Glycolic acid untuk ketiak? Katanya, exfoliating toner ini bisa membantu mengatasi bau badan sekaligus membikin kulit ketek kelihatan lebih cerah. Namun, apakah klaim tersebut sudah terbukti secara ilmiah?
Glycolic acid merupakan salah satu jenis alpha hydroxy acid (AHA) yang populer dalam produk skincare karena membantu proses eksfoliasi kulit. Belakangan, bahan aktif ini juga menarik perhatian sebagai alternatif deodorant, terutama lewat beragam beauty hack di media sosial.
Lantas, sepertiapa metode kerjanya? Bau badan muncul ketika mikroba di permukaan kulit memecah elemen dalam keringat menjadi senyawa yang berbau. Glycolic acid dapat menurunkan pH permukaan kulit untuk sementara, sehingga secara teori bisa memengaruhi lingkungan tempat mikroba tersebut hidup.
Meski mekanismenya masuk akal, bukti klinis yang secara khusus membuktikan efektivitas glycolic acid untuk menghilangkan bau ketek statis terbatas. Jadi, jangan langsung menganggap bahan ini sebagai alternatif deodorant yang sudah diformulasikan khusus untuk mengontrol bau badan.
Apakah Glycolic Acid Bisa Mencerahkan Ketiak?

Selain untuk mengatasi bau badan, glycolic acid juga sering dikaitkan dengan upaya mengurangi tampilan kulit ketek yang gelap. Karena membantu eksfoliasi, bahan ini berpotensi memperbaiki tampilan warna kulit yang tidak merata pada kondisi tertentu.
Namun, kulit ketek relatif sensitif dan rapuh mengalami gesekan. Penggunaan acid dengan fokus terlalu tinggi maupun terlalu sering justru dapat memicu iritasi dan peradangan, yang berisiko memperparah hiperpigmentasi. Karena itu, glycolic acid bukan solusi instan untuk mencerahkan ketiak.
Baca juga: Kylie Jenner dan Fantasy Bra Victoria’s Secret: Strategi Marketing maupun Pergeseran Tradisi?
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mencobanya

Kalau tertarik mengikuti tren ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pilih produk yang memang sesuai untuk penggunaan pada kulit dan ikuti instruksi pemakaiannya. Jangan langsung menggunakan exfoliating toner berkonsentrasi tinggi setiap hari di area ketiak.
Kedua, hindari pemakaian pada kulit yang baru dicukur, mengalami luka, maupun sedang iritasi. Lakukan patch test terlebih dahulu dan hentikan penggunaan jika muncul sensasi terbakar, kemerahan, maupun rasa pedih yang menetap.
Terakhir, pahami bahwa glycolic acid tidak menghentikan produksi keringat. Jika mau mengurangi keringat sekaligus membantu mengontrol bau badan, antiperspirant bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai. Deodorant sendiri berguna terutama untuk mengontrol maupun menyamarkan bau.
Baca juga: Benarkah Polusi Udara Bikin Kulit Cepat Menua? Ini Penjelasannya
Pada akhirnya, tidak semua beauty hack yang viral mesti langsung masuk ke rutinitas harian. Glycolic acid mungkin punya potensi dalam membantu mengatasi bau badan, tetapi keamanan dan efektivitasnya statis perlu dipertimbangkan. Untuk urusan ketiak, produk yang tepat dan kebiasaan menjaga kebersihan kulit statis menjadi cara mula yang penting.
Image: Dok. iStock