Plasenta merupakan organ krusial selama kehamilan. Masalah yang terjadi pada plasenta bisa berakibat jelek pada perkembangan janin, Bunda.
Penelitian sebelumnya menemukan bahwa kelainan pada plasenta telah dikaitkan dengan hasil kehamilan yang buruk, termasuk bayi lahir meninggal alias stillbirth.
Hingga kini, salah satu masalah plasenta yang tetap banyak ditemui rupanya berangkaian dengan ukuran alias volume yang kecil. Nah, mengukur volume plasenta bisa menjadi salah langkah krusial untuk mengidentifikasi akibat kehamilan.
Sejauh ini, pemantauan plasenta jarang dilakukan. Pemantauan umumnya dilakukan melalui Virtual Organ Computer-aided Analysis (VOCAL), alias metode untuk mengukur volume plasenta dengan USG. Namun, metode ini memerlukan peralatan canggih, operator terlatih, dan waktu untuk melakukan USG tiga dimensi (3D).
Dalam sebuah studi baru, intelektual peneliti dari Yale, Harvey Kliman, telah menemukan pengganti metode baru. Metode ini dapat digunakan untuk memperkirakan volume plasenta dan mempunyai keakuratan yang sama dengan metode yang telah digunakan saat ini, Bunda.
Studi yang diterbitkan dalam The Journal of Perinatal Medicine ini menunjukkan pengganti yang menjanjikan dan mudah diakses untuk VOCAL : Estimated Placental Volume (EPV), sebuah metode sigap dan murah yang dapat dilakukan dengan peralatan ultrasound dua dimensi (2D). Studi ini menunjukkan bahwa metode tersebut bisa memberikan perkiraan volume plasenta yang nyaris identik dengan yang dihasilkan oleh VOCAL .
"Studi ini telah menunjukkan bahwa metode EPV 2D sederhana yang dikembangkan oleh Yale setara dengan metode VOCAL yang merupakan standar, tetapi mahal dan kompleks. Hal ini dapat mempermudah penilaian ukuran plasenta lebih awal selama kehamilan," kata intelektual peneliti di Departemen Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Fakultas Kedokteran Yale (YSM), Kliman, dilansir Yale News.
Kliman berambisi temuan ini bakal mendorong pertimbangan klinis lebih lanjut terhadap pemantauan plasenta. Hal itu menjadi tujuan yang dia dan mendiang ayahnya, matematikawan Merwin Kliman, telah pikirkan ketika mereka mengembangkan EPV berbareng lebih dari satu dasawarsa lalu.
Metode disebut mudah dan murah
Metode ini hanya memerlukan perangkat USG genggam yang murah. Dengan training minimal, penyedia jasa kesehatan dapat menggunakan perangkat ini untuk mengukur lebar, tinggi, dan ketebalan plasenta.
Pengukuran tersebut dapat dimasukkan ke dalam persamaan perkiraan volume, yang ditulis oleh Merwin Kliman, untuk mendapatkan perkiraan volume plasenta. Tes ini hanya memerlukan waktu 30 detik.
Dalam penelitian ini, Kliman dan penulis senior Roberto Romero, dari Divisi Penelitian Intramural Institut Nasional Kesehatan Anak dan Perkembangan Manusia Eunice Kennedy Shriver, melakukan USG 2D dan 3D pada 58 pasien dengan kehamilan sehat selama kunjungan klinis yang sama. Mereka lampau menggunakan USG 2D untuk menghitung volume plasenta dengan metode EPV dan VOCAL untuk USG 3D.
Ketika mereka membandingkan perkiraan volume plasenta yang diperoleh menggunakan masing-masing metode, Kliman dan Romero menemukan hubungan yang nyaris sempurna antara keduanya.
"Para master kandungan telah memantau pertumbuhan janin selama beberapa dekade, namun kita belum mempunyai metode praktis untuk memantau pertumbuhan organ yang menopang kehidupan janin," ungkap Romero.
"Studi ini menunjukkan bahwa perkiraan volume plasenta yang diperoleh dengan USG 2D memberikan perkiraan ukuran plasenta yang sebanding dengan yang diperoleh dengan metode 3D yang lebih kompleks," sambungnya.
Tim peneliti berambisi temuan ini bakal memungkinkan studi yang diperlukan untuk menentukan apakah kelainan dalam pertumbuhan plasenta dapat mengidentifikasi kehamilan berisiko sebelum komplikasi klinis berkembang. Faktanya, Kliman sendiri sudah merencanakan studi lain yang bermaksud untuk menentukan pasien mana yang menerima USG selama perawatan prenatal dan mungkin mendapat faedah dari melakukan EPV untuk mengidentifikasi kehamilan dengan plasenta kecil.
Demikian studi terbaru yang menemukan perangkat untuk mengukur plasenta dalam 30 detik. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)