Pengapuran Lutut Lansia, Bagaimana Mengatasinya?

Jul 21, 2026 09:00 AM - 3 minggu yang lalu 9317

Banyak orang tua mengeluh lututnya sakit, kaku, alias bersuara saat digerakkan. Kondisi ini biasa disebut pengapuran dengkul lansia.

Nama medisnya adalah osteoarthritis pada lansia, ialah jenis radang sendi dengkul lansia yang paling sering terjadi lantaran aspek usia.

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi radang dengkul dan radang sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Apa Itu Pengapuran Lutut?

Di dalam lutut, ada alas yang disebut tulang rawan dengkul alias kartilago. Bantalan ini melapisi ujung tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan tempurung dengkul (patella).

Fungsi tulang rawan adalah membikin dengkul bisa bergerak dengan lembut dan tanpa rasa sakit.

Masalahnya, seiring waktu, tulang rawan ini bisa menipis dan rusak. Ini disebut degenerasi tulang rawan.

Kalau tulang rawan sudah tipis, tulang-tulang di dalam sendi dengkul bakal saling bergesek langsung. Gesekan inilah yang menyebabkan inflamasi sendi, nyeri, dan munculnya benjolan tulang mini di sekitar sendi.

Kata “pengapuran” sebenarnya agak menyesatkan. Bukan berfaedah ada kapur yang menumpuk di dalam tubuh.

Istilah ini muncul lantaran pada hasil foto Rontgen, celah sendi yang rusak terlihat menyempit dan ada gambaran seperti tulang tambahan, yang mirip kapur.

Selain lutut, osteoarthritis dengkul juga bisa terjadi di sendi lain yang menahan beban tubuh, seperti panggul dan tulang belakang.

Tapi dengkul memang paling sering kena dibanding sendi lain, termasuk dibanding arthritis alias rheumatoid arthritis.

Kenapa Lansia Mudah Kena Pengapuran Lutut?

Penyebab pengapuran dengkul lansia bisa bermacam-macam, tapi yang paling utama adalah proses penuaan sendi yang memang alami terjadi.

Semakin tua usia seseorang, keahlian tubuh untuk memperbaiki tulang rawan semakin menurun.

Cairan sinovial, ialah cairan pelumas alami di dalam sendi, juga berubah kualitasnya sehingga sendi jadi kurang licin.

Selain usia, ada beberapa perihal lain yang membikin akibat pengapuran lutut semakin tinggi:

  • Jenis kelamin. Wanita lebih berisiko, terutama setelah menopause, lantaran hormon estrogen yang biasanya melindungi sendi ikut menurun.
  • Berat badan berlebih (obesitas). Semakin berat badan seseorang, semakin besar beban yang ditanggung lutut. Kelebihan berat badan satu kilogram saja bisa menambah beban di dengkul sampai empat kilogram saat berjalan.
  • Pernah cedera lutut. Cedera lama yang tidak ditangani dengan baik bisa membikin sendi dengkul aus pada lansia lebih sigap di kemudian hari.
  • Sering melakukan kegiatan berat. Pekerjaan alias kebiasaan yang membebani dengkul terus-menerus bisa mempercepat kerusakan.
  • Riwayat keluarga. Kalau ada personil family yang punya osteoarthritis, akibat seseorang untuk mengalaminya juga lebih besar.
  • Bentuk kaki tidak normal, misalnya kaki berbentuk O alias X, yang membikin beban tubuh tidak merata di sendi lutut.

Data menunjukkan, di usia atas 60 tahun, sekitar 1 dari 4 wanita dan nyaris 1 dari 6 laki-laki mulai merasakan indikasi osteoarthritis.

Karena itu, pengapuran dengkul usia 60 tahun maupun pengapuran dengkul usia 70 tahun memang sangat umum ditemukan.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala pengapuran dengkul lansia biasanya muncul pelan-pelan, sedikit demi sedikit. Karena munculnya perlahan, seringkali keluhan ini dianggap wajar dan tidak segera diperiksakan.

Padahal, mengenali tanda pengapuran dengkul pada orang tua sejak awal sangat krusial agar kondisinya tidak makin parah. Berikut tanda-tanda yang perlu diperhatikan:

Nyeri dengkul pada lansia

Ini biasanya keluhan yang pertama kali muncul. Awalnya terasa seperti pegal yang datang dan hilang, biasanya setelah beraktivitas.

Keluhan dengkul sakit saat melangkah pada lansia alias dengkul nyeri saat naik tangga lansia adalah tanda yang cukup unik di tahap awal.

Kalau sudah lebih parah, nyeri bisa muncul apalagi saat sedang rehat alias di malam hari.

Lutut kaku pada lansia

Biasanya terasa saat bangun tidur pagi hari alias setelah duduk lama. Kekakuan ini umumnya lenyap dalam waktu kurang dari 30 menit setelah dengkul digerak-gerakkan.

Lutut bersuara pada lansia

Kalau dengkul digerakkan dan terdengar bunyi “krek-krek”, ini disebut bunyi krepitasi. Bunyi ini muncul lantaran permukaan tulang rawan yang sudah tidak rata saling bergesekan.

Lutut bengkak

Peradangan di sendi bisa membikin cairan menumpuk sehingga dengkul terlihat bengkak dan terasa hangat jika disentuh.

Susah bergerak

Di tahap yang lebih lanjut, mobilitas lansia jadi terganggu. Berjalan jauh alias menekuk dengkul jadi sulit. Bentuk kaki juga bisa berubah menjadi O alias X, yang disebut deformitas lutut.

Bagaimana Cara Memastikan Diagnosisnya?

Kalau muncul gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksa ke master ahli ortopedi, alias master ahli berilmu di klinik nyeri dengkul dan sendi.

Dokter biasanya bakal melakukan pemeriksaan bentuk terlebih dahulu, memandang apakah ada bengkak, kemerahan, alias dengkul terasa hangat, sekaligus menilai seberapa jauh dengkul bisa digerakkan.

Terkadang master juga memakai skala nyeri untuk mengukur seberapa berat rasa sakit yang dirasakan.

Selain pemeriksaan fisik, biasanya dilakukan juga:

  • Foto Rontgen lutut, untuk memandang apakah celah sendi menyempit alias ada tulang tambahan yang tumbuh.
  • MRI lutut, untuk memandang kondisi tulang rawan, ligamen, dan meniskus secara lebih detail. Biasanya dipakai jika master mencurigai ada masalah lain alias untuk persiapan operasi.

Cara Mengobati Pengapuran Lutut Lansia

Banyak yang bertanya, apakah pengapuran dengkul bisa sembuh? Jawabannya, tidak bisa sembuh total.

Tulang rawan yang sudah rusak tidak bisa kembali seperti semula. Tapi bukan berfaedah tidak ada yang bisa dilakukan.

Pengobatan pengapuran dengkul lansia tetap krusial untuk mengurangi nyeri kronis, menjaga kegunaan lutut, dan memperlambat kerusakan agar kualitas hidup lansia tetap baik.

1. Mengubah Kebiasaan Sehari-hari

Ini adalah langkah pertama dan paling krusial dalam langkah mengatasi pengapuran dengkul lansia.

Menjaga berat badan ideal adalah perihal paling utama, lantaran bisa langsung mengurangi beban di lutut. Selain itu, kegiatan bentuk lansia tetap perlu dilakukan, tapi kudu dipilih yang ringan alias low impact.

Contoh olahraga untuk pengapuran dengkul lansia yang dianjurkan adalah berenang, bersepeda statis, dan jalan santuy di tempat yang datar.

Sebaliknya, olahraga berat seperti lari, lompat, alias naik-turun tangga berulang kali sebaiknya dihindari lantaran bisa memperparah kondisi lutut.

Latihan penguatan otot paha juga sangat membantu. Otot paha yang kuat berfaedah seperti penyangga alami yang membikin dengkul lebih stabil dan tidak terlalu terbebani.

Fisioterapi juga bisa dilakukan. Fisioterapis bakal membantu menyusun latihan unik untuk lutut, termasuk memberi saran kompres hangat untuk mengurangi kekakuan, alias kompres dingin untuk mengurangi bengkak.

Kalau perlu, penggunaan tongkat di tangan yang berlawanan dengan dengkul yang sakit juga bisa membantu mengurangi beban saat berjalan.

2. Obat-obatan dan Suntikan

Obat pengapuran dengkul lansia biasanya digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan. Yang umum diberikan adalah parasetamol alias obat antiinflamasi, baik dalam corak tablet maupun krim oles.

Kalau obat minum dirasa kurang mempan, master bisa menyarankan suntikan langsung ke sendi lutut, misalnya:

  • Suntikan kortikosteroid, untuk meredakan nyeri dahsyat dalam waktu singkat.
  • Viscosupplement, ialah suntikan hyaluronic acid yang berfaedah seperti pelumas tambahan untuk sendi.
  • Radiofrekuensi ablasi, ialah prosedur untuk mengurangi sinyal nyeri yang dikirim dari sendi yang bermasalah.

3. Terapi yang Lebih Baru

Ada juga metode yang disebut terapi regeneratif, seperti PRP (diambil dari darah pasien sendiri), stem cell, dan secretome.

Terapi pengapuran dengkul lansia ini bermaksud merangsang perbaikan jaringan sendi dan mengurangi peradangan.

Sampai saat ini, metode-metode ini tetap terus dikembangkan dan biasanya menjadi pilihan tambahan, bukan pengobatan utama.

4. Kalau Semua Cara Belum Berhasil

Jika nyeri tetap berat dan dengkul sudah sangat susah digerakkan meski sudah mencoba beragam langkah di atas, operasi bisa menjadi pilihan terakhir.

Artroskopi dengkul adalah salah satu prosedur yang bisa dilakukan, tapi hasilnya biasanya hanya sementara dan tidak menghentikan kerusakan sendi.

Kalau kerusakannya sudah parah, master biasanya menyarankan operasi penggantian sendi lutut, alias disebut juga Total Knee Replacement (TKR).

Pada operasi ini, bagian tulang yang rusak diganti dengan implan buatan dari logam dan plastik. Cara ini terbukti sangat efektif untuk mengurangi nyeri dan mengembalikan kegunaan lutut.

Cara Mencegah Pengapuran Lutut pada Lansia

Memang proses penuaan sendi tidak bisa dihentikan sepenuhnya. Tapi munculnya pengapuran dengkul bisa ditunda dengan beberapa langkah berikut:

  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Rutin melakukan kegiatan bentuk lansia yang ringan dan sesuai kemampuan.
  • Melatih otot paha secara teratur.
  • Berhati-hati saat beraktivitas agar tidak cedera.
  • Memperhatikan makanan untuk pengapuran dengkul lansia, ialah makan makanan seimbang, banyak sayur dan buah, serta protein rendah lemak.
  • Segera periksa ke master jika ada cedera lutut, agar tidak berkembang jadi masalah yang lebih besar.

Kesimpulan tentang Pengapuran Lutut Lansia

Pengapuran dengkul lansia memang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya.

Tapi dengan penanganan yang tepat, mulai dari mengubah kebiasaan sehari-hari, obat-obatan, terapi tambahan, sampai operasi jika memang diperlukan, nyeri kronis akibat osteoarthritis bisa dikendalikan dengan baik.

Yang paling penting, selalu konsultasikan kondisi dengkul ke master ahli ortopedi alias fisioterapis, agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi radang dengkul dan radang sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Klinik Patella: Klinik Spesialis Nyeri Lutut dan Sendi Terbaik

“Deteksi awal nyeri dengkul adalah langkah terpenting untuk mencegah kerusakan permanen lutut, dan memastikan penyebab nyeri hilang,” ujar salah satu master ahli Klinik Patella, dr. Windi Martika, Sp.OT.

Bagi yang sedang mencari rekomendasi master nyeri dengkul terbaik di Jakarta, Klinik Patella datang sebagai klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik dengan jasa yang komplit dalam satu atap.

Klinik Patella mempunyai tindakan modern untuk nyeri dengkul ialah Arthroscopy Richard Wolf sebagai solusi minimal invasif.

Prosedur ini menggunakan kamera serat optik mini (arthroscope) yang dimasukkan melalui sayatan kecil, sehingga master dapat memandang langsung kondisi di dalam sendi dengkul sekaligus menanganinya tanpa perlu sayatan besar.

Tindakan Arthroscopy Richard Wolf ini umumnya berjalan sekitar satu jam dan dilakukan secara rawat jalan, artinya pasien bisa pulang di hari yang sama dan menjalani pemulihan dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) di rumah.

Sebagai Arthroscopy Richard Wolf, Klinik Patella juga menyediakan beragam pilihan pengobatan lainnya seperti:

  • Fisioterapi
  • Hidroterapi
  • Injeksi Viskosuplemen
  • Injeksi PRP (Platelet Rich Plasma)
  • Terapi Secretome
  • Terapi Stem Cell
  • Radiofrekuensi Ablasi
  • Total Knee Replacement

Tim master Klinik Patella adalah:

  • dr. Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG)
  • dr. Windi Martika, Sp.OT
  • dr. Sri Wahyuni, Sp.KFR
  • dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG)
  • Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn,TI.Subs.An.Reg.
  • dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS

Yang membikin Klinik Patella berbeda adalah pendekatan tim yang melibatkan Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dan Dokter Spesialis Anestesiologi yang bekerja bersama-sama.

Jadi, pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, bukan hanya dari satu perspektif pandang.

Ini sangat penting, terutama bagi pasien lansia alias mereka yang mempunyai kondisi kesehatan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis pengobatan.

FAQ Seputar Pengapuran Lutut Lansia

Apa itu pengapuran dengkul lansia?

Pengapuran dengkul lansia adalah julukan awam untuk osteoarthritis lutut, ialah kondisi menipisnya tulang rawan dengkul akibat proses penuaan sendi sehingga tulang-tulang di sendi dengkul saling bersenggolan dan menimbulkan nyeri.

Apa penyebab utama pengapuran dengkul pada lansia?

Penyebab pengapuran dengkul lansia yang paling utama adalah proses penuaan sendi alami, yang menurunkan keahlian tubuh memperbaiki tulang rawan dan mengubah kualitas cairan sinovial.

Faktor lain yang memperberat meliputi obesitas, riwayat cedera lutut, kegiatan berat berulang, riwayat keluarga, serta deformitas kaki seperti corak O alias X.

Apa saja indikasi pengapuran dengkul lansia yang paling umum?
Gejala pengapuran dengkul lansia yang paling umum adalah nyeri lutut, kekakuan di pagi hari, bunyi krepitasi saat dengkul digerakkan, serta dengkul bengkak.

Pada tahap lanjut, indikasi ini disertai keterbatasan mobilitas dan perubahan corak kaki.

Apakah pengapuran dengkul bisa sembuh total?
Tidak, pengapuran dengkul tidak bisa sembuh total lantaran kerusakan tulang rawan yang sudah terjadi berkarakter permanen.

Meski begitu, pengobatan tetap bisa mengendalikan nyeri, memperlambat kerusakan, dan menjaga kualitas hidup lansia.

Selengkapnya