Artis Nana Mirdad buka bunyi soal akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang membikin sebagian daerah terdampak debu vulkanik. Bunda dua anak ini menyayangkan ulah penjual masker yang meningkatkan nilai berkali lipat di tengah bencana.
Melalui unggahan di Thread, Nana mencurahkan isi hatinya. Ia mengaku miris dengan keputusan penjual masker yang dinilai tidak masuk akal.
"Agak gila juga di saat rakyat banyak yang kesusahan liat brand penjual masker proper malah naikin nilai jadi 180rb-an per biji. Sementara paginya tetap dijual di nilai 12rb aja," tulisnya di akun @nanamirdad_.
Menurut Nana, tindakan para penjual masker tersebut merupakan corak kecurangan, Bunda. Ia apalagi menilai perilaku tersebut sebagai sikap yang tidak peduli terhadap sesama.
"Memang, jualan goalnya profit. Tapi nggak usah securang ini pada saat musibah kali ya," ungkap Nana.
"Kebetulan suami saya juga salah satu product list di perusahaannya adalah masker N95 jadi nilai distributornya saya tahu persis berapa. Mark up spontan kaya gini nggak berperikemanusiaan," sambungnya.
Unggahan Nana ini mendapat respons dari banyak netizen. Beberapa di antaranya setuju dengan pendapat Nana yang menyayangkan ulang penjual masker meningkatkan nilai di tengah bencana.
"Iya menyedihkan rasanya, dan rupanya memang pada akhirnya semua bakal lebih memikirkan dirinya sendiri," tulis akun @in***.
"Ngambil untung saat jualan sih gapapa bgt, tapi janganlah sampe memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan begini mentang2 smua org lg butuh," ungkap @dw***.
"Benar Kak... Pesanan saya dibatalin berkali2 oleh beberapa seller di toko orens... Alasan kosong, tapi pas dicek kembali ke tokonya, harganya naik," kata akun @ju***.
Kenaikan nilai masker memang terjadi di sejumlah daerah terdampak abu vulkanik, Bunda. Apalagi setelah beragam badan kesehatan menganjurkan penggunaan masker di luar ruangan di tengah bencana.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta nilai masker tidak naik berlipat imbas abu vulkanik. Ia berambisi para penjual masker tidak memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan.
"Saya minta pihak toko obat dan toko penjual masker tidak memanfaatkan situasi dengan meningkatkan nilai masker berlipat-lipat. Harus ada rasa empati terhadap masyarakat yang hidupnya tetap mengalami kesulitan," ungkapnya belum lama ini ke media, dilansir detikcom.
Kenapa kudu pakai masker saat ada abu vulkanik?
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9/26) menyebabkan abu vulkanik yang bisa membahayakan saluran pernapasan, Bunda. Sejak erupsi, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat membatasi kegiatan di luar rumah selama paparan abu vulkanik tetap tinggi. Namun, jika kudu beraktivitas keluar, penggunaan masker dan kacamata menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan.
"Kalau tidak ada kegiatan mendesak, usahakan tetap dalam rumah. Namun, jika kudu keluar, pastikan selalu menggunakan masker dan kacamata," kata Menkes Budi, melansir dari laman Kemenkes RI, Senin (7/9/26).
Perlu diketahui, debu vulkanik merupakan partikel lembut dari batuan, mineral, dan kaca vukanik yang terlontar saat terjadi erupsi. Ukurannya yang sangat kecil, ialah PM10 dan PM2.5, sangat mudah terhirup dan masuk ke saluran napas dalam manusia.
Mengutip akun IG @pdpi.jakarta, Dokter Spesialis Paru, dr. Ibrahim Dharmawan, SpP, mengatakan bahwa paparan debu vulkanik bisa menyebabkan beberapa keluhan, seperti tenggorokan terasa tidak nyaman, batuk, sesak napas, serta iritasi mata dan hidung.
Meski tidak semua orang bakal mengalami keluhan berat, Ibrahim mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi golongan dengan akibat lebih tinggi, seperti orang dengan asma, PPOK, penyakit paru lainnya, anak-anak, lansia, dan mereka yang terpapar debu dalam jumlah besar.
Menurut Ibrahim, partikel debu vulkanik yang sangat mini bisa lolos dari saringan alami saluran napas bagian atas dan mencapai bagian terdalam paru. Kemudian, makrofag (sel pertahanan paru) bakal mencoba memfagositosis partikel tersebut.
Nah, partikel mineral yang tidak mudah larut dapat memperkuat lebih lama dan memicu respons peradangan, terutama jika paparannya tinggi alias terjadi secara berulang kali.
Demikian curhatan Nana Mirdad tentang nilai masker yang naik di tengah musibah dan pentingnya penggunaan masker imbas abu vulkanik. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)