Peran Haji dalam Gelorakan Semangat Anti-Kolonial

Intisari Islam Jun 19, 2026 09:30 AM 48674

Lukisan Masjidil Haram di Makkah pada pertengahan abad ke-19 M.

Kincai Media, Jakarta -- Makkah al-Mukarramah tidak hanya menjadi letak Masjidil Haram, yang di dalamnya terdapat kiblat umat Islam sedunia: Ka’bah. Kota tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW itu juga berkedudukan transformatif. Di sinilah, para berilmu ustadz dari pelbagai penjuru bumi berkumpul untuk saling berganti info dan tentunya mengembangkan ilmu-ilmu agama.

Menurut Prof Azyumardi Azra dalam bukunya, Jaringan Ulama Timur Tengah, nyaris seluruh ustadz Nusantara yang berkedudukan sentral dalam transformasi intelektual dan sosial di Indonesia sejak abad ke-17 Masehi adalah alumni Makkah.

Sebagian mereka juga menimba pengetahuan di Madinah al-Munawwarah. Maka, Haramain secara keseluruhan bisa dipandang sebagai titik picu lahirnya pergerakan yang membangkitkan umat dan bangsa Indonesia umumnya.

Cengkeraman kolonialisme Belanda semakin kuat pada abad ke-18 dan 19 Masehi. Pada saat yang sama, pendapat pan-Islamisme yang mengimbau solidaritas Muslimin sedunia menguat di Makkah. Para haji Nusantara ikut menyebarkan mengerti tersebut, begitu kembali dari Tanah Suci ke daerah-daerah asal mereka. Tidak mengherankan, dalam kurun waktu demikian Belanda menghadapi banyak perlawanan di Nusantara yang digerakkan para haji dan mursyid tarekat-tarekat.

Tentunya, berbincang tentang Makkah tak terlepas dari ritual rukun Islam kelima. Tiap Muslim kangen berhaji, setidaknya sekali seumur hidup. Begitupun keadaannya dengan umat Islam di Indonesia.

Bagi umat Islam di Indonesia, kemauan menunaikan haji begitu besar, termasuk pada masa-masa kolonialisme Belanda. Animo untuk melaksanakan rukun Islam ini makin besar jumlahnya dari tahun ke tahun. Demikian faktanya, terutama sejak Terusan Suez di Mesir dibuka pada 1869 dan kemudian hadirnya teknoloni kapal uap.

Alat transportasi itu banget membantu perjalanan dari Indonesia ke Jazirah Arab—dan sebaliknya. Rihlah haji yang sebelumnya mesti menyita waktu berbulan-bulan alias bertahun-tahun dengan kapal layar, sekarang dapat ditempuh dalam lama sebulan lebih beberapa hari.

Selengkapnya
Peran Haji dalam Gelorakan Semangat Anti-Kolonial
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting