Perencanaan kehamilan tak hanya soal kesiapan mental dan finansial, tetapi juga mempersiapkan kondisi kesehatan calon ibu. Pasalnya, masalah kesehatan sebelum mengandung rupanya bisa memengaruhi perkembangan anak setelah lahir, Bunda.
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa aspek spesifik dalam kesehatan ibu memainkan peran besar dalam menentukan perkembangan anaknya. Studi yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open ini menunjukkan bahwa kesehatan jantung ibu memengaruhi lingkungan tempat bayi berkembang, yang pada gilirannya memengaruhi perkembangan otak dan perilaku hingga bertahun-tahun kemudian.
"Apa yang terjadi selama kehamilan mempunyai akibat seumur hidup, tidak hanya bagi ibu, tetapi jelas juga bagi anaknya," kata kepala kesehatan jantung wanita di Northwell Health's Central Region dan the Katz Institute for Women's Health, Dr. Evelina Grayver, dilansir laman New York Post.
"Hasil (studi ini) sama sekali tidak mengejutkan saya,. Sebenarnya sangat menggembirakan bahwa kita akhirnya sampai pada titik di mana kita betul-betul dapat mengenalinya."
Dalam studi ini, lebih dari 8.000 ibu dinilai kesehatan jantungnya berasas pola makan, kegiatan fisik, kebiasaan merokok, tidur, indeks massa tubuh, lipid darah (yaitu kolesterol), glukosa (yaitu akibat diabetes), dan tekanan darah. Mereka dikelompokkan ke dalam golongan dengan kesehatan kardiovaskular tinggi, sedang, alias rendah.
Dari para ibu dengan kesehatan jantung yang baik, hanya 8,8 persen yang mempunyai anak dengan keterlambatan perkembangan pada usia 4 tahun. Angka tersebut nyaris dua kali lipat (16,8 persen) untuk para ibu dengan kesehatan jantung yang buruk.
"Mereka yang mempunyai kesehatan kardiovaskular rendah mempunyai peningkatan akibat keterlambatan perkembangan sebesar 62 persen, yang menunjukkan bahwa kesehatan jantung ibu mungkin memainkan peran yang sangat krusial dalam membentuk hasil perkembangan neurologis jangka panjang," ungkap Grayver.
Kesehatan jantung yang jelek dikaitkan dengan keterlambatan dalam beragam aspek perkembangan, seperti komunikasi, motorik kasar (gerakan seluruh tubuh), motorik lembut (gerakan tangan dan jari), keahlian pemecahan masalah, dan keahlian personal-sosial.
"Ketika seseorang tidak dalam kondisi kesehatan kardiovaskular yang optimal, mereka berisiko jauh lebih tinggi mengalami hasil kehamilan yang buruk, seperti preeklamsia, hipertensi gestasional, kelahiran prematur spontan, yang tidak memberikan waktu yang cukup bagi anak untuk berkembang," ujar Grayver.
Perlu diketahui, jantung ibu mengandung yang sehat dapat mengalirkan darah dengan lebih baik ke plaseta. Organ plasenta ini berfaedah untuk mentransfer oksigen dan nutrisi ke janin yang sedang berkembang, Bunda.
"Mengoptimalkan kesehatan jantung wanita sebelum dan selama kehamilan mungkin merupakan salah satu kesempatan paling awal yang kita miliki untuk memengaruhi hasil kesehatan seumur hidup bagi ibu dan anak," kata Grayver.
Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa kesehatan jantung ibu yang jelek dapat berakibat besar pada persalinan, seperti meningkatkan akibat preeklamsia dan operasi caesar yang tidak direncanakan. Tak hanya itu, anak-anak usia 10-14 tahun yang lahir dari ibu dengan kondisi jantung juga menunjukkan kondisi serupa bertahun-tahun setelahnya.
Tips menjaga kesehatan jantung
Persiapan kehamilan yang matang bisa menjadi salah satu langkah mencegah komplikasi penyakit jantung. Menurut Grayver, 80 persen masalah mengenai kardiovaskuler bahkan dapat dicegah sebelum hamil.
"Kardiologi cukup sederhana, 80 persen penyakit kardiovaskular dapat dicegah, dan 20 persen di antaranya berkarakter genetik," ungkap Grayver.
"Mengetahui genetika sebelum mengandung itu penting, tetapi menyadari kebenaran bahwa 80 persen di antaranya dapat dicegah, menjadi sangat penting, tidak hanya untuk kesehatan ibu, tetapi juga untuk perkembangan anak-anak mereka."
Ada 3 langkah yang dapat Bunda lakukan untuk meminimalkan akibat penyakit jantung pada kehamilan, yakni:
- Perhatikan pola makan. Cobalah untuk mengikuti pola makan Mediterania yang sehat sebisa mungkin, dengan mengonsumsi lebih banyak ikan dan daging tanpa lemak, sayuran, buah-buahan, minyak zaitun, serta lebih sedikit daging merah.
- Lakukan kegiatan fisik, setidaknya 30 menit sehari, dengan gelombang lima hari dalam seminggu.
- Berikan tubuh waktu tidur dan rehat yang cukup, setidaknya 7 hingga 8 jam sehari.
"Begitulah semestinya seorang wanita muda yang berencana untuk menjadi seorang ibu dan sedang merencanakan kehamilan memandang langkah mengoptimalkan kesehatan kardiovaskularnya," ujar Grayver.
Demikian studi terbaru yang mengungkap kondisi medis sebelum ibu mengandung yang dapat memengaruhi perkembangan anak di masa depan. Semoga info ini berfaedah ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·