Patokan kenaikan berat badan bayi yang normal perlu dipahami orang tua untuk menunjang tumbuh kembang optimal. Bagaimana standar BB ideal menurut World Health Organization alias WHO?
Berat badan bayi merupakan salah satu parameter krusial untuk memandang apakah pertumbuhannya sudah sesuai. Oleh lantaran itu, berat badan bayi perlu ditimbang secara rutin.
Patokan kenaikan berat badan bayi biasanya dipantau menggunakan standar dari WHO. Kurva ini dapat membantu orang tua dan tenaga kesehatan untuk memandang apakah berat badan bayi sudah ideal, kurang alias justru berlebih dari usianya.
Patokan kenaikan berat badan bayi sesuai standar BB ideal menurut WHO
Setiap bayi mempunyai pola pertumbuhan yang berbeda-beda. Dikutip dari laman resminya, WHO sudah menetapkan standar berat badan ideal berasas usia dan jenis kelamin anak.
Berikut berat badan bayi yang sesuai dengan standar WHO:
Anak Perempuan
Usia dan berat badan ideal
0 bulan: 3,2 kg
1 bulan: 4,2 kg
2 bulan: 5,1 kg
3 bulan: 5,8 kg
4 bulan: 6,4 kg
5 bulan: 6,9 kg
6 bulan: 7,3 kg
7 bulan: 7,6 kg
8 bulan: 7,9 kg
9 bulan: 8,2 kg
10 bulan: 8,5 kg
11 bulan: 8,7 kg
12 bulan: 8,9 kg
18 bulan: 10,2 kg
24 bulan: 11,5 kg
Secara umum, bayi wanita bakal mengalami kenaikan berat badan cukup sigap pada 6 bulan pertama kehidupan. Setelah itu, kenaikannya condong lebih lambat dibanding masa awal kelahiran.
Anak Laki-laki
Usia dan berat badan ideal
0 bulan: 3,3 kg
1 bulan: 4,5 kg
2 bulan: 5,6 kg
3 bulan: 6,4 kg
4 bulan: 7 kg
5 bulan: 7,5 kg
6 bulan: 7,9 kg
7 bulan: 8,3 kg
8 bulan: 8,6 kg
9 bulan: 8,9 kg
10 bulan: 9,2 kg
11 bulan: 9,4 kg
12 bulan: 9,6 kg
18 bulan: 10,9 kg
24 bulan: 12,2 kg
Bayi laki-laki mempunyai berat badan sedikit lebih tinggi dibanding bayi wanita di usia yang sama. Meski begitu, orang tua sebaiknya tidak hanya konsentrasi pada nomor berat badan, tetapi juga memandang konsistensi pertumbuhan bayi dari bulan ke bulan.
Dokter alias tenaga kesehatan lain biasanya bakal memantau berat badan bayi menggunakan diagram pertumbuhan.
Jika berat badan bayi tetap mengikuti jalur kurva pertumbuhan dengan baik, maka kondisi tersebut umumnya tetap dianggap normal.
Penyebab kenaikan BB bayi tidak ideal meski doyan makan
Si Kecil sudah banyak menyusu dan makan, tapi kenaikan berat badannya terasa tetap kurang? Ada beberapa perihal yang bisa menjadi penyebabnya, Bunda.
Berikut aspek penyebab kenaikan BB bayi tidak ideal walaupun sudah doyan makan:
1. Tidak mendapatkan cukup kalori
Untuk menambah berat badan, asupan kalori bayi kudu lebih besar daripada jumlah kalori yang mereka keluarkan.
Dikutip dari Healthline, ada tiga argumen utama kenapa berat badan bayi mungkin tidak bertambah seperti yang diharapkan:
- Bayi tidak mendapatkan cukup kalori
- Kalori yang masuk tidak dapat diserap dengan baik
- Bayi membakar terlalu banyak kalori
2. Alergi dan sensitivitas makanan
Sebagian bayi mungkin saja mengalami alergi alias intoleransi makanan. Produk gluten dan susu sapi bisa menjadi penyebab iritasi bagi bayi yang sensitif, yang dapat memicu diare.
3. Masalah kesehatan yang melibatkan sistem pencernaan
Masalah pada sistem pencernaan dapat membikin berat badan anak tidak naik. Misalnya kondisi seperti gastroesophageal reflux (GER), diare kronis, fibrosis kistik, penyakit hati kronis, dan penyakit celiac.
Kondisi-kondisi ini dapat mempersulit anak untuk menyerap nutrisi dan kalori yang cukup untuk menambah berat badannya.
4. Porsi makanan belum cukup
Salah satu perihal yang perlu diperhatikan andaikan Berat badan anak turun padahal makan banyak adalah gelombang dan jumlah porsi makanan Si Kecil.
Pilih makanan yang kaya nutrisi dan kalori, seperti daging, telur, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Selain itu, ingatlah bahwa idealnya bayi perlu makan lebih sering dibandingkan saat hanya mengonsumsi ASI.
5. Jadwal makan belum teratur
Bayi mungkin merasa kenyang dengan makanan padat, sehingga kemudian tidak mau minum susu (ASI maupun susu formula) dalam jumlah yang cukup.
Padahal konsumsi ASI tetap krusial di tahun pertama usia anak, termasuk setelah masa MPASI. Jika bayi tetap mengonsumsi ASI, pastikan teknik menyusu sudah betul agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi.
Cara agar kenaikan BB bayi optimal
Ilustrasi/Foto: Getty Images/interstid
Untuk bantu memastikan kenaikan berat badan bayi lebih optimal, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
1. Menyusui
Dikutip dari laman Harvard Health Publishing, ASI dirancang sempurna untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Hal ini juga menjadi sumber utama nutrisi utama bayi, terutama pada 6 bulan pertama kehidupan.
2. Perhatikan kualitas MPASI
Saat bayi mulai MPASI, berikan makanan bergizi seimbang yang mengandung protein hewani, karbohidrat, lemak sehat, sayur, dan buah.
Contoh protein hewani misalnya seperti telur, daging ayam, ikan, dan daging sapi.
Lemak sehat termasuk di antaranya minyak oliva dan alpukat. Asam oleat dalam keduanya dapat mengurangi peradangan, serta kandungan lemak omega 3 di dalamnya juga sangat baik untuk otak anak.
Protein hewani dan lemak sehat sangat krusial untuk membantu kenaikan berat badan bayi.
3. Atur agenda makan teratur
Biasakan bayi makan utama dan camilan sehat sesuai jadwal. Hindari terlalu banyak camilan rendah gizi yang membikin bayi sigap kenyang.
Setelah 6 bulan alias lebih, agenda yang lebih padat dapat membantu mendorong kebiasaan makan yang sehat. Pastikan untuk menjadwalkan waktu camilan di pertengahan pagi dan sore hari untuk memberikan persediaan makanan.
Beberapa pilihan buah seperti pisang, pir, dan alpukat bisa menjadi menu camilan yang tepat. Buah-buahan ini mempunyai kandungan kalori yang lebih tinggi.
5. Ajak makan berbareng keluarga
Makan berbareng family dapat mendorong Si Kecil untuk makan lebih banyak dan mencoba makanan baru. Minimalkan distraksi dengan mematikan ponsel dan televisi.
6. Pastikan bayi cukup tidur
Tidur yang cukup membantu proses pertumbuhan bayi melangkah optimal. Saat tidur, tubuh bayi memproduksi hormon pertumbuhan yang krusial untuk perkembangan fisik.
7. Konsultasikan ke master jika perlu
Jika berat badan bayi tidak naik dalam waktu lama, turun drastis, alias bayi tampak lemas dan susah makan, segera konsultasikan ke master anak.
Dokter bakal memerlukan pemeriksaan bentuk untuk mencari tanda-tanda bahwa anak mungkin tidak mengonsumsi cukup kalori alias kemungkinan gangguan medis.
Selain itu, indikasi lain seperti kelelahan, pucat, ekstremitas kurus, lipatan kulit kendur di lengan dan paha, serta hilangnya lemak di pipi juga perlu dipantau.
Itulah penjelasan tentang patokan kenaikan berat badan bayi yang normal sesuai usianya. Pastikan bayi mendapatkan nutrisi cukup, pola makan teratur, serta pemeriksaan tumbuh kembang secara rutin agar kenaikan berat badannya optimal ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·