Jakarta -
Bunda, asma tetap menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup dialami banyak orang. Kondisi ini kerap kambuh tiba-tiba dan bisa mengganggu kegiatan sehari-hari, apalagi berisiko membahayakan jiwa jika tidak ditangani dengan tepat.
Pengobatan asma umumnya memerlukan terapi rutin dengan agenda yang cukup sering. Tak jarang, perihal tersebut membikin sebagian pasien merasa terbebani, terutama jika indikasi tetap belum sepenuhnya terkontrol meski sudah menjalani perawatan.
Namun untungnya, sekarang datang penemuan terbaru berupa obat suntik yang disebut bisa mencegah serangan asma berat hanya dengan dua kali pemberian dalam setahun. Temuan ini pun membuka angan baru bagi penderita untuk menjalani hidup yang lebih nyaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli temukan obat suntik asma yang ampuh
Dilansir dari laman The Sun, Depemokimab, yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi GlaxoSmithKline, telah mendapat persetujuan dari Medicines and Healthcare Product Regulatory Agency (MHRA).
Obat suntik “ultra long-acting” ini terbukti bisa menurunkan jumlah serangan asma rawan yang berujung rawat inap hingga 72 persen, dengan pengaruh samping yang minimal.
Obat tersebut mengandung antibodi yang menargetkan peradangan di paru-paru. Perawatan ini diperkirakan mulai dijual secara privat pada paruh pertama 2026 dengan nama jual beli Exdensur
Sementara itu, National Institute of Health and Care Excellence (NICE) bakal memutuskan tahun depan apakah obat ini dapat diresepkan melalui jasa kesehatan nasional Inggris (NHS).
CEO GlaxoSmithKline, Emma Walmsley, mengatakan penelitian mereka menunjukkan obat ini dapat mengurangi jenis serangan yang menyebabkan rawat inap, yang betul-betul menakutkan.
Kepala dunia R&D bagian pernapasan, imunologi, dan inflamasi di GSK, Kaivan Khavandi, mengatakan bakal segera memberikan persetujuan di Inggris untuk Exdensur, yang pertama di dunia, berpotensi mengubah standar perawatan bagi jutaan pasien.
“Obat biologis dengan kerja sangat panjang ini memberikan efektivitas berkepanjangan untuk mengurangi eksaserbasi asma, mencegah pasien dirawat di rumah sakit, dan membantu mencegah kerusakan paru kumulatif hanya dengan dua dosis per tahun,” ujar Kaivan.
“Ini merupakan perubahan besar dalam pengobatan pernapasan, dan kami menantikan keputusan izin tambahan di AS, Jepang, Uni Eropa, dan China,” sambungnya.
Hasil uji coba obat suntik asma
Asma adalah kondisi yang menyebabkan peradangan dan penyempitan saluran napas di paru-paru sehingga membikin penderitanya susah bernapas.
Sekitar 7,2 juta orang di Inggris menderita kondisi ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 6 juta berada di Inggris, dan 58.000 di antaranya menderita asma berat yang tidak terkontrol.
Kondisi ini berfaedah seseorang tetap mengalami indikasi asma dan berisiko mengalami serangan yang menakut-nakuti jiwa, meskipun sudah menjalani pengobatan.
Hasil uji coba terhadap 762 pasien menunjukkan bahwa Depemokimab bisa mengurangi serangan asma signifikan secara klinis sebesar 54 persen dan menekan nomor rawat inap hingga 72 persen.
Siapa yang boleh mendapatkan obat suntik asma?
MHRA menyetujui obat ini sebagai terapi tambahan untuk penderita asma pada orang dewasa dan anak usia 12 tahun ke atas, yang gejalanya belum terkendali secara memadai meskipun telah menjalani pengobatan standar.
Obat ini juga dapat diberikan kepada orang dewasa dengan kondisi sinusitis kronis berat dengan polip hidung.
Pada pasien dengan kondisi tersebut, Depemokimab bekerja dengan menghalang protein kunci yang dikenal sebagai interleukin-5, serta mengurangi peradangan yang berkedudukan besar pada asma dan polip hidung.
Direktur pelaksana sementara untuk kualitas dan akses jasa kesehatan di MRHA, Julian Beach, mengatakan kondisi ini memengaruhi banyak orang di seluruh Inggris dan dalam beberapa kasus susah ditangani meskipun sudah ada pengobatan.
“Persetujuan ini menjadi opsi terapi baru bagi pasien dengan beberapa jenis kondisi tersebut yang gejalanya belum terkontrol dengan terapi yang ada,” ujar Julian.
“Seperti semua obat berlisensi, kami bakal terus memantau keamanan dan efektivitas Depemokimab secara ketat,” sambungnya.
Efek samping obat Depemokimab
Efek samping yang paling umum dari obat ini meliputi gatal pada kulit, sakit kepala, kelelahan, serta reaksi di area suntikan.
Menurut MHRA, pengaruh ini dapat dialami oleh lebih dari satu dari 10 orang. Pengobatan asma yang ada saat ini biasanya diberikan setiap dua, empat, alias delapan minggu.
Nah, itulah obat suntik asma yang bisa mencegah serangan mematikan agar pasien dapat menjalani hidup lebih nyaman. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·