Jakarta -
Melahirkan bisa menjadi pengalaman luar biasa bagi wanita meski ancaman terganggunya kesehatan mental bisa menghampiri. Mereka pun memerlukan waktu yang tidak sejenak dalam memulihkan gangguan tersebut. Diketahui, pasca melahirkan, ibu butuh waktu 5 bulan untuk pulihkan kesehatan mental, Bun.
Ya, di kembali rasa bahagia, lelah, kecemasan, dan segala emosi yang campuk aduk, secara berbarengan para ibu pasca persalinan mengalami perubahan hormonal. Rasanya tentu seperti roller coaster, yang terkadang bisa menurun tajam, dan dalam sekejab bisa juga merasa senang sampai ke nirwana.
Kesehatan mental pasca persalinan
Memang ya, Bunda, penurunan mendadak hormon kehamilan seperti estrogen dan progesteron yang dikombinasikan dengan peningkatan prolaktin untuk menyusui memang bisa memicu beragam emosi tersebut. Bahkan, sekitar 70 persen ibu mengalami baby blues, suatu kondisi yang ditandai dengan perubahan suasana hati, menangis, kecemasan, dan kesulitan tidur seperti dikutip dari laman Wecarepediatrics.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya, baby blues dimulai satu alias dua hari setelah melahirkan, datang dan pergi sepanjang hari, dan dapat berjalan hingga dua minggu. Hal ini memang wajar mengingat tuntutan menjadi seorang ibu, seperti kurang tidur, tuntutan bentuk pemulihan pasca melahirkan, dan tanggung jawab baru merawat bayi baru lahir dapat memengaruhi masa penyesuaian tersebut.
Sekitar 15 persen ibu setelah melahirkan biasanya mengalami apa yang dikenal sebagai depresi pasca persalinan. Studi menunjukkan bahwa orang dengan riwayat depresi pribadi alias keluarga, kurangnya support sosial, kesulitan keuangan, alias masalah hubungan lebih mungkin mengalami perihal ini, Bunda.
Memiliki bayi memang bukan perihal yang mudah. Kenyataannya, kehadiran bayi bisa jadi peristiwa yang sangat menegangkan bagi seorang ibu dengan segala kesibukannya. Dan, apa pun yang menambah riweh momentum tersebut membenturkan ibu pada gejolak emosi sehingga dapat meningkatkan akibat depresi pasca persalinan.
Secara umum, depresi pasca persalinan sendiri dimulai dalam beberapa bulan pertama setelah melahirkan dan bisa muncul juga setelah keguguran. Gejalanya sangatlah bervariasi tetapi biasanya meliputi beberapa perihal berikut:
1. Perubahan suasana hati yang parah
2. Kecemasan
3. Kesedihan alias suasana hati yang tertekan
4. Menangis berlebihan
5. Sifat mudah tersinggung
6. Kehilangan konsentrasi
7. Kehilangan nafsu makan
8. Kesulitan tidur
9. Kesulitan menjalin bonding dengan bayi
10. Menarik diri dari orang-orang terkasih
11. Kehilangan nafsu makan alias makan berlebihan
12. Kurang alias terlalu banyak tidur
13. Kesulitan berpikir
14. Pikiran yang merusak
15. Ketakutan bahwa diri sendiri tidak bisa menjadi orang tua yang layak
Jika tidak diobati, depresi pasca persalinan dapat berjalan selama berbulan-bulan. Sehingga, perawatan unik dalam kasus tersebut perlu segera dilakukan termasuk dengan pengobatan dan konseling.
Berapa lama kesehatan mental ibu pulih pasca persalinan?
Menurut penelitian terbaru, rata-rata wanita memerlukan waktu lima bulan untuk pulih secara emosional dari kehamilan. Sebuah survei terhadap 2.000 wanita yang telah melahirkan meneliti gimana pengalaman tersebut telah mengubah tingkat kepercayaan diri dan keintiman mereka seperti dikutip dari laman Citizentribune.
Waktu yang cukup lama tersebut memang wajar ya, Bunda. Sebab, penyesuaian usai melahirkan dan menyesuaikan diri dengan peran sebagai orang tua berbeda untuk setiap orang. Meskipun sering berbagi dengan family dan teman, namun gangguan mental bisa tetap menghampiri kapan saja pasca persalinan.
Bahkan, beberapa orang tua tak jarang mengalami komplikasi kehamilan yang menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan. Sementara sebagian lainnya mungkin mengalami perjalanan yang aman-aman saja, seperti dikutip dari laman Forwhenhelpline.
Perlu Bunda tahu bahwa banyak ibu baru bakal merasakan beberapa corak depresi setelah melahirkan. Apalagi, saat tubuh kembali normal, ketidakseimbangan kimiawi dapat menyebabkan depresi ringan hingga berat yang berjalan enam bulan hingga satu tahun lebih.
Beberapa aspek bakal menentukan seberapa parah gejalanya, termasuk apakah ini kelahiran pertama alias bukan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melahirkan. Penting diingat bahwa perawatan depresi pasca persalinan sangat krusial terlepas dari apa pun gejalanya sehingga nantinya tidak mengganggu perawatan bayi.
Dalam kebanyakan kasus, depresi pasca persalinan dimulai dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan dan dapat berjalan hingga satu tahun. Mereka yang tidak mendapatkan pengobatan kemungkinan mengalami indikasi yang lebih lama dan bisa berjalan selama beberapa tahun, seperti dikutip dari laman Akrview.
Pilihan pengobatan dan support untuk depresi pasca persalinan
Bagi Bunda yang mengalami depresi pascapersalinan, pilihan pengobatan yang bisa dilakukan salah satunya terapi bicara dan pengobatan dengan support obat antidepresan.
Ingatlah bahwa Bunda tidak sendirian. Ada banyak support system dan support di luar saa yang bisa membantu Bunda melewati masa susah tersebut. Selain itu, ada banyak pengobatan efektif yang bisa membantu pulihnya Bunda dan membantu Bunda menikmati perjalanan menjadi seorang ibu.
Berikut ini beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan ya, Bunda:
1. Terapi
Baik sesi terapi secara perseorangan alias golongan sedianya bisa membantu mengelola seseorang dalam menangani indikasi depresi pasca persalinan dan memberikan strategi mengatasi masalah yang dihadapi.
2. Pengobatan
Antidepresan dapat efektif dalam mengelola depresi pasca persalinan. Selalu konsultasikan dengan tim medis untuk pilihan pengobatan terbaik.
3. Kelompok dukungan
Berinteraksi dengan ibu-ibu lain yang mengalami pengalaman yang sama dapat memberikan support emosional dan pemahaman.
4. Perubahan style hidup
Olahraga teratur, diet sehat, tidur yang cukup, dan waktu untuk bersantai dapat membantu pemulihan depresi pasca persalinan.
Semoga informasinya membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·