Sentimen Kripto Terburuk Sepanjang Sejarah? Analis Buka Suara

Apr 13, 2026 02:01 PM - 6 hari yang lalu 7382

Kincai Media – Analis mata duit digital terkenal asal Belanda, ialah Michaël van de Poppe memberikan pernyataan yang memicu perdebatan di organisasi setelah menyebut kondisi pasar. Dalam pembaruan di platform X, dia menyebut saat ini sebagai salah satu yang paling jelek dari sisi sentimen.

Dalam komentarnya, van de Poppe menyoroti adanya ketidaksesuaian antara perkembangan ekosistem mata duit digital dan pergerakan harga.

“Banyak protokol terus tumbuh dan menghasilkan pendapatan, tetapi perihal itu belum tercermin dalam valuasi token. Ini tidak bakal bertahan,” ungkap Poppe.

Pernyataan tersebut muncul saat Bitcoin bergerak di kisaran US$ 71.000 – US$ 73.000, dengan perubahan harian yang cukup tajam. Dalam satu sesi perdagangan, nilai sempat bergerak lebih dari 3 persen, mencerminkan kondisi pasar yang aktif namun tanpa arah yang jelas. Situasi seperti ini sering terjadi saat likuiditas menipis, terutama di akhir pekan, sehingga pergerakan nilai menjadi lebih mudah berubah.

Di kembali volatilitas tersebut, tekanan utama pasar tetap berasal dari aspek makro. Ketidakpastian geopolitik, perubahan ekspektasi suku bunga, hingga hubungan dengan saham teknologi membikin nilai mata duit digital lebih sensitif terhadap sentimen global. Akibatnya, proses price discovery menjadi rapuh, dengan pergerakan yang mudah dipengaruhi oleh buletin jangka pendek.

Baca Juga: Bitcoin Jadi Alat Bayar Minyak? Ini Rencana Besar Iran

Meski demikian, gambaran sentimen tidak sepenuhnya negatif. Indeks Crypto Fear & Greed saat ini berada di level 44, yang menunjukkan kondisi netral. Artinya, pasar memang berhati-hati, tetapi belum memasuki fase panik alias kapitulasi penuh.

Yang menarik, informasi on-chain justru menunjukkan kegiatan yang tetap kuat. Nilai total terkunci (TVL) di sektor DeFi tetap mendekati US$ 95 miliar, sementara kapitalisasi stablecoin berada di atas US$ 300 miliar. Volume perdagangan di DEX dan derivatif juga tetap tinggi.

Salah satu contoh nyata datang dari Aave, yang mencatat pendapatan nyaris US$ 200 juta pada kuartal pertama 2026. Di saat yang sama, pengembangan jenis terbaru platform tetap terus berjalan.

Dari sisi institusi, tren juga belum menunjukkan pelemahan. Perusahaan besar tetap melakukan akumulasi Bitcoin, sementara lembaga finansial tradisional mulai memperluas akses ke aset kripto. Bahkan, beberapa perusahaan sekuritas besar dilaporkan tengah menyiapkan jasa perdagangan langsung untuk Bitcoin dan Ethereum.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya