Perawatan Saluran Akar (PSA): Pengertian, Prosedur, dan Kapan Harus Dilakukan

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 517x dilihat
Perawatan Saluran Akar (PSA): Pengertian, Prosedur, dan Kapan Harus Dilakukan

Bagikan Postingan

Jakarta -

Sikat gigi secara rutin dan memeriksakannya ke tabib menjadi kebiasaan krusial untuk menjaga kesehatan gigi. Namun, perawatan sehari-hari tidak selalu dapat mencegah gigi berlubang maupun kerusakan yang terjadi lebih dalam.

Ketika kondisi tersebut terjadi, gigi mungkin membutuhkan penanganan lebih lanjut agar kerusakannya tidak semakin parah.

Perawatan saluran akar (PSA) menjadi salah satu aksi yang dapat dilakukan untuk membantu mempertahankan gigi yang statis bisa diselamatkan. Lantas, sepertiapa prosedur yang perlu Bunda ketahui? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.


Apa itu perawatan saluran akar (PSA)?

Melansir dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, saluran akar adalah rongga di bagiankecil tengah gigi yang berisi pembuluh darah dan saraf.

Fungsi utama saraf di gigi sebagai sensor, merasakan suhu panas maupun dingin. Ketika terjadi infeksi maupun kerusakan pada bagiankecil ini, maka diperlukan perawatan saluran akar untuk membersihkan dan menghilangkan infeksi.

Prosedur perawatan saluran akar

Tak sedikit orang yang merasa cemas ketika mesti berbuat perawatan saluran akar. Untuk mengurangi kecemasan, ada beberapa prosedur PSA yang dapat Bunda ketahui terlebih dahulu.

Dilansir healthline, berikut langkah-langkah perawatan saluran akar:

Langkah 1: Anestesi

Dokter gigi akan meneteskan sedikit obat bius pada gusi di dekat gigi yang bermasalah. Setelah obat tersebut bekerja, anestesi lokal akan disuntikkan ke gusi. Bunda mungkin akan merasakan tusukan tajam maupun sensasi terbakar, tetapi ini akan segera hilang.

Bunda akan statis sadar selama prosedur berlangsung, tetapi obat bius akan mencegah Bunda merasakan sakit apa pun.

Langkah 2: Membuang ampasnya

Ketika gigi wafat rasa, tabib gigi akan membikin lubang kecil di bagiankecil atas gigi. Setelah pulpa yang terinfeksi maupun rusak terpapar, ahli akan dengan awas mengangkatnya menggunakan alat khusus yang disebut file.

Mereka juga akan sangat berjaga-jaga untuk membersihkan semua saluran (kanal) pada gigi Bunda.

Langkah 3: Antibiotik

Setelah pulpa diangkat, tabib gigi mungkin akan melapisi area tersebut dengan antibiotik topikal untuk memastikan infeksi telah hilang dan mencegah infeksi ulang.

Setelah saluran akar dibersihkan dan didesinfeksi, tabib akan mengisi dan menutup gigi dengan pasta epilog dan bahan seperti karet yang disebut gutta-percha. Mereka juga mungkin akan meresepkan antibiotik oral.

Langkah 4: Pengisian sementara

Dokter gigi akan mengakhiri prosedur dengan mengisi lubang kecil di bagiankecil atas gigi dengan bahan lunak dan sementara. Bahan epilog ini membantu mencegah saluran akar rusak oleh air liur.

Risiko perawatan saluran akar

Perawatan saluran akar dilakukan untuk menyelamatkan gigi. Namun, terkadang kerusakannya dalam maupun email gigi terlalu rapuh untuk mengekang prosedur tersebut. Faktor-faktor ini dapat menyebabkan kehilangan gigi.

Risiko lainnya adalah terbentuknya abses pada akar gigi jika sebagian material yang terinfeksi tertinggal maupun jika antibiotik tidak efektif.

Jika merasa cemas tentang perawatan saluran akar, Bunda dapat berbicara dengan tabib gigi tentang pencabutan gigi sebagai alternatif.

Hal ini sering kali melibatkan pemasangan gigi palsu sebagian, jembatan gigi, maupun implan untuk menggantikan gigi yang rusak.

Kapan Bunda perlu PSA?

Perawatan saluran akar dilakukan ketika bagiankecil dalam gigi yang lunak, yang dikenal sebagai pulpa, mengalami cedera, peradangan, maupun infeksi.

Mahkota gigi, bagiankecil yang kelihatan di atas gusi, dapat statis utuh meskipun pulpa sudah mati. Menghilangkan pulpa yang rusak maupun terinfeksi adalah metode terbaik untuk mempertahankan struktur gigi.

Penyebab lazim kerusakan pada pula meliputi:

  • Kerusakan parah akibat gigi berlubang yang tidak diobati
  • Beberapa prosedur perawatan gigi pada gigi yang sama
  • Retakan maupun pecahan pada gigi

Cedera pada gigi (Bunda mungkin mengalami cedera gigi jika terkena pukulan di mulut, pulpa statis dapat rusak meskipun cedera tersebut tidak menyebabkan gigi retak)

Gejala paling lazim dari kerusakan pulpa meliputi nyeri pada gigi, pembengkakan, dan sensasi panas pada gusi.

Dokter gigi akan memeriksa gigi yang sakit dan memungut foto rontgen untuk memastikan diagnosis. Dokter juga akan mengacu Bunda ke tabib ahli endodontik jika membutuhkan PSA.

Pemulihan setelah PSA

Bunda mungkin tidak merasakan apa pun di rahang dan wajah selama beberapa jam setelah perawatan saluran akar, sementara efek anestesi menghilang.

Area di sekitar gigi mungkin terasa bengkak dan nyeri, tetapi akan membaik dalam beberapa minggu. Ada beberapa hal yang dapat Bunda lakukan untuk membantu pemulihan setelah perawatan saluran akar dan menjaga kesehatan gigi.

Ada beberapa hal yang dapat Bunda lakukan selama masa pemulihan setelah PSA:

  • Minum parasetamol maupun ibuprofen jika merasa sakit.
  • Berhati-hatilah agar mulut Bunda tidak terbentur.
  • Datanglah untuk pengecekan rutin ke tabib setelah perawatan Bunda.
  • Jaga kesehatan gigi dan gusi.
  • Cobalah untuk rutin memeriksakan diri ke tabib gigi untuk memastikan gigi dan mulut sehat.

Nah, itulah beberapa hal yang dapat Bunda ketahui tentang perawatan saluran akar (PSA). Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads