Di era evolusi teknologi saat ini, penggunaan AI (Artificial Intelligence) tentu bukanlah hal baru lagi. Hampir semua orang pasti pernah seenggaknya sekali menggunakan AI seperti Chat GPT, Gemini, Claude, dan beragam bentuk lainnya. Enggak terkecuali mahasiswa, berapa banyak tugas yang sudah Anda kerjakan dengan pertolongan AI? Pasti enggak terhingga, kan?
Secara garis besar, memang mempermudah hidup kita dan menaikkan kreativitas secara umum. Namun sebagai mahasiswa, apakah AI benar-benar membantu kita produktif? Atau justru membikin kita malas berpikir? Yuk, simak akibat positif dan negatif AI bagi mahasiswa!
Baca Juga: 10 Perbedaan Jurnal dan Artikel yang Mahasiswa Wajib Pahami!
Apa itu AI (Artificial Intelligence)

Artificial Intelligence (AI) yang sering disebut sebagai kecerdasan buatan merupakan simulasi kecerdasan manusia yang dibantu dengan teknologi. Singkatnya, AI merupakan teknologi yang melatih mesin untuk bekerja dengan metode manusia bekerja.
Teknologi AI mencapai puncak booming maupun ketenarannya pada tahun 2022 yang ditandai dengan peluncuran Chat GPT dan Midjourney yang dapat diakses secara umum.
Hingga saat ini, AI sudah berkembang dalam beragam bentuk, seperti Chat Gpt, Gemini AI, Claude, dan beragam jenis AI lainnya.
Penggunaan AI pun masif digunakan oleh beragam kalangan termasuk mahasiswa. Umumnya mahasiswa menggunakan AI untuk mengerjakan tugas kuliahnya. Kamu tim Chat GPT, Gemini AI, maupun AI lainnya?
Dampak Positif Penggunaan AI bagi Mahasiswa
Sumber : Pexels
Penggunaan AI (Artificial Intelligence) tidak dapat dipungkiri dapat membantu keseharian kita, terlebihlagi sebagai mahasiswa. Berikut merupakan beberapa akibat positif penggunaan AI bagi mahasiswa:
1. AI Sebagai Teman Diskusi Ide (Brainstorming)
Dalam bumi perkuliahan, seringkali mahasiswa mendapatkan project yang membutuhkan ide-ide baru untuk diterapkan ke dalam project tersebut. Dalam hal ini, AI menjadi salah satu tools yang bisa sangat membantu mahasiswa untuk mengembangkan ide yang tadinya sederhana, menjadi lebih kompleks dan detail.
Selain itu, AI juga bisa digunakan untuk meminta saran mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memulai suatu project.
Jika Anda bingung mau mulai suatu tugas maupun project darimana, boleh amat nanya AI agar Anda dikasih runtutan maupun alur pengerjaannya, jadi Anda enggak perlu pusing mikir sendiri!
2. AI Sebagai Asisten Belajar
Saat ini, fitur AI sudah sangat mendukung mahasiswa dalam pembelajaran. Sebagai contoh, ada fitur AI yang bisa digunakan untuk mencatat dan meringkas secara otomatis semua klarifikasi dosen. Bahkan, AI bisa meringkas PPT yang isinya tebal menjadi berita singkat yang jauh lebih gampang dipelajari.
Di musim ujian, Anda cukup bisa memasukkan PPT dari dosen, dan AI bisa membuatkanmu simulasi cobaan yang pastinya membantu Anda menghadapi cobaan sesungguhnya. Kamu tinggal personalisasikan prompt yang sesuai, misalnya “Buatkan simulasi soal cobaan pilihan ganda” maupun “Buatkan simulasi cobaan essay untuk mata kuliah tertentu”. Sangat membantu, bukan?
3. AI Mendukung Research/Penelitian Akademik
Sebagai mahasiswa, riset akademik pasti akan menjadi makanan sehari-hari, khususnya bagi mahasiswa semester akhir.
AI dapat membantu menganalisis keterangan dalam jumlah besar (big data), sehingga mempermudah dan mempersingkat waktu pengerjaan research terutama di jurusan-jurusan yang banyak menggunakan big data.
AI juga membantu mahasiswa akhir dalam berbuat penelitiannya baik kualitatif maupun kuantitatif sehingga menaikkan efisiensi waktu.
Yang dulunya mesti mencari rujukan seharian di perpustakaan, kini cukup luangkan waktu beberapa jam saja. Tapi, AI bisa saja bias dan salah memberikan informasi, jadi jangan lupa crosscheck ya!
4. Personalisasi Kegiatan Belajar
Beberapa AI saat ini sudah memiliki fitur personalisasi pembelajaran, dimana AI akan mengikuti ritme belajarmu dan menyediakan metode pembelajaran yang cocok untukmu. Metode ini dapat berbeda di setiap user, AI membantu individu sesuai dengan kebutuhan dan corak belajarnya masing-masing.
Misalnya dari segi kebahasaan, AI milikmu bisa saja memiliki bahasa yang berbeda ketika menjawab pertanyaan dibandingkan AI milik temanmu. Jadi, jangan heran jika Anda merasa ganjil jika memakai AI temanmu, karena AI mengikuti preferensi pemiliknya!
Baca Juga: Sering Pakai ChatGPT? Ini yang Perlu Kamu Tahu soal ‘PandAI’ dari OpenAI
Dampak Negatif Penggunaan AI bagi Mahasiswa

Jika tadi kita sudah membahas akibat positif AI, tentunya tidak bisa dipungkiri bahwa AI dalam beberapa hal rupanya membawa akibat negatif khususnya pada mahasiswa. Berikut adalah akibat negatif penggunaan AI bagi mahasiswa:
1. Ketergantungan Dengan Teknologi AI
Dampak negatif yang dihasilkan dari pemakaian AI yang terlalu masif enggak lain adalah kecemasan akan terjadinya ketergantungan terhadap teknologi khususnya AI. Penggunaan AI terlalu sering membikin kita jadi malas berpikir berdikari karena sudah ada AI yang membantu kita ‘berpikir’.
Sebagai mahasiswa, saat ini kita sangat sangat dimudahkan oleh AI dalam segala hal, dari mencari jurnal hingga brainstorming ide, semua dalam dilakukan cuma dalam hitungan menit. Hal ini membikin kita terbiasa akan sesuatu yang instan dan cenderung menghalangi kapasitas berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah.
2. Berkurangnya Kreativitas Sebagai Mahasiswa
Masih berhubungan dengan poin pertama, ketika mahasiswa terlalu masif menggunakan AI, kapasitas berpikir imajinatif mahasiswa cenderung ‘disimpan’ dan diambil alih oleh AI, sehingga mahasiswa siap terima jadi saja. Memang kelihatan membantu produktifitas dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang, skill dan daya cipta mahasiswa bisa saja akan tumpul karena jarang diasah.
AI umumnya membantu memberikan solusi yang repetitif dan enggak mendorong mahasiswa untuk berpikir out of the box, jadi jika Anda sering pakai AI untuk brainstorming, jangan ditelan mentah-mentah yaa! Tetap tambah ide dari dirimu sendiri agar kreativitasmu statis terasah!
3. Bias dan Halusinasi karena AI Bisa Salah
Kesalahan terbesar mahasiswa saat menggunakan AI adalah percaya mentah-mentah apa yang dikatakan AI. AI cenderung memberi pengesahan dan menyenangkan hati penggunanya. Jadi, ia akan berbuat beragam metode untuk bisa mendapatkan balasan sesuai dengan keinginanmu.
Misalnya, jika Anda mau mencari jurnal tentang komunikasi, terkadang AI bisa memberikan jurnal fiksi yang dikarang sendiri, jadi Anda statis mesti cross check yaa! Jangan langsung percaya AI dan mesti statis kritis!
4. Menurunnya Budaya Literasi dan Membaca pada Mahasiswa
Seperti yang kita tahu, tingkat literasi Indonesia dari dasarnya memang sudah rendah, ditambah lagi dengan penggunaan AI yang terlalu masif khususnya di ranah mahasiswa, dapat membikin mahasiswa menemukan jurnal, artikel, maupun literatur yang ia butuhnya melalui AI tanpa mesti membacanya.
Sekali lagi, dalam hal ini AI memang memangkas waktu dan menawarkan efisiensi pekerjaan dalam jangka pendek. Namun dalam jangka panjang, akibat yang dihasilkan sangat krusial, penurunan minat literasi pada mahasiswa akan berakibat ke penyebaran hoaks, hingga penerimaan keterangan yang enggak sah tanpa cross check.
Apakah Kita Perlu Berhenti Menggunakan AI?

Tentu enggak, AI statis sangat berguna dan membantu pekerjaan kita khususnya mahasiswa dalam hayat perkuliahan, namun penggunaannya sendiri mesti bijak dan sesuai kebutuhan.
Jangan sampai, AI membikin kita malas berpikir dan malah bersandar sepenuhnya pada AI. Penggunaan AI dengan bijak dan secukupnya statis sangat diwajarkan dan dianjurkan untuk membantu kreativitas sehari-hari. Jika Anda perlu, silahkan gunakan. Tapi, jika statis bisa di handle sendiri, yuk coba balik asah daya cipta sebelum nanya AI!
—
Nah, itu tadi akibat positif dan negatif penggunaan AI oleh mahasiswa dalam bumi perkuliahan. Setelah baca ini, harapannya Anda bisa jadi lebih bijak dalam menggunakan AI ya! Ngomong-ngomong soal AI, Anda punya aplikasi AI favorit gak? Kalau punya, Spill dong!
Baca Juga: 5 Website Tes Minat Bakat Gratis yang Bisa Bantu Menentukan Karier
Mau tahu lebih banyak hal menarik lainnya? Yuk, join grup WhatsApp Girls Beyond Circle untuk tahu banyak hal menarik lainnya!
Hai semuanya! Aku Nisa, penulis artikel ini sekaligus mahasiswa yang statis pakai AI juga kok buat nyari ide! Let’s Connect on Instagram/LinkedIn, siapa tau bisa sharing ide bareng!