Banyak wanita mengalami robekan serius perineum saat melahirkan, terutama ketika persalinan anak pertama. Robekan ini terjadi ketika kulit dan otot di area perineum meregang dan robek saat bayi dilahirkan.
Sebagian besar robekan terjadi di perineum, ialah area antara lubang memek dan anus. Selama persalinan, area perineum meregang untuk memungkinkan bayi lahir.
Kasus peningkatan akibat robekan perineum rupanya naik di beberapa negara, salah satunya di Inggris. Menurut informasi NHS Inggris, wanita di Inggris berada pada akibat tertinggi mengalami cedera serius saat melahirkan sejak pencatatan dimulai pada tahun 2020.
Angka kejadian robekan paling serius saat melahirkan meningkat menjadi 31,1 dari setiap 1.000 pada bulan Januari, Februari, dan Maret 2026. Angka itu masuk kategori tertinggi sejak pemantauan dimulai pada tahun 2020.
Tak hanya itu, Bunda. Angka kejadian perdarahan pasca persalinan pada wanita di Inggris juga meningkat selama tahun 2025 menjadi 31,2 per 1.000 kelahiran.
"Di kembali statistik ini terdapat wanita yang mengalami trauma yang tak terbayangkan, memerlukan operasi dan dalam banyak kasus berbulan-bulan alias apalagi bertahun-tahun untuk pemulihan. Beberapa di antaranya tidak bakal pernah pulih sepenuhnya," kata ahli bicara kesehatan dari Partai Liberal Democrat, Helen Morgan, dilansir The Guardian.
"Berita ini menunjukkan bahwa kita perlu memperlakukan jasa persalinan sebagai krisis nasional. Kita tidak bakal membalikkan tren rawan dan tidak dapat diterima ini sampai kita menjadikan keselamatan sebagai prioritas."
Secara data, nomor kejadian robekan perineum derajat ketiga dan keempat di Inggris telah meningkat menjadi 31,1 per 1.000, dari 25 per 1.000 ketika nomor tersebut pertama kali dipublikasikan pada Juni 2020.
Angka kejadian perdarahan pasca persalinan, yang melibatkan kehilangan 1,5 liter darah, juga meningkat selama periode tersebut, dari 25,6 per 1.000 menjadi 31,65 per 1.000 tahun lalu. Angka tersebut sedikit lebih rendah jika dibandingkan informasi pada awal tahun 2026, ialah 31,2 per 1.000.
Menurut kepala pelaksana Birth Trauma Association, Dr. Kim Thomas, ibu yang lebih tua dan wanita Asia lebih rentan mengalami robekan saat melahirkan. Selain itu, peningkatan akibat juga dapat terjadi pada proses persalinan yang menggunakan forcep.
"Penggunaan forsep yang luar biasa umum oleh NHS untuk membantu persalinan, juga dapat berfaedah lebih banyak cedera terjadi," ungkap Thomas.
Menurut ulasan di Journal of Midwifery and Nursing tahun 2024, informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2020 menunjukkan bahwa 2,7 juta kasus ruptur perineum terjadi pada wanita yang sedang melahirkan. Pada tahun 2050, kasus ini diperkirakan mencapai 6,3 juta.
Peningkatan tersebut dapat dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang perawatan kebidanan yang baik dalam mencegah ruptur perineum.
Apa itu robekan perineum?
Kasus robekan perineum sering dijumpai pada ibu yang melahirkan. Robekan perineum adalah cedera pada kulit alias otot di antara memek dan anus, Bunda. Melansir dari Pregnancy Birth Baby, sekitar 8 dari 10 wanita bakal mengalami robekan perineum dalam beragam corak saat melahirkan secara pervaginam.
Robekan perineum diberi derajat dari 1 hingga 4, tergantung pada tingkat keparahan dan jaringan mana yang terkena. Berikut penjelasan mengenai derajat robekan menurut ulasan di laman United Lincolnshire Hospitals NHS Trust:
- Derajat pertama: Ini biasanya berupa robekan mini di permukaan kulit yang biasanya sembuh secara alami.
- Derajat kedua: Robekan ini lebih dalam dan memengaruhi otot perineum dan biasanya memerlukan jahitan.
- Derajat ketiga: Pada beberapa perempuan, robekan mungkin lebih dalam dan melibatkan otot yang mengontrol anus (anal sphincter).
- Derajat empat: Robekan meluas lebih jauh ke lapisan anus alias rektum.
Faktor penyebab robekan perineum
Ada beberapa aspek yang dikaitkan sebagai penyebab robekan perineum, yakni:
- Kehamilan pertama
- Perempuan berasal dari latar belakang Asia Tenggara
- Bunda mempunyai riwayat robekan perineum derajat ketiga alias keempat
- Bayi mempunyai berat lebih dari 4 kilogram (kg) alias berada dalam posisi punggungnya menempel di punggung ibu (posterior)
- Bahu bayi tersangkut saat persalinan
- Bunda memerlukan forsep alias instrumen lain untuk membantu persalinan
Cara meminimalkan akibat terjadinya robekan perineum
Robekan perineum dapat diminimalkan risikonya, Bunda.Pada tahap akhir kehamilan, latihan otot dasar panggul secara teratur dan pijatan perineum mulai dari minggu ke-35 dapat membantu mencegah cedera perineum.
Sebaiknya Bunda juga berbincang dengan perawat alias master tentang aspek risiko. Tanyakan tentang strategi yang dilakukan rumah sakit alias pusat persalinan untuk menurunkan kemungkinan terjadinya robekan serius.
Demikian serba-serbi tentang robekan serius saat melahirkan, serta langkah mencegahnya. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·