Bunda, obat penurun berat badan yang sedang terkenal belakangan ini kembali menjadi sorotan. Selain dikenal membantu menurunkan berat badan, obat golongan GLP-1 receptor agonist (GLP-1 RA) disebut-sebut mempunyai faedah lain, ialah kemungkinan menurunkan akibat kanker payudara.
Obat seperti semaglutide dan obat sejenisnya awalnya dikembangkan untuk membantu penderita glukosuria jenis 2 mengontrol gula darah. Namun, lantaran efeknya yang dapat mengurangi nafsu makan dan membantu penurunan berat badan, obat ini kemudian banyak digunakan dalam terapi obesitas.
Lantas, benarkah obat penurun berat badan bisa melindungi wanita dari kanker payudara?
Kaitan obat GLP-1 dengan akibat kanker payudara
Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam JCO Oncology Practice pada 2026 menemukan adanya hubungan antara penggunaan obat GLP-1 dengan nomor kejadian kanker tetek yang lebih rendah pada perempuan.
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Pennsylvania ini menganalisis informasi lebih dari 111 ribu wanita usia 45–80 tahun yang menjalani pemeriksaan payudara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan obat GLP-1 mempunyai kemungkinan lebih rendah mengalami kanker tetek dibandingkan wanita yang tidak menggunakan obat tersebut.
Dalam kajian lanjutan dengan memperhitungkan aspek seperti usia, indeks massa tubuh (BMI), kepadatan payudara, dan riwayat glukosuria jenis 2, penggunaan GLP-1 tetap dikaitkan dengan penurunan kejadian kanker payudara. Peneliti menemukan hubungan penurunan akibat sekitar 30 persen pada golongan pengguna obat GLP-1.
Meski hasilnya menarik, Bunda perlu memahami bahwa penelitian ini tetap berkarakter observasional. Artinya, penelitian hanya menemukan hubungan, bukan membuktikan bahwa obat GLP-1 secara langsung dapat mencegah kanker payudara.
Para peneliti menyebut tetap diperlukan penelitian lanjutan berupa uji klinis untuk memastikan apakah pengaruh tersebut betul-betul berasal dari obat alias dipengaruhi oleh penurunan berat badan dan perubahan style hidup pengguna.
Mengapa berat badan berasosiasi dengan kanker payudara?
Salah satu argumen kenapa obat penurun berat badan menarik perhatian peneliti adalah lantaran obesitas memang diketahui berangkaian dengan peningkatan akibat kanker payudara.
Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC), kelebihan berat badan dan obesitas berasosiasi dengan peningkatan akibat beberapa jenis kanker, termasuk kanker tetek pada wanita setelah menopause.
Hal ini lantaran jaringan lemak bukan hanya tempat penyimpanan energi, tetapi juga berkedudukan dalam produksi hormon estrogen. Pada wanita setelah menopause, sebagian estrogen tubuh diproduksi oleh jaringan lemak. Kadar estrogen yang lebih tinggi dapat memengaruhi pertumbuhan beberapa jenis kanker tetek yang sensitif terhadap hormon.
Selain itu, obesitas juga berangkaian dengan peradangan kronis dan gangguan metabolisme insulin yang dapat memengaruhi perkembangan sel kanker.
Apakah obat GLP-1 memang mempunyai pengaruh antikanker?
Para intelektual tetap mencari jawabannya. Ada beberapa kemungkinan kenapa obat GLP-1 dapat berangkaian dengan akibat kanker yang lebih rendah.
Pertama, obat ini membantu menurunkan berat badan. Berkurangnya lemak tubuh dapat membantu menurunkan kadar estrogen dan memperbaiki kondisi metabolisme.
Kedua, obat GLP-1 membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Kadar insulin yang tinggi dalam tubuh diketahui dapat berangkaian dengan pertumbuhan beberapa jenis sel kanker.
Ketiga, beberapa penelitian juga sedang memandang kemungkinan pengaruh GLP-1 terhadap peradangan dan sistem imun tubuh.
Namun, belum diketahui secara pasti apakah faedah tersebut berasal langsung dari obat alias hanya akibat perubahan berat badan yang terjadi setelah penggunaan obat.
Sebelum diteliti mengenai kemungkinan manfaatnya, para intelektual juga telah mengevaluasi keamanan obat GLP-1 terhadap akibat kanker. Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism pada 2021 menganalisis beragam uji klinis mengenai penggunaan GLP-1 receptor agonist.
Penelitian yang dipimpin oleh Giovana Fagundes Piccoli dan tim tersebut tidak menemukan bukti bahwa obat GLP-1 meningkatkan akibat kanker payudara. Hasil penelitian ini menjadi salah satu dasar bahwa obat GLP-1 tidak menunjukkan sinyal peningkatan akibat kanker tetek dalam penggunaan klinis yang telah diteliti.
Jadi, apakah obat diet bisa mencegah kanker payudara?
Untuk saat ini, jawabannya adalah belum bisa dikatakan demikian, Bunda.
Obat penurun berat badan bukan obat pencegah kanker. Penggunaannya tetap kudu berasas rekomendasi dokter, terutama lantaran obat ini mempunyai pengaruh samping yang perlu diperhatikan, seperti mual, muntah, gangguan pencernaan, hingga akibat gangguan kantung empedu pada sebagian orang.
Menggunakan obat hanya untuk tujuan mencegah kanker tanpa indikasi medis tidak dianjurkan.
Meski penelitian tentang obat GLP-1 tetap berkembang, ada beberapa langkah yang sudah terbukti membantu menjaga kesehatan payudara:
menjaga berat badan tetap sehat,rutin melakukan kegiatan fisik,mengonsumsi makanan bergizi seimbang,tidak merokok,membatasi konsumsi alkohol,melakukan pemeriksaan tetek secara rutin.
Jadi, Bunda, obat penurun berat badan memang membuka kesempatan baru dalam penelitian kanker. Namun saat ini, obat tersebut belum dapat menggantikan pencegahan utama kanker payudara.
Menjaga pola hidup sehat dan melakukan penemuan awal tetap menjadi langkah paling krusial untuk melindungi kesehatan payudara.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·