Pseudogout sering disalahpahami sebagai penyakit masam urat dikarenakan kemunculan nyeri sendi yang muncul tiba-tiba dengan disertai bengkak dan rasa panas. Padahal pseudogout mempunyai gejala-gejala yang disebabkan oleh jenis kristal yang berbeda.
Karena tampilannya menyerupai gout alias masam urat, banyak orang salah mengenali kondisi ini sehingga penanganannya pun bisa keliru.
Konsultasikan nyeri dengkul dan gangguan sendi Anda dengan master mahir Klinik Patella dengan menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk, atasi radang dengkul dan radang sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Pseudogout Itu Penyakit Apa?
Pseudogout adalah penyakit radang sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal calcium pyrophosphate dihydrate (CPP) di dalam maupun di sekitar jaringan sendi.
Dalam bumi medis, kondisi ini dikenal dengan istilah calcium pyrophosphate deposition disease alias yang lebih sering disingkat CPPD.
Nama “pseudogout” sendiri berasal dari kemiripan gejalanya dengan gout, sehingga banyak orang awam menganggap kedua penyakit ini sama, padahal berbeda dari sisi penyebab.
Penyakit pseudogout termasuk dalam golongan crystal arthritis, ialah radang sendi yang dipicu oleh keberadaan kristal pada jaringan sendi.
Pada gout, kristal yang terbentuk berasal dari masam urat, sedangkan pada pseudogout arthritis kristal yang terlibat adalah kalsium pirofosfat.
Perbedaan jenis kristal inilah yang membikin pendekatan pemeriksaan dan pengobatan kedua kondisi tersebut tidak bisa disamakan begitu saja.
Sendi yang paling sering terdampak adalah lutut, meski pergelangan tangan, pergelangan kaki, pinggul, jari tangan, dan jari kaki juga berpotensi mengalami peradangan akibat CPPD.
Episode radang sendi pseudogout, yang biasa disebut serangan alias flare, dapat berjalan dari beberapa hari hingga beberapa minggu.
Pada sebagian orang, kondisi ini apalagi bisa berkembang menjadi peradangan kronis yang menyerupai osteoarthritis alias rheumatoid arthritis.
Bagaimana Pseudogout Terjadi dan Apa Penyebabnya?
Untuk memahami gimana pseudogout terjadi, krusial mengetahui peran cairan sinovial, ialah cairan pelumas yang menjaga pergerakan sendi tetap lancar.
Pada penderita CPPD, kristal kalsium pirofosfat terbentuk di tulang rawan dan dapat terlepas ke dalam cairan sinovial.
Ketika perihal ini terjadi, sistem kekebalan tubuh mengenali kristal tersebut sebagai barang asing dan memicu respons peradangan berupa nyeri, bengkak, kemerahan, serta rasa hangat pada sendi yang terdampak.
Penyebab pasti kenapa kristal CPP terbentuk pada sebagian orang hingga sekarang belum sepenuhnya dipahami secara medis. Namun, beberapa aspek diketahui dapat meningkatkan akibat munculnya kondisi ini, di antaranya:
- Faktor usia, lantaran akibat meningkat seiring bertambahnya usia seseorang.
- Riwayat family dengan CPPD alias kecenderungan genetik tertentu.
- Cedera sendi alias riwayat operasi pada area sendi.
- Hemokromatosis, ialah kondisi kelebihan penyimpanan unsur besi dalam tubuh.
- Hipomagnesemia alias kadar magnesium yang rendah dalam darah.
- Hiperparatiroidisme, ialah kelenjar paratiroid yang bekerja terlalu aktif.
- Gangguan tiroid, khususnya tiroid yang kurang aktif.
- Penyakit ginjal kronis serta gangguan metabolik lainnya.
- Osteoarthritis alias kerusakan tulang rawan yang sudah ada sebelumnya.
Endapan kristal yang tampak pada pemeriksaan radiografi disebut sebagai chondrocalcinosis. Perlu dipahami bahwa tidak semua orang dengan chondrocalcinosis bakal merasakan gejala.
Selain itu, mempunyai satu alias lebih aspek akibat di atas tidak otomatis berfaedah seseorang bakal mengalami serangan pseudogout.
Apa Gejala Pseudogout?
Gejala pseudogout umumnya muncul secara mendadak dan dapat menyerang satu sendi alias lebih dalam waktu bersamaan. Tanda-tanda yang paling umum meliputi:
- Nyeri sendi akut yang terasa intens.
- Pembengkakan pada area sendi yang terkena.
- Kulit di sekitar sendi terasa hangat saat disentuh.
- Kemerahan alias perubahan warna kulit di sekitar sendi.
- Kekakuan sendi yang membatasi pergerakan.
- Rentang mobilitas sendi menjadi terbatas.
- Kesulitan menumpu berat badan andaikan sendi yang terdampak adalah dengkul alias pergelangan kaki.
Pada beberapa kasus, serangan pseudogout juga dapat disertai demam ringan alias rasa tidak lezat badan secara umum.
Karena gambaran ini bisa menyerupai jangkitan sendi, pemeriksaan medis sangat dianjurkan andaikan nyeri dan bengkak muncul secara tiba-tiba dan intens.
Gejala Pseudogout pada Lutut
Pseudogout pada dengkul merupakan corak yang paling sering dijumpai dibandingkan sendi lain.
Peradangan yang terjadi meningkatkan volume cairan di dalam rongga sendi, sehingga pseudogout menyebabkan dengkul bengkak secara nyata.
Selain itu, pseudogout menyebabkan nyeri dengkul yang terasa berat, terutama ketika penderita berdiri, berjalan, alias menekuk lutut.
Beberapa tanda unik indikasi pseudogout pada dengkul antara lain,
- Lutut yang tampak membesar.
- Terasa panas ketika disentuh.
- Nyeri yang datang tiba-tiba.
- Kekakuan sehingga susah ditekuk.
- Penurunan rentang gerak.
- Kesulitan melangkah alias menahan beban tubuh.
Cedera, riwayat operasi, penyakit metabolik, alias perubahan struktur tulang rawan dapat menjadi pemicu munculnya kristal yang mengganggu jaringan sendi.
Meski begitu, penyebab pseudogout pada dengkul tetap berpusat pada endapan kristal CPP, bukan semata akibat kegiatan bentuk alias penggunaan dengkul secara berlebihan.
Apakah Pseudogout Berbahaya?
Pseudogout tidak selalu menimbulkan kerusakan permanen, terutama jika ditangani sejak dini.
Meski demikian, serangan yang berulang alias peradangan kronis akibat CPPD berpotensi merusak tulang rawan, menimbulkan nyeri yang menetap, membatasi pergerakan, dan mengganggu kegunaan sendi dalam jangka panjang.
Perlu diwaspadai bahwa nyeri sendi akut yang disertai bengkak dan rasa panas juga dapat menjadi tanda gout maupun jangkitan sendi, yang memerlukan penanganan medis segera.
Oleh karena itu, kondisi dengkul bengkak sebaiknya tidak langsung disimpulkan sebagai pseudogout tanpa pemeriksaan medis.
Segera cari pertolongan tenaga kesehatan andaikan nyeri sendi muncul mendadak disertai pembengkakan berat, demam, menggigil, kemerahan yang meluas, alias ketidakmampuan menggerakkan dan menumpu berat badan pada sendi yang terkena.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Pseudogout?
Cara mendiagnosis pseudogout dilakukan melalui kombinasi wawancara medis, pemeriksaan fisik, kajian cairan sendi, serta pemeriksaan pencitraan.
Langkah ini krusial lantaran indikasi CPPD dapat menyerupai gout, osteoarthritis, rheumatoid arthritis, maupun jangkitan sendi, sehingga diperlukan pemeriksaan banding yang cermat.
Tes cairan sendi pseudogout
Pemeriksaan yang paling membantu adalah aspirasi sendi alias arthrocentesis, ialah prosedur pengambilan sebagian cairan sinovial menggunakan jarum dari sendi yang mengalami pembengkakan.
Sampel cairan tersebut kemudian menjalani pemeriksaan mikroskopis, termasuk dengan mikroskop polarisasi, untuk mendeteksi keberadaan kristal kalsium pirofosfat.
Pemeriksaan ini sekaligus membantu menyingkirkan kemungkinan jangkitan sendi alias keberadaan kristal masam urat.
Rontgen pseudogout
Pemeriksaan rontgen alias X-ray dapat memperlihatkan endapan kristal pada tulang rawan yang dikenal sebagai chondrocalcinosis, sekaligus menunjukkan tingkat kerusakan sendi mengenai osteoarthritis.
Meski demikian, hasil rontgen yang tidak menampakkan kristal tidak serta-merta menyingkirkan pemeriksaan pseudogout, sehingga hasilnya perlu dinilai berbareng indikasi klinis dan pemeriksaan penunjang lain.
Pemeriksaan CPPD lainnya
Sesuai kebutuhan, master juga dapat menganjurkan beberapa langkah pemeriksaan lainnya, misalnya:
- Tes darah untuk menilai kegunaan tiroid dan paratiroid.
- Pemeriksaan kadar magnesium.
- Evaluasi kadar unsur besi jika dicurigai hemokromatosis.
- Ultrasonografi muskuloskeletal untuk memandang kristal dan peradangan.
- CT scan pada kondisi medis tertentu
- MRI.
Tujuan mendasarnya adalah untuk mengevaluasi struktur jaringan sendi secara lebih menyeluruh, meski MRI umumnya kurang sensitif dibandingkan X-ray alias ultrasonografi dalam mendeteksi kristal CPP.
Pengobatan Pseudogout
Hingga saat ini, belum tersedia obat yang bisa melarutkan kristal CPP yang sudah terbentuk di dalam sendi.
Karena itu, pengobatan pseudogout lebih difokuskan pada upaya meredakan peradangan, mengendalikan nyeri, memulihkan kegunaan sendi, dan mencegah serangan berulang.
Obat pseudogout
Beberapa pilihan obat pseudogout yang umum digunakan dapat meliputi:
- NSAID seperti naproxen alias indometasin untuk meredakan nyeri dan peradangan.
- Colchicine yang efektif jika diberikan pada awal serangan alias untuk mencegah kekambuhan.
- Kortikosteroid oral seperti prednison jika NSAID alias colchicine tidak sesuai kondisi pasien.
- Injeksi kortikosteroid langsung ke dalam sendi pada kasus tertentu.
Penggunaan NSAID jangka panjang berisiko menimbulkan iritasi lambung dan menurunkan kegunaan ginjal, terutama pada lansia alias penderita gangguan ginjal, sedangkan kortikosteroid juga mempunyai akibat pengaruh samping jika digunakan berkepanjangan.
Oleh karena itu, pemilihan terapi antiinflamasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh dan dilakukan di bawah pengawasan dokter.
Aspirasi dan injeksi sendi
Prosedur aspirasi sendi dapat membantu mengurangi tekanan akibat penumpukan cairan berlebih, sekaligus menyediakan sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah cairan dikeluarkan, master dapat mempertimbangkan pemberian anestesi lokal alias kortikosteroid ke dalam sendi guna meredakan peradangan secara lebih cepat.
Cara mengatasi serangan pseudogout secara mandiri
Selain terapi medis, beberapa langkah pendukung yang dapat dilakukan antara lain:
- Mengistirahatkan sendi yang terdampak.
- Menghindari kegiatan yang memperberat nyeri.
- Mengompres sendi dengan es yang dibungkus kain selama 15-20 menit.
- Meninggikan posisi tungkai andaikan dengkul alias pergelangan kaki mengalami bengkak.
- Mengikuti rekomendasi penggunaan obat tanpa menambah dosis secara mandiri.
Pengobatan pseudogout pada dengkul umumnya mengombinasikan terapi antiinflamasi, aspirasi cairan sendi, injeksi kortikosteroid, dan pemulihan mobilitas secara bertahap.
Fisioterapi alias rehabilitasi untuk nyeri lutut turut berkedudukan krusial dalam meningkatkan fleksibilitas, memperkuat otot penyangga sendi, serta mengembalikan keahlian beraktivitas setelah serangan mereda.
Apakah Pseudogout Bisa Sembuh alias Kambuh?
Kondisi pseudogout dapat membaik setelah serangan akut ditangani dengan tepat, namun hingga sekarang belum ada terapi yang bisa menghilangkan seluruh kristal CPP dari dalam sendi secara permanen.
Dengan kata lain, gejalanya dapat dikendalikan, tapi tetap ada kecenderungan untuk mengalami serangan susulan di kemudian hari.
Lalu, apakah pseudogout bisa kambuh?
Jawabannya, bisa. Kekambuhan dapat terjadi terutama jika aspek akibat yang mendasarinya tidak tertangani dengan baik, seperti kerusakan sendi yang sudah ada, riwayat cedera, operasi sebelumnya, alias penyakit metabolik yang belum terkendali.
Pada pasien dengan riwayat serangan berulang, master dapat mempertimbangkan terapi pencegahan menggunakan colchicine, NSAID, alias kortikosteroid dosis rendah untuk menekan gelombang flare ke depannya.
Pseudogout vs Gout dan Jenis Arthritis Lainnya
Karena gejalanya kerap tumpang tindih, memahami perbedaan pseudogout dan gout serta kondisi sendi lain menjadi krusial agar penanganan yang diberikan tepat sasaran.
| Kondisi | Kristal alias Penyebab Utama | Gambaran Umum |
| Pseudogout vs gout | Pseudogout dipicu kristal kalsium pirofosfat, sedangkan gout dipicu kristal masam urat | Keduanya sama-sama menimbulkan serangan akut berupa nyeri, rasa panas, dan bengkak pada sendi |
| Pseudogout vs masam urat | Istilah “asam urat” umumnya merujuk pada gout | Pemeriksaan cairan sendi diperlukan untuk membedakan jenis kristal penyebabnya |
| Pseudogout vs osteoarthritis | Osteoarthritis berangkaian dengan keausan dan kerusakan tulang rawan seiring waktu | CPPD dapat muncul berbarengan dengan osteoarthritis dan memperberat peradangan yang terjadi |
| Pseudogout vs rheumatoid arthritis | Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun dengan peradangan yang condong menetap dan menyerang banyak sendi secara simetris | Pada kondisi kronis, CPPD dapat menyerupai gambaran rheumatoid |
Perbedaan pseudogout dan gout tidak dapat dipastikan hanya berasas letak nyeri alias tampilan pembengkakan semata.
Pemeriksaan cairan sinovial serta pertimbangan menyeluruh oleh master tetap menjadi langkah paling diandalkan untuk menegakkan pemeriksaan yang akurat.
Jangan biarkan nyeri dengkul mengganggu kegiatan harian Anda. Hubungi Klinik Patella di 0811-8124-2022 untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi dengkul Anda.
Klinik Patella: Klinik Spesialis Nyeri Lutut dan Sendi Terbaik
“Deteksi awal nyeri dengkul adalah langkah terpenting untuk mencegah kerusakan permanen lutut, dan memastikan penyebab nyeri hilang,” ujar salah satu dokter ahli Klinik Patella, dr. Windi Martika, Sp.OT.
Bagi yang sedang mencari rekomendasi master nyeri dengkul terbaik di Jakarta, Klinik Patella datang sebagai klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik dengan jasa yang komplit dalam satu atap.
Klinik Patella mempunyai tindakan modern untuk nyeri dengkul ialah Artroskopi Richard Wolf sebagai solusi minimal invasif.
Prosedur ini menggunakan kamera serat optik mini (arthroscope) yang dimasukkan melalui sayatan kecil, sehingga master dapat memandang langsung kondisi di dalam sendi dengkul sekaligus menanganinya tanpa perlu sayatan besar.
Tindakan Artroskopi Richard Wolf ini umumnya berjalan sekitar satu jam dan dilakukan secara rawat jalan, artinya pasien bisa pulang di hari yang sama dan menjalani pemulihan dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) di rumah.
Sebagai Artroskopi Richard Wolf, Klinik Patella juga menyediakan beragam pilihan pengobatan lainnya seperti:
- Fisioterapi
- Hidroterapi
- Injeksi Viskosuplemen
- Injeksi PRP (Platelet Rich Plasma)
- Terapi Secretome
- Terapi Stem Cell
- Radiofrekuensi Ablasi
- Total Knee Replacement
Tim master Klinik Patella adalah:
- dr. Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG)
- dr. Windi Martika, Sp.OT
- dr. Sri Wahyuni, Sp.KFR
- dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG)
- Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn,TI.Subs.An.Reg.
- dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS
Yang membikin Klinik Patella berbeda adalah pendekatan tim yang melibatkan Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dan Dokter Spesialis Anestesiologi yang bekerja bersama-sama.
Jadi, pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, bukan hanya dari satu perspektif pandang.
Ini sangat penting, terutama bagi pasien lansia alias mereka yang mempunyai kondisi kesehatan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis pengobatan.
FAQ Seputar Pseudogout
Apa itu pseudogout?
Pseudogout adalah radang sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal kalsium pirofosfat (CPP) di dalam alias sekitar sendi, dan secara medis dikenal sebagai calcium pyrophosphate deposition disease (CPPD).
Apakah pseudogout sama dengan masam urat?
Pseudogout bukan masam urat alias gout. Gejalanya memang mirip gout, tetapi pseudogout disebabkan kristal kalsium pirofosfat, sedangkan gout disebabkan kristal masam urat.
Apa penyebab pseudogout?
Penyebab utama pseudogout adalah terbentuknya kristal kalsium pirofosfat pada tulang rawan alias cairan sinovial, dengan akibat meningkat seiring usia, cedera sendi, gangguan tiroid, hiperparatiroidisme, hipomagnesemia, dan hemokromatosis.
Apa indikasi pseudogout pada lutut?
Gejala pseudogout meliputi nyeri sendi akut, bengkak, kulit hangat, kemerahan, dan kekakuan; pada lutut, pseudogout menyebabkan dengkul bengkak, susah ditekuk, dan susah menumpu berat badan.
Apakah pseudogout berbahaya?
Pseudogout umumnya tidak rawan jika segera ditangani, tetapi serangan berulang dapat merusak tulang rawan dan menimbulkan nyeri menetap, sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan.
Apakah pseudogout bisa sembuh dan bisa kambuh?
Pseudogout dapat dikendalikan tetapi belum ada terapi yang menghilangkan seluruh kristal CPP, sehingga kekambuhan tetap mungkin terjadi terutama jika aspek akibat tidak tertangani.