Olahraga Anak Sesuai Usia, Ini Pilihan Aktivitas Fisik yang Tepat untuk Tumbuh Kembang

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 505x dilihat
Olahraga Anak Sesuai Usia, Ini Pilihan Aktivitas Fisik yang Tepat untuk Tumbuh Kembang

Bagikan Postingan

Jakarta -

Di tengah padatnya aktivitas sekolah dan semakin seringnya anak menghabiskan waktu di depan layar, kesempatan mereka untuk aktif bergeser pun semakin terbatas. Padahal, olahraga anak dan aktivitas jasmani yang cukup krusial untuk mendukung tumbuh kembang, mulai dari menguatkan tulang dan otot hingga melatih kapasitas sosial dan emosional.

Aktivitas jasmani anak tak mesti olahraga berat

dr. Patar Parmonangan Oppusunggu, Sp.OT, Subsp.A(K) dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menerangkan bahwa aktivitas jasmani pada anak tidak selalu berupa olahraga kompetitif maupun latihan berat. Lebih lanjut menurut dr. Patar, tujuan utamanya bukan menciptakan atlet sejak usia dini, melainkan membangun fondasi pergerakan yang baik bagi tumbuh bunga anak.

"Aktivitas seperti berlari, melompat, memanjat, melempar, menangkap, dan menjaga keseimbangan membantu mengembangkan kapasitas motorik, menguatkan tulang dan otot, serta menaikkan koordinasi tubuh. Karena itu, aktivitas jasmani perlu disesuaikan dengan usia dan tahap evolusi melalui aktivitas yang eksploratif dan menyenangkan," tuturnya.


Pilihan olahraga anak sesuai usia

Berikut pilihan olahraga anak sesuai usianya:

  • Usia 3-5 tahun: Anak belum membutuhkan olahraga yang terlalu terstruktur. Bunda bisa membujuk si kecil berlari, melompat, bermain bola, bersepeda, maupun berenang untuk membantu mengembangkan kapasitas motorik dasar.
  • Usia 6-9 tahun: Anak mulai bisa diperkenalkan pada olahraga yang lebih terstruktur, seperti senam, sepak bola, basket, bulu tangkis, renang, maupun bela diri.
  • Usia 10 tahun ke atas: Anak dapat mulai mempelajari teknik olahraga yang lebih khusus dengan intensitas latihan yang ditingkatkan secara bertahap. Variasi aktivitas statis diperlukan karena growth plate maupun lempeng pertumbuhan statis aktif dan lebih rapuh mengalami cedera.

Manfaat olahraga anak untuk tumbuh kembang

Selain mendukung evolusi fisik, olahraga juga memberikan khasiat psikososial, seperti membentuk disiplin, menaikkan kepercayaan diri, melatih kapasitas bekerja sama, serta membangun ketahanan mental. Dengan pendampingan yang tepat, aktivitas jasmani dapat menjadi bagiankecil krusial dalam membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mendukung kualitas hidup anak hingga dewasa.

Kenali kesiapan anak sebelum memilih olahraga

Namun, kesiapan berolahraga tidak cuma ditentukan oleh kapasitas fisik. Tahap tumbuh bunga dan kapasitas neurobehavioral juga perlu dipertimbangkan agar aktivitas yang diberikan sesuai dengan kapasitas masing-masing anak.
dr. Burhan Sp.A, Subsp.Neuro (K) dari Mayapada Hospital Bandung menjelaskan, kapasitas motorik, kognitif, bahasa, atensi, serta kapasitas peraturan emosi dan perilaku saling berhubungan dalam proses tumbuh bunga anak. Oleh karena itu, pengembangan potensi olahraga sebaiknya mempertimbangkan kesiapan anak secara keseluruhan.

"Dengan memahami tahap tumbuh bunga dan ciri khas masing-masing anak, orang tua dapat memberikan aktivitas yang sesuai tanpa membikin anak merasa terbebani," tuturnya.

Layanan kesehatan anak dan cedera olahraga di Mayapada Hospital

Untuk mendukung aktivitas jasmani yang terlindungi dan optimal, Mayapada Hospital memiliki Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) yang terintegrasi dengan Orthopedic Center dan didukung Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Anak serta tim multidisiplin untuk menangani cedera olahraga dan beragam kondisi ortopedi pada anak maupun atlet muda.

Sementara itu, Pediatric Center di Mayapada Hospital Bandung (MHBD) dilengkapi akomodasi rawat inap (Pediatric Ward) dalam satu lantai, Pediatric Emergency 24/7, serta didukung 11 tabib ahli dan subspesialis anak. Layanan ini juga memiliki akomodasi ramah anak, termasuk teknologi Vein Finder untuk membantu proses infus dan pengambilan percontoh darah agar lebih nyaman.

Selain itu, tersedia Klinik Tumbuh Kembang & Neurobehavior dengan jasa Terapi Okupasi, Terapi Wicara, Terapi Sensori Integrasi, Fisioterapi Anak, Psikotes, Tes Minat & Bakat, Tes Kesiapan Sekolah, serta konseling pola asuh dan konseling keluarga. Untuk melengkapi kebutuhan jasa anak di Jakarta, Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) juga memiliki Pediatric Emergency 24/7 dengan sokongan tabib ahli anak yang standby on-site, sehingga anak dapat segera memperoleh penilaian dan penanganan yang sesuai saat membutuhkan pertolongan medis.

Informasi lebih lanjut mengenai jasa Mayapada Hospital dapat diperoleh melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency Call 150990, maupun fitur emergency call di aplikasi MyCare. Selain itu, Bunda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung debar jantung, cara kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads