Kincai Media, JAKARTA— Rasa takut kepada Allah merupakan salah satu sifat utama yang kudu dimiliki oleh setiap mukmin. Sifat ini tidak dapat dipisahkan dari perjalanan seorang hamba menuju Allah SWT.
Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitabnya Fath al-Bari Syarh Shahih Al-Bukhari menyatakan sesungguhnya rasa takut (kepada Allah) merupakan salah satu kedudukan yang sangat tinggi dalam agama. Ia termasuk akibat dari keimanan. Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَآءَهُۥ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ١٧٥
"Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, lantaran itu janganlah Anda takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika Anda orang-orang beriman.” (QS Ali Imran: 175).
Allah juga berfirman:
إِنَّآ أَنزَلْنَا ٱلتَّوْرَىٰةَ فِيهَا هُدًۭى وَنُورٌۭ ۚ يَحْكُمُ بِهَا ٱلنَّبِيُّونَ ٱلَّذِينَ أَسْلَمُوا۟ لِلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلرَّبَّـٰنِيُّونَ وَٱلْأَحْبَارُ بِمَا ٱسْتُحْفِظُوا۟ مِن كِتَـٰبِ ٱللَّهِ وَكَانُوا۟ عَلَيْهِ شُهَدَآءَ ۚ فَلَا تَخْشَوُا۟ ٱلنَّاسَ وَٱخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا۟ بِـَٔايَـٰتِى ثَمَنًۭا قَلِيلًۭا ۚ وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَـٰفِرُونَ ٤٤
"Sungguh, Kami yang menurunkan Kitab Taurat; di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya. Yang dengan Kitab itu para nabi yang bertawakal diri kepada Allah memberi putusan atas perkara orang Yahudi, demikian juga para ustadz dan pendeta-pendeta mereka, karena mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya.
Karena itu janganlah Anda takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah Anda jual ayat-ayat-Ku dengan nilai murah. Barang siapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir."(QS Al-Ma'idah: 44).