Jakarta -
Puasa sebelum salat Idul Adha menjadi salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat muslim menjelang seremoni hari raya tersebut. Ibadah ini dilakukan sebagai corak meningkatkan ketakwaan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Terdapat juga beberapa jenis puasa sunnah yang bisa dikerjakan pada awal bulan Dzulhijjah, mulai dari puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, hingga Arafah.
Masing-masing mempunyai waktu penyelenggaraan dan keistimewaan tersendiri yang dapat Bunda peroleh ketika menjalankannya. Lantas, gimana referensi niat dan tata langkah penyelenggaraan puasa tersebut? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puasa sebelum Idul Adha: Dzulhijjah
Berikut beberapa perihal yang dapat Bunda ketahui mengenai puasa Dzulhijjah, mulai dari keutamaan, jadwal, hingga referensi niatnya:
Mengenal puasa sebelum Idul Adha: Dzulhijjah
Dirangkum dari kitab Cinta Shaum, Zaakat, dan Haji karya Miftahul Achyar Kertamuda, M.Pd, puasa Dzulhijjah merupakan puasa sunnah yang dilakukan sebanyak 10 hari di bulan Dzulhijjah.
Berikut hadis yang menjelaskan tentang rekomendasi puasa sunnah Dzulhijjah sebelum hari raya Idul Adha,
“Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk dipakai beragama lebih dari sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan salat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan salat pada malam Lailatul Qadar.” (HR. Tarmidzi)
Keutamaan puasa Dzulhijjah
Berikut beberapa keistimewaan yang dapat diperoleh setiap muslim saat melaksanakan puasa Dzulhijjah, dirangkum dari kitab Belajar Sendiri Semua Jenis Shalat karya Zainal Abidin:
1. Beramal shalih pada 10 hari di bulan Dzulhijjah, termasuk mengerjakan puasa sunnah, mempunyai keistimewaan yang lebih dibandingkan dengan hari-hari lainnya.
2. Said bin Jubair Ra. Meriwayatkan sabda dari Ibnu Abbas Ra. yang berkata, “Apabila Anda masuk ke dalam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, maka bersungguh-sungguhlah sampai nyaris saja dia tidak bisa menguasainya (melaksanakannya).” (HR. Darimi)
3. Penjelasan yang lain dikutip dari kitab Fathul Baari. Ibnu Hajar berkata, “Sebab yang jelas tentang keistimewaan sepuluh hari pada bulan Dzulhijjah adalah lantaran pada hari tersebut merupakan waktu berkumpulnya ibadah-ibadah utama, ialah salat, puasa, sedekah, dan haji. Dan, itu tidak ada di hari-hari selainnya.”
4. Umat muslim yang melaksanakan puasa tersebut juga bakal mendapatkan berlipat-ganda pahala dibanding ibadah di bulan lainnya.
Jadwal dan waktu puasa Dzulhijjah
Puasa ini dilaksanakan selama sembilan hari pertama di bulan tersebut. Di hari ke-10 yang bertepatan dengan penyelenggaraan hari raya kurban, umat muslim hanya diminta untuk berpuasa hingga selesai melaksanakan salat hari raya.
Setelah itu, umat muslim tidak diperbolehkan melanjutkan puasa lantaran hukumnya menjadi haram, Bunda.
Dilansir dari laman detikcom, merujuk pada hasil sidang isbat penetapan 1 Dzulhijjah yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Dengan demikian, 9 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan Selasa, 26 Mei 2026. Puasa sembilan hari pertama di bulan Dzulhijjah terdiri dari tiga jenis puasa, ialah puasa Dzulhijjah tanggl 1-7, puasa Tarwiyah tanggal 8, dan puasa Arafah tanggal 9. Bunda dapat melaksanakan puasa sunnah Dzulhijjah mulai dari 18 – 24 Mei 2026.
Seperti puasa pada umumnya, puasa Dzulhijjah dimulai dari terbit fajar hingga mentari terbenam. Selama lama tersebut, umat muslim dianjurkan untuk mencegah dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa.
Bacaan niat puasa pada 1-7 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah bulan Zulhijah lantaran Allah ta'âlâ.”
Bacaan niat puasa tanggal 1-7 Dzulhijjah yang dibaca setelah Subuh
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah bulan Zulhijah hari ini lantaran Allah ta'âlâ.”
Puasa sebelum Idul Adha: Tarwiyah
Berikut beberapa perihal yang dapat Bunda ketahui terlebih dulu tentang puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah:
Mengenal puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah. Hari Tarwiyah identik dengan keadaan berpikir dan merenung tentang peristiwa yang tetap dipenuhi keraguan.
Keutamaan puasa Tarwiyah
Dirangkum dari kitab Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ustadz Ali Amrin Al Qurwy, berikut beberapa keistimewaan puasa Tarwiyah yang dapat Bunda peroleh:
1. Menghapus dosa satu tahun
Hal ini didasarkan pada sabda yang mengatakan puasa Tarwiyah menghapus satu tahun dosa, sementara puasa Arafah menghapus dua tahun dosa.
2. Lebih disukai Allah SWT
Tanggal 8 (hari Tarwiyah) merupakan bagian dari 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah yang mempunyai keistimewaan tersendiri.
Jadwal dan waktu puasa Tarwiyah
Berdasarkan hasil sidang isbat yang telah ditetapkan oleh Kemenag RI, Bunda dapat melaksanakan puasa Tariwyah pada 25 Mei 2026.
Bacaan niat puasa Tarwiyah yang dibaca malam hari
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnati yaumit tarwiyah lillâhi ta'ālā
Artinya :
“Aku beriktikad puasa sunnah Tarwiyah besok hari lantaran Allah SWT.”
Bacaan niat puasa Tarwiyah yang dibaca setelah Subuh
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini lantaran Allah ta'âlâ.”
Puasa sebelum Idul Adha: Arafah
Umat muslim juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah Arafah. Berikut beberapa perihal yang perlu diketahui terlebih dahulu:
Mengenal puasa Arafah
Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah, ialah 9 Dzulhjjah, tepat satu hari menjelang Idul Adha. Puasa ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji, Bunda.
Keutamaan puasa Arafah
Puasa Arafah mempunyai satu keistimewaan yang sangat besar, ialah dihapuskan dosanya setahun yang lampau dan setahun yang bakal datang. Ini sejalan dengan sebuah sabda yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah Al Anshari RA, yan bersuara sebagai berikut:
“Dan Rasulullah SAW ditanya tentang berpuasa di hari Arafah. Maka, Rasulullah bersabda, ‘Puasa ini dapat menebus dosa setahun yang telah lampau dan setahun yang bakal datang.” (HR. Imam Muslim)
Jadwal dan waktu puasa Arafah
Dari keputusan sidang isbat yang telah diselenggarakan oleh Kemenag RI, Bunda dapat melaksanakan puasa Arafah pada 26 Mei 2026.
Bacaan niat puasa Arafah yang dibaca malam hari
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnati Arafah lillâhi ta'âlâ
Artinya :
“Aku beriktikad puasa sunnah Arafah besok hari lantaran Allah SWT.”
Bacaan niat puasa Arafah yang dibaca setelah Subuh
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini lantaran Allah ta'âlâ.”
Nah, itulah beberapa perihal yang dapat Bunda ketahui mengenai puasa sebelum salat Idul Adha. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·