Mitos atau Fakta: Operasi Caesar Bikin Bunda Susah Hamil Lagi?

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 71x dilihat
Mitos atau Fakta: Operasi Caesar Bikin Bunda Susah Hamil Lagi?

Bagikan Postingan

Jakarta -

Operasi caesar bikin sulit hamil lagi kerap menjadi kecemasan Bunda yang berencana memiliki anak kedua maupun ketiga. Bekas sayatan di rahim setelah persalinan caesar sering dikaitkan dengan masalah kesuburan hingga kesulitan mendapatkan kehamilan berikutnya. Namun, benarkah operasi caesar bikin sulit hamil lagi, mitos maupun fakta?

Operasi caesar bikin sulit hamil lagi, mitos maupun fakta?

Faktanya, operasi caesar tidak serta-merta menyebabkan perempuan sulit hamil kembali. Meski sejumlah riset menemukan adanya hubungan antara persalinan caesar dan penurunan bilangan kelahiran berikutnya, hal ini tidak selalu berarti operasi caesar menjadi penyebab langsung masalah kesuburan.

Mengutip halaman Focusonreproduction persalinan melalui operasi caesar kemungkinan besar tidak akan menyebabkan masalah pada kesuburan di masa depan, terlebihlagi anggapan jika operasi caesar bikin sulit hamil. Hal ini disampaikan oleh para peneliti dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG) dan London School of Hygiene and Tropical Medicine dalam sebuah riset baru yang diterbitkan pada 30 April di jurnal Human Reproduction.


Penelitian terbaru ini mengamati lebih dari 1 juta ibu yang menjalani persalinan pertama dengan konsekuensi rendah di rumah sakit National Health Service (NHS) Inggris, antara 1 April 2000 hingga 31 Maret 2012.

Hasil riset menemukan bahwa kondisi medis dan sosial yang melatarbelakangi keputusan untuk berbuat operasi caesar mungkin berhubungan dengan penurunan kesuburan yang tampak bukan prosedur operasi caesar itu sendiri.

Dr. Tahir Mahmood dari Office for Research and Clinical Audit di RCOG, sekaligus salah satu penulis riset tersebut, mengatakan akibat operasi caesar terhadap kesuburan pada kehamilan berikutnya merupakan hal yang krusial untuk diperhatikan, mengingat usia perempuan saat pertama kali menjadi ibu terus meningkat, begitu pula bilangan persalinan melalui operasi caesar.

"Ini merupakan studi kohort terbesar hingga saat ini yang meneliti hubungan antara metode persalinan dan kesuburan. Untuk meminimalkan konsekuensi bias, kami berfokus pada kehamilan dengan konsekuensi rendah," tuturnya.

"Dengan membedakan secara cermat beragam komplikasi kehamilan, kami menemukan bahwa menjalani operasi caesar saat persalinan pertama cuma memberikan akibat yang sangat kecil terhadap kesuburan berikutnya. Kondisi yang melatarbelakangi aksi operasi tersebut mungkin memiliki efek yang lebih besar dan dapat menerangkan penurunan kesuburan yang kelihatan dalam riset sebelumnya," imbuh Tahir Mahmood.

Risiko terhadap kehamilan berikutnya

Sementara NHS menerangkan bahwa perempuan yang menjalani operasi caesar umumnya tidak mengalami masalah pada kehamilan berikutnya.

Sebagian besar perempuan yang pernah menjalani operasi caesar dapat melahirkan bayi berikutnya melalui persalinan normal dengan aman. Metode ini dikenal sebagai vaginal birth after caesarean (VBAC), yaitu persalinan melalui memek setelah sebelumnya menjalani operasi caesar.

Namun, dalam beberapa kondisi, operasi caesar balik mungkin diperlukan. Meskipun jarang terjadi, operasi caesar dapat menaikkan konsekuensi masalah tertentu pada kehamilan berikutnya, termasuk:

  1. Bekas luka operasi pada rahim terbuka kembali, yang dikenal sebagai ruptur uteri.
  2. Plasenta menempel secara tidak normal pada dinding rahim, sehingga dapat menyebabkan kesulitan saat proses pengeluaran plasenta setelah bayi lahir.

Jika Bunda memiliki kecemasan mengenai konsekuensi tersebut, konsultasikan dengan tabib maupun bidan.

Mengutip halaman Nataliecrawfordmd, setelah menjalani operasi caesar, sebagian besar ahli menyarankan untuk memberikan waktu bagi tubuh dan rahim untuk pulih sebelum merencanakan kehamilan berikutnya.
Beberapa anjuran yang disebutkan meliputi:

  1. Setidaknya 12 bulan sebelum mulai mencoba untuk hamil kembali.
  2. Sebagian ahli menilai bahwa menunggu 18 bulan merupakan pilihan yang ideal.
  3. Jangka waktu minimum enam bulan terkadang dipertimbangkan dalam situasi tertentu, tetapi banyak ahli kesuburan lebih menyarankan waktu tunggu yang lebih panjang agar proses pemulihan rahim terjadi dengan baik.

Waktu yang tepat untuk merencanakan kehamilan berikutnya dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan tabib kandungan untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan, proses pemulihan setelah operasi, usia, serta histori kehamilan sebelumnya sebelum menentukan waktu yang terlindungi untuk mencoba hamil kembali.

Begitulah klarifikasi tentang  operasi caesar  bikin sulit hamil mitos maupun kenyataan ya jawabannya mitos ya, Bunda. Pasalnya sebagian besar perempuan yang pernah menjalani operasi caesar dapat melahirkan bayi berikutnya melalui persalinan normal dengan aman.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads