Jakarta -
Di beberapa negara, mempunyai anak dari ibu pengganti memang tergolong sah-sah saja dilakukan. Namun, jika melanggar norma tentu saja tidak dibenarkan. Seperti kisah pasangan ini punya 21 anak dari ibu pengganti, sekarang seluruhnya diambil negara.
Adalah pasangan Guojun Xuan dan Silvia Zhang yang melakukan kejahatan tersebut. Kisah mereka menjadi orang tua asuh dari anak yang cukup banyak justru menjadi sorotan buletin nasional belum lama ini setelah pihak berkuasa menggerebek rumah mereka di Arcadia dan membawa 21 anak.
Penggerebekan tersebut terjadi setelah putra mereka yang berumur dua bulan dilarikan ke rumah sakit dengan luka yang diduga staf medis lantaran adanya pelecehan anak. Traumanya konsisten dengan kecelakaan lampau lintas alias anak yang terguncang alias dijatuhkan, jelas Kapten Polisi Arcadia, Kollin Cieadlo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasangan tersebut kemudian menjadi pusat penyelidikan pelecehan anak dan telah menarik perhatian dari pengawasan federal. Selama enam bulan terakhir, pasangan tersebut telah mempunyai setidaknya lima bayi kelahiran pengganti di Virginia, Pennsylvania dan Georgia, yang semuanya juga ditahan di negara bagian.
Xuan dan Zhang berjuang untuk kewenangan asuh anak-anak mereka di empat negara bagian dan menuntut beberapa ibu pengganti dalam prosesnya. Dua dari pengganti itu sekarang menolak, mencari kewenangan asuh atas anak-anak yang mereka bawa.
Beberapa ibu pengganti mengatakan mereka ditipu
Salah satu ibu pengganti di salah satu negara bagian ialah Mellisa Epps dan Stacy King memutuskan kontak dengan Zhang, Xuan, dan pengacara mereka dalam beberapa minggu sebelum mereka melahirkan bayi di Virginia musim gugur lalu. Awalnya, mereka menolak menyerahkan bayi yang baru lahir, menurut arsip pengadilan, seperti dikutip dari laman Cbcnews.
Xuan dan Zhang mengusulkan gugatan terpisah terhadap ibu pengganti dan menyatakan pelanggaran kontrak. Mereka menuntut kewenangan asuh bayi baru lahir dan US$1 juta dari setiap wanita yang awalnya menyetujui perjanjian US$70 ribu dan US$45 ribu ditambah biaya tambahan mengenai kehamilan.
Pasangan itu menyatakan dalam gugatan mereka bahwa mereka mengetahui persalinan lima hari setelah itu terjadi, dan mereka mengatakan Epps melahirkan bayi mereka di rumah sakit yang berbeda dari yang mereka setujui.
Bayi-bayi telah ditahan negara
Kasus-kasus tersebut menambah kisah misteri pasangan tersebut dengan pertanyaan yang tetap jadi tanda tanya ialah kenapa mereka mengatur kelahiran begitu banyak anak dan untuk siapa.
Pengacara Epps menyatakan, "Klien saya dituntun untuk percaya bahwa ini adalah pasangan yang mempunyai satu anak dan mau mempunyai satu anak lagi," kata Pamela DeCamp, dari Virginia Legal Aid Society. "Dia tidak tahu mereka menginginkan lusinan anak dan tidak bakal pernah mau melakukan itu jika dia tahu."
Sementara itu, kisah lainnya di Pennsylvania, dua ibu pengganti lagi melahirkan bayi musim gugur lalu. Keduanya juga berada dalam tahanan negara bagian.
Dan, di Georgia, ibu pengganti Hallie Weaver mengatakan bahwa dia melahirkan seorang bayi laki-laki musim panas lampau yang juga dibawa ke tahanan negara. Dia mengatakan bahwa dirinya secara resmi berjuang untuk mengadopsinya di pengadilan.
Deretan ibu pengganti direkrut melalui Facebook, berkomunikasi dengan agensi yang disebut Mark Surrogacy dan Future Spring Surrogacy. Mereka masing-masing diberitahukan bahwa akan melahirkan bayi untuk pasangan yang mempunyai satu anak alias tidak mempunyai anak. Namun, calon ibu pengganti tidak pernah diberi tahu bahwa upaya pengganti yang mereka tangani sebenarnya terdaftar di rumah dan gedung instansi pasangan itu.
Tetapi, beberapa ibu pengganti kemudian menemukan keanehan saat mereka melalui prosesnya. Seorang ibu pengganti yang meminta untuk tidak disebutkan namanya lantaran litigasi yang sedang berjalan mengatakan bahwa dia tidak pernah berjumpa pasangan itu selama kehamilan.
Setelah ibu pengganti melahirkan, Zhang tidak tiba sampai keesokan harinya. Sang ibu pasca persalinan mengatakan dia terkejut dan menolak untuk memandang Zhang, yang pergi tak lama setelah itu dengan bayinya.
Zhang sendiri menolak berkomentar ketika dihubungi melalui telepon. Seorang wanita di rumah mewah pasangan itu di Arcadia pun menolak untuk berbincang ketika didekati oleh wartawan.
Pengacara untuk pasangan tersebut mengatakan dalam pengajuan pengadilan bahwa mereka tertarik untuk membangun family besar dan bahwa mereka tidak melakukan kesalahan. Mereka menyatakan laporan media terlalu sensasional dan salah dan bersikeras bahwa pasangan itu kemungkinan bakal memenangkan semua kasus mereka, mendapatkan kembali kewenangan asuh atas setiap anak yang diambil dari pengasuhan mereka.
Orang tua kandung dari beberapa anak tetap belum jelas, tetapi dalam kasus Virginia, Xuan menyatakan sebagai ayah genetik kedua anak. Ibu genetik adalah donor sel telur anonim, menurut pernyataan tertulis yang diajukan oleh California Dr. John Wilcox, yang menulis bahwa praktik kesuburannya mengumpulkan sperma dari Xuan pada 2021.
Metode ibu pengganti memicu kekhawatiran adanya perdagangan anak
Senator Republik Florida Rick Scott memperkenalkan RUU pada bulan November yang bakal melarang penggunaan ibu pengganti di AS oleh orang-orang dari negara asing tertentu, termasuk China. Undang-undang Scott membikin tuduhan mengejutkan tentang pasangan Arcadia.
"Ini menghadirkan ancaman keamanan nasional yang akut, dan peristiwa baru-baru ini di Arcadia, California, mengungkapkan bahwa ibu pengganti apalagi digunakan untuk memfasilitasi perdagangan manusia," tulis Scott tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Warga negara Tiongkok yang kaya telah beramai-ramai ke Amerika untuk mempekerjakan ibu pengganti. Sebuah studi tahun 2024 yang diterbitkan oleh American Society for Reproductive Medicine menemukan bahwa, selama rentang enam tahun, sekitar 42 persen penduduk negara asing yang berjalan ke AS untuk bekerja dengan ibu pengganti berasal dari China, di mana ibu pengganti adalah ilegal. Sebuah tulisan Wall Street Journal baru-baru ini menyoroti miliarder Tiongkok mempunyai lusinan bayi kelahiran AS melalui ibu pengganti.
Baik Zhang maupun Xuan belum didakwa, tetapi masalah norma mereka statusnya terus meningkat. Pengajuan pengadilan, yang pertama kali dilaporkan oleh Los Angeles Times, menyatakan Xuan dan terdakwa lainnya, bertindak bersama, mengoperasikan perusahaan pidana yang mapan, canggih, dan gigih yang telah beraksi selama beberapa tahun dan di beragam properti.
Dalam catatannya, pengadilan tidak menunjukkan kapan Xuan tiba di Amerika Serikat. Sementara itu, Zhang tiba di AS pada tahun 2016 setelah menikah dengan laki-laki lain yang lebih tua, Henry Tang, pada tahun 2014. Saat itu, sang laki-laki berumur 68 tahun dan dia berumur 27 tahun. Lalu, pasangan itu pindah ke Pomona di dekatnya.
Pada tahun 2021, pernikahan mereka berakhir. Mantan suami Zhang menuduhnya melakukan penipuan dalam gugatannya dan menyatakan dia menjual rumah mereka saat dia pergi di Taiwan.
Dalam beberapa bulan, Zhang dan Xuan sempat mengunjungi HRC Fertility, salah satu klinik kesuburan terbesar di California Selatan. Namun, tidak jelas apakah pihak medis menyadari niat pasangan itu alias apakah dia tahu gimana mereka meyakinkan wanita untuk mengandung anak.
Hmm, sungguh memprihatinkan mendengar kasus seperti ini ya, Bunda. Harapannya, semoga kasus tersebut segera tuntas ditangani dan pelakunya bisa mendapatkan hadiah balasan yang setimpal.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·