah mengaksesnya alias mereka yang belum pernah memakannya tidak bakal menginginkannya.
WebMD juga menyarankan bahwa kemauan yang sangat kuat terhadap acar mungkin merupakan indikasi bahwa tubuh memerlukan lebih banyak natrium. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), satu pangkas acar dill (40,4 g) mengandung 326 mg natrium.
Jika Bunda tidak mengonsumsi cukup natrium untuk diri sendiri dan bayi, serta peningkatan volume darah, Bunda mungkin bakal menginginkan makanan tinggi garam seperti acar.
Asupan natrium harian yang direkomendasikan kurang dari 2.300 mg per hari untuk orang dewasa. Jika Anda mengalami hipertensi selama kehamilan alias berisiko mengalami preeklamsia, master mungkin bakal merekomendasikan untuk lebih membatasi asupan natrium.
3. Keju
Teori lain adalah bahwa wanita yang menginginkan keju bakal mempunyai bayi laki-laki. Sayangnya, kemauan makan ini tidak selalu berfaedah demikian. Sebaliknya, kemauan makan keju mungkin menunjukkan bahwa Bunda tidak mengonsumsi cukup lemak, protein, alias kalsium. Namun, itu bisa jadi tidak berfaedah apa-apa. Mungkin Bunda hanya mau makan keju, yang sepenuhnya normal dan tidak apa-apa.
Dilansir dari Betterme.world, kurangnya penelitian dan pengetahuan yang memadai tentang perihal ini cukup mengejutkan. Karena di Amerika Serikat saja, diperkirakan 50 hingga 90 persen wanita mengidam makanan tertentu selama kehamilan.
Apa yang menyebabkan ibu mengandung mengidam makanan tertentu?
Penelitian yang membahas keterkaitan mengidam makanan tertentu dengan jenis kelamin bayi memang tetap kurang. Namun, para peneliti dari sebuah ulasan yang diterbitkan di Frontiers in Psychology pada 2014 berteori bahwa kemauan makan selama kehamilan dapat disebabkan oleh empat faktor.
1. Perubahan hormonal
Selama kehamilan, tubuh mengeluarkan lebih banyak hormon tertentu daripada biasanya. Hormon-hormon ini bekerja berlebihan, mengubah sensitivitas rasa dan penciuman pada wanita hamil.
Peneliti memperkirakan perihal ini dimaksudkan untuk mencegah konsumsi makanan yang berpotensi berbisa selama kehamilan dan juga dapat bertanggung jawab atas perubahan preferensi makanan dan pola konsumsi.
Perubahan persepsi rasa ini meningkatkan kemauan untuk makanan tertentu dan menciptakan keengganan terhadap makanan lainnya.
2. Kekurangan nutrisi
Kehamilan berfaedah tubuh Bunda mengandung bayi yang memerlukan nutrisi dari ibu untuk tumbuh dan berkembang. Apa pun yang Bunda makan dan minum bakal dibagi berdua.
Karena itu, Bunda memerlukan lebih banyak energi, protein, dan nutrisi lainnya, terutama selama trimester kedua dan ketiga. Itulah sebabnya wanita mengandung umumnya makan lebih banyak daripada sebelum hamil.
Sekarang ada teori yang menyatakan bahwa kemauan makan tertentu mungkin berfaedah untuk mencegah alias mengurangi kekurangan nutrisi, alias mungkin hanya mendorong ibu mengandung untuk mengonsumsi makanan yang memberikan daya tambahan, baik untuk dirinya maupun bayinya yang sedang tumbuh.
3. Bahan aktif farmakologis dalam makanan yang diinginkan
Para peneliti telah berteori bahwa wanita mengandung terkadang menginginkan makanan tertentu lantaran makanan tersebut dapat mencegah alias mengurangi indikasi kehamilan yang tidak diinginkan, seperti mual dan muntah.
Para peneliti juga menyatakan bahwa enggan mengonsumsi makanan yang menyebabkan mual dan muntah kemungkinan untuk melindungi ibu dan janin dari penyakit bawaan makanan.
Mereka apalagi menyatakan bahwa mual dan muntah, meskipun sangat mengerikan untuk dihadapi, telah dikaitkan dengan hasil kehamilan yang positif. Termasuk akibat keguguran dan kelahiran prematur alias lahir meninggal yang lebih rendah.
4. Faktor budaya dan psikososial
Banyak wanita mengandung yang ngidam makanan, tetapi ngidam ini tidak bakal sama untuk semua orang. Beberapa ngidam makanan tertentu selama kehamilan dapat mengenai dengan budaya seseorang alias pengalaman hidup perseorangan mereka.
Perempuan ini mungkin mendambakan makanan yang hanya dikenal dan dimakan dalam budaya mereka, sesuatu yang familiar dan menenangkan mereka. Mereka mungkin juga tidak menyukai makanan yang mengingatkan pada peran alias hal-hal dalam hidup yang tidak mereka sukai, sehingga membawa aspek psikologis.
Dari sini, dapat terlihat bahwa makanan yang disukai ibu mengandung dapat disebabkan banyak aspek yang berbeda. Meskipun demikian, beberapa orang percaya bahwa jenis kelamin anak dapat memengaruhi ngidam yang dialami.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·