Puasa Arafah 2026: Jadwal, Niat, Tata Cara, Hukum dan Keutamaan

May 15, 2026 06:20 AM - 2 bulan yang lalu 77673

Puasa Arafah 2026 menjadi salah satu ibadah sunah yang banyak dinantikan umat Muslim menjelang Idul Adha. Tidak sedikit dari Bunda yang mulai mencari info komplit seputar jadwal, niat, hingga tata langkah menjalankan ibadah ini dengan benar.

Mengetahui kapan puasa Arafah 2026 sangat krusial agar pelaksanaannya sesuai dalam almanak Hijriah. Selain mendatangkan pahala besar, puasa sunah ini juga dikenal mempunyai keistimewaan luar biasa bagi umat Islam yang mengerjakannya.

Dalam tulisan ini, Bunda bakal menemukan pedoman komplit mengenai puasa Arafah 2026, mulai dari hukum, referensi niat puasa Arafah, tata cara, hingga faedah spiritualnya. Dengan penjelasan yang ringkas dan mudah dipahami, ibadah puasa Arafah 2026 pun dapat dijalani dengan lebih tenang dan khusyuk.


Apa itu puasa Arafah? 

Mengutip dari kitab Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-hari oleh K.H. Muhammad Habibillah, puasa Arafah merupakan ibadah puasa sunah yang dikerjakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah, tepat saat jemaah haji sedang menjalani wukuf di Padang Arafah. Karena berjalan berbarengan dengan salah satu rangkaian puncak ibadah haji, puasa sunah ini mempunyai makna yang sangat spesial bagi umat Islam.

Pelaksanaan puasa Arafah dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Rasulullah SAW juga sangat menganjurkan ibadah ini lantaran mempunyai keistimewaan besar, sehingga banyak umat Muslim memanfaatkannya sebagai momen untuk memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Jadwal puasa Arafah 2026

Bagi Bunda yang mulai mencari tahu puasa Arafah 2026 tanggal berapa, ibadah sunah ini diperkirakan dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026. Menurut situs detikcom, penentuan tersebut merujuk pada perkiraan Hari Raya Idul Adha 1447 H yang dalam Kalender Hijriah Kementerian Agama RI diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, sehingga puasa Arafah dilakukan sehari sebelumnya, tepat pada 9 Zulhijah.

Meski demikian, agenda puasa Arafah 2026 tersebut tetap dapat berubah lantaran pemerintah tetap bakal menetapkan awal Zulhijah melalui sidang isbat. Oleh karena itu, Bunda sebaiknya tetap menunggu pengumuman resmi agar penyelenggaraan puasa Arafah 2026 sesuai dengan ketetapan yang berlaku.

Hukum puasa Arafah

Dalam kitab Rahasia Fikih Puasa karya Mohammad Hafid LC M.H.,  dijelaskan bahwa norma puasa Arafah termasuk sunah. Artinya, umat Muslim bakal memperoleh pahala andaikan menjalankannya, tetapi tidak berdosa jika tidak melaksanakannya.

Keutamaan puasa Arafah 2026 juga disebutkan dalam hadits riwayat Muslim berikut ini:

“عن أبي قتادة قال : إن النبي صلى الله سئل عن صوم يوم عرفة فقال: يكفر السنة الماضية والسنة الباقية”

Artinya: "Dari Abi Qatadhah berkata: sesungguhnya Nabi besar Muhammad saw pernah ditanya tentang puasa hari arafah, beliau bersabda: dia dapat membebaskan dosa lampau dan dosa yang bakal datang." (HR. Muslim 1162).

Meski mempunyai banyak keutamaan, norma puasa Arafah hanya dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sementara itu, jemaah haji tidak disunahkan berpuasa lantaran Rasulullah SAW juga tidak melaksanakannya saat berhaji, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Bukhari dan Muslim.

Selain agar tubuh tetap kuat menjalani rangkaian ibadah haji, waktu wukuf di Arafah juga lebih dianjurkan diisi dengan angan dan ibadah lainnya yang mempunyai pahala besar. Karena itulah, norma puasa Arafah bagi jemaah haji tidak disunahkan, sedangkan bagi Muslim yang tidak berhaji sangat dianjurkan untuk mengerjakannya.

Niat puasa Arafah 2026 komplit Arab, Latin, dan artinya

Sebelum melakukan ibadah apapun itu, umat Muslim dianjurkan untuk membaca niat terlebih dahulu. Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah yang kudu diucapkan niatnya.

Dilansir dari Buku Pintar Muslim dan Muslimah karya Rina Ulfatul Hasanah, berikut ini niat puasa Arafah 2026 yang bisa Bunda lafalkan:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةٌ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu ṣauma 'arafata sunnatan lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya niat puasa Arafah, sunah lantaran Allah ta'ala."

Tata langkah puasa Arafah yang benar

Puasa Arafah 2026 dilaksanakan mulai dari terbit fajar hingga mentari terbenam, sama seperti puasa sunah maupun wajib pada umumnya. Agar ibadah puasa melangkah lebih nyaman dan sesuai anjuran, Bunda juga perlu memahami tata langkah puasa Arafah dengan tepat.

Berikut ini adalah tata langkah puasa Arafah yang bakal dilakukan pada 9 Dzulhijjah:

  1. Membaca niat puasa Arafah pada malam hari alias sebelum Subuh.
  2. Makan sahur sebagai salah satu sunah puasa agar tubuh lebih kuat menjalani puasa seharian dan mendapatkan keberkahan.
  3. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan hubungan suami-istri.
  4. Berbuka saat waktu Magrib telah tiba alias saat mentari terbenam.

Keutamaan puasa Arafah dalam Islam

Seperti ibadah-ibadah lainnya, puasa Arafah juga mempunyai sejumlah keistimewaan besar bagi yang melakukannya. Mengutip dari Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-Hari karya KH. Muhammad Habibillah, berikut keistimewaan puasa Arafah bagi umat Islam yang melaksanakannya:

1. Diampuni dosa setahun yang lampau dan setahun yang bakal datang

Puasa Arafah dikenal sebagai salah satu ibadah sunah yang mempunyai pahala besar. Ibadah ini dipercaya menjadi jalan untuk memperoleh pemaafan dosa selama dua tahun, ialah satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang bakal datang. Keutamaan tersebut dijelaskan langsung oleh Rasulullah SAW dalam sejumlah sabda berikut:

وَسُبِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ.

Artinya: "Dan beliau (Rasulullah) ditanya mengenai puasa pada hari Arafah, maka beliau menjawab, 'Dia menghapuskan (dosa) setahun yang lampau dan setahun yang bakal datang'." (HR Muslim)

Hadis lain juga menyebut besarnya keistimewaan puasa Arafah sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنَّهُ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ.

Artinya: "Aku berambisi kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim)

2. Terbebas dari api neraka

Menjalankan puasa Arafah dipercaya membawa keistimewaan besar bagi umat Muslim, salah satunya menjadi jalan untuk mendapatkan perlindungan dan terbebas dari siksa api neraka. Keistimewaan hari Arafah apalagi disebut langsung oleh Rasulullah SAW sebagai waktu ketika Allah SWT paling banyak memberikan pembebasan kepada hamba-Nya dari neraka dibanding hari-hari lainnya.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ.

Artinya: "Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka lebih banyak daripada pada hari Arafah." (HR Muslim)

3. Doa yang paling baik

Hari Arafah dikenal sebagai salah satu waktu terbaik untuk memanjatkan doa. Pada hari spesial ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah lantaran doa-doa yang dipanjatkan mempunyai keistimewaan besar. Tak hanya itu, menjalankan puasa Arafah juga dijanjikan pahala yang begitu mulia.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan tentang keistimewaan angan di hari Arafah. Beliau bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Artinya: "Sebaik-baik angan adalah angan pada hari Arafah. Dan, sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan, 'La ilaha illallah wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syaiin qadir' (Tidak ada sesembahan yang berkuasa disembah, selain Allah semata; tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)." (HR Tirmidzi)

Siapa saja yang dianjurkan menjalankan puasa Arafah?

Puasa Arafah 2026 menjadi salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Ibadah ini dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah, tepat sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Banyak umat Islam memanfaatkan momen tersebut untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, serta memohon pembebasan kepada Allah SWT.

Selain mempunyai nilai pahala yang besar, puasa Arafah juga dipercaya membawa banyak keistimewaan bagi orang yang menjalankannya dengan ikhlas. Amalan sunah pada puasa Arafah 1447 H ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus menyambut datangnya Idul Adha dengan hati yang lebih bersih dan penuh ketakwaan. Dengan demikian, umat Muslim yang tidak sedang haji sangat dianjurkan untuk puasa Arafah.

Apakah orang yang sedang haji boleh puasa Arafah?

Bagi jemaah haji, para ustadz umumnya beranggapan bahwa puasa Arafah tidak disunahkan lantaran dapat mengurangi stamina saat menjalani wukuf di Arafah. Meski demikian, dalam kitab Syarah Fathal Qarib Diskursus Ubudiyah Jilid Satu susunan Tim Pembukuan Mahad Al-Jamiah Al-Aly UIN dijelaskan bahwa jemaah haji yang beriktikad mengakhirkan waktu wukuf hingga malam hari tetap diperbolehkan berpuasa selama tidak ada keraguan mengenai tanggal yang sedang dijalani, apakah 9 alias 10 Zulhijah.

Apabila tetap terdapat keraguan mengenai penentuan tanggal, maka puasa tidak dianjurkan, termasuk jika diniatkan sebagai puasa qadha maupun kafarat sebagaimana pendapat al-Ramli. Namun, Al Jaujari mempunyai pandangan berbeda yang membolehkan jemaah haji tetap menjalankan puasa meskipun berada dalam kondisi ragu.

Ali Musthafa Siregar dalam kitab Fikih Puasa juga menjelaskan beberapa ketentuan mengenai penyelenggaraan puasa Arafah bagi jemaah haji, di antaranya:

  1. Jemaah haji yang telah berada di Arafah sejak siang hari dianjurkan untuk tidak menjalankan puasa. Bahkan, sebagian ustadz menilai berpuasa dalam kondisi tersebut hukumnya makruh lantaran dikhawatirkan mengurangi kekuatan saat beribadah.
  2. Apabila jemaah haji tiba di Arafah pada malam hari tetapi tetap dalam keadaan safar alias sedang sakit, maka hukumnya sama seperti yang datang pada siang hari, ialah tidak disunahkan berpuasa.
  3. Sementara itu, jemaah yang sampai di Arafah pada malam hari dalam kondisi sehat dan tidak sedang musafir tetap dianjurkan melaksanakan puasa Arafah 2026 alias puasa Arafah 1447 H.

Perbedaan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah

Melansir dari laman Baznaz, puasa Tarwiyah dan puasa Arafah merupakan ibadah sunah yang dikerjakan pada bulan Dzulhijjah. Kedua ibadah ini mempunyai keistimewaan besar bagi umat Muslim yang menjalankannya dengan penuh keikhlasan.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilakukan sehari setelahnya, ialah 9 Dzulhijjah. Menjelang puasa Arafah 2026, banyak dari Bunda yang mulai mencari agenda dan tata langkah pelaksanaannya agar ibadah sunah yang satu ini tidak terlewat.

Puasa Tarwiyah berangkaian dengan persiapan jemaah haji sebelum menjalani wukuf di Padang Arafah. Amalan sunah ini juga dipercaya menjadi salah satu ibadah yang dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.

Sementara itu, puasa Arafah dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Keutamaannya sangat besar lantaran diyakini dapat menghapus dosa dua tahun sekaligus mendatangkan pembebasan serta rahmat Allah SWT.

Amalan yang dianjurkan pada hari Arafah selain puasa

Hari Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dipercaya umat Muslim sebagai hari baik lantaran bertepatan dengan momen jemaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah. Oleh lantaran itu, umat Muslim yang tidak melaksanakan haji dianjurkan untuk puasa Arafah Mei 2026.

Selain puasa Arafah, ada juga amalan-amalan lainnya yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari Arafah tiba. Adapun ibadah lain yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

1. Perbanyak berdoa

Umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan hari Arafah dengan memperbanyak angan dan munajat kepada Allah SWT. Pasalnya, hari tersebut disebut sebagai salah satu waktu paling utama untuk memanjatkan angan agar lebih mudah dikabulkan.

Anjuran ini merujuk pada sabda yang diriwayatkan oleh Ibn Syu'aib dari kakeknya, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

Artinya: "Sebaik-baik angan adalah angan pada hari Arafah." (HR Tirmidzi, hasan menurut Syekh Al-Albani)

2. Membaca angan Arafah

Di antara ibadah yang dianjurkan saat Hari Arafah, terdapat satu angan yang mempunyai keistimewaan besar untuk sering dibaca. Doa ini memuat pengagungan kepada Allah SWT dan berasal dari hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi. Berikut lafaznya:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Arab latin: Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'ala kulli syai-in qadiir

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah, Zat yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Di tangan-Nyalah segala kebaikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (HR Ahmad & Tirmidzi, dari Kakek Amir bin Syu'aib).

3. Puasa Arafah

Bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, menjalankan puasa Arafah menjadi salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan. Ibadah yang dilakukan pada 9 Zulhijah ini mempunyai keistimewaan besar, ialah menjadi jalan pemaafan dosa dari Allah SWT, baik untuk kesalahan di masa lampau maupun yang bakal datang.

Adapun hadits yang menyatakannya adalah sebagai berikut:

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ ؛ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً، وَصَوْمُ عَاشُوْرَاءَ يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

Artinya: "Puasa Arafah (9 Zulhijah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lampau dan setahun bakal datang. Puasa Asyura (10 Muharam) bakal menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)

4. Perbanyak takbir tiap selesai salat

Saat menjalani wukuf di Padang Arafah, umat Muslim yang menunaikan ibadah haji dianjurkan untuk lebih sering melafalkan referensi talbiyah serta takbir. Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa takbir mulai dibaca sejak selepas Subuh pada 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan Hari Arafah, dan terus dilantunkan sampai berakhirnya hari-hari tasyrik.

'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma berkata, "Kami pagi-pagi berbareng Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari Mina menuju Arafah, di antara kami ada yang bertalbiyah dan di antara kami ada yang bertakbir." (HR Muslim)

5. Meningkatkan ibadah dan kebaikan saleh 

Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah termasuk waktu yang paling spesial di sisi Allah SWT. Pada hari-hari tersebut, setiap kebaikan kebaikan yang dilakukan umat Muslim mempunyai keistimewaan besar dan sangat dicintai oleh-Nya, termasuk ibadah di hari Arafah. Rasulullah SAW bersabda,

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ

Artinya: "Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan kebaikan saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah)." (HR Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)

Hal yang membatalkan puasa Arafah

Puasa Arafah 2026 bakal dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah sebelum Hari Raya Idul Adha dimulai. Layaknya ibadah puasa lainnya, puasa Arafah juga bisa batal jika Bunda melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Berikut ini hal-hal yang bisa membatalkan puasa dan wajib Bunda hindari saat melaksanakan puasa Arafah:

  • Makan dan minum 
  • Muntah dengan sengaja
  • Berhubungan badan suami-istri
  • Sengaja mengeluarkan sperma
  • Memasukkan sesuatu ke dalam rongga mulut
  • Keluar darah menstruasi alias nifas

Bunda, itulah penjelasan komplit mengenai puasa Arafah. Semoga info ini bisa membantu Bunda dan family dalam mempersiapkan ibadah puasa Arafah dan ibadah lainnya dengan baik dan benar. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya