Sahabat Nabi Dan Ulama Gambarkan Betapa Mengerikannya Kematian

Jan 20, 2026 06:16 PM - 4 bulan yang lalu 131493

Kincai Media ,JAKARTA -- Kematian bukan sekadar peristiwa yang mengakhiri kehidupan, melainkan sebuah realita luar biasa yang semestinya terus diingat oleh setiap manusia. Sejumlah sahabat Nabi Muhammad SAW dan ustadz salaf menggambarkan sungguh mengerikannya kematian sebagai pengingat agar manusia tidak terbuai oleh kesenangan dunia.

Rasulullah SAW sendiri berulang kali mengingatkan umatnya untuk memperbanyak mengingat kematian, lantaran dia bisa melenyapkan kelezatan bumi dan menyadarkan manusia bakal kehidupan akhirat.

Imam Abu Laits As-Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin menuliskan bahwa sahabat Rasulullah SAW berjulukan Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu anhu meriwayatkan, "Nabi Muhammad SAW memandang orang-orang sedang tertawa, beliau lantas bersabda: Seandainya Anda banyak mengingat sesuatu yang melenyapkan kelezatan-kelezatan, niscaya Anda bakal melalaikan diri dari apa yang saya lihat."

"Kemudian Rasulullah SAW bersabda: Banyak-banyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan kelezatan-kelezatan, ialah mati. Kemudian beliau bersabda: Sesungguhnya kubur itu merupakan salah satu dari taman-taman surga alias salah satu dari jurang-jurang neraka."

Umar bin Khattab berbicara kepada Ka'ab, "Wahai Ka'ab, ceritakanlah kepada kami tentang mati.”

Ka'ab berkata, “Sesungguhnya meninggal itu seumpama pohon duri yang dimasukkan ke dalam perut manusia, lantas setiap duri itu mengait dengan urat, kemudian ditarik oleh seseorang yang sangat kuat, kemudian terputuslah urat yang bisa putus dan tersisalah apa yang tidak bisa putus."

Disebutkan dari Sufyan Ats-Tsauri bahwasanya jika dia sedang mengingat mati, maka dia tidak bisa melakukan apa-apa selama berhari-hari, dan andaikan ditanya tentang sesuatu, dia menjawab, “Aku tidak tahu, saya tidak tahu.”

Al-Hakim berkata, “Tiga perihal yang sama sekali tidak boleh dilupakan oleh orang yang berakal, ialah ketidakkekalan bumi dengan segala pergolakannya, mati, dan musibah yang dia tidak bakal selalu kondusif daripadanya.”

Hatim Al-Asham berkata, “Ada empat perihal yang tidak diketahui kadar (nilainya) selain oleh empat orang, ialah nilai masa muda yang tidak diketahui selain oleh orang tua, nilai keselamatan tidak diketahui selain oleh orang yang sedang ditimpa musibah, nilai kesehatan tidak diketahui selain oleh orang yang sakit, dan nilai hidup tidak diketahui selain oleh orang yang sudah mati.”

Selengkapnya