Pelari Meninggal di JAKIM 2026, Dokter Ingatkan Tanda Tubuh yang Tak Boleh Diabaikan saat Lari

Jun 17, 2026 11:20 AM - 1 bulan yang lalu 50150

Kabar duka datang dari arena BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 yang digelar 13-14 Juni 2026, setelah salah satu peserta dilaporkan meninggal dunia. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya bagi pelari untuk selalu peka terhadap sinyal tubuh

Spesialis Kedokteran Olahraga, dr Andi Kurniawan, SpKO, mengingatkan, ungkapan "Listen to Your Body" merupakan rekomendasi yang wajib jadi pegangan para pelari. Kemampuan untuk mendengarkan sinyal tubuh membikin pelari bisa betul-betul mengetahui apa yang dirasakan tubuhnya.

"Ketika sedang berlari, itu krusial banget untuk listen to your body lantaran kita mendengarkan parameter apa yang ada dalam tubuh kita," kata dr Andi, Selasa (16/6/2026) dikutip dari detikcom.


Pertama adalah parameter nyeri. Saat ada nyeri, misalnya di kaki, lutut, alias dada, maka kudu direspons. Kurangi kecepatan berlari.

"Bahkan jika perlu kita setop terlebih dahulu, kita melakukan stretching, kita peregangan, kita cek heart rate kita, kita tarik napas, kita cek pernapasan kita," katanya.

Kemudian lihat heart rate, pernapasan, ataupun ada keluhan-keluhan seperti pusing, linglung, dan sebagainya. Hal itu sangat krusial untuk dinilai dan direspons. Sebab, kemungkinan kondisi tersebut adalah sinyal tubuh terhadap cuaca.

"Bahkan sebelum berlari pun, sebelum memutuskan berlari saat bangun pagi, kita kudu bertanya pada tubuh kita, 'Are you fit enough to take part or not?' Apakah kita siap alias ready, betul-betul fit dan sehat untuk lari hari ini?" kata dr Andi.

Seorang pelari kudu mengetahui apakah tubuhnya betul-betul sehat 100 persen alias kurang sehat. Jika kurang sehat, maka pelari tersebut kudu menyesuaikan sasaran yang bakal ditentukan.

"Ketika kita kurang sehat, kita kudu betul-betul bisa memutuskan untuk DNS (Did Not Start). Itu adalah suatu keputusan pemberani yang dimiliki oleh pelari," katanya.

Menurut dr Andi, DNS maupun DNF (Did Not Finish) bukanlah suatu keputusan yang tabu, melainkan bijak. Keputusan pemberani seorang pelari adalah ketika dia memprioritaskan kesehatan dibanding waktu tempuh untuk finis dan lain sebagainya.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya