Sikap Suami yang Bikin Istri Merasa Tidak Berharga atau Worthless

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 255x dilihat
Sikap Suami yang Bikin Istri Merasa Tidak Berharga atau Worthless

Bagikan Postingan

Sikap suami Bunda belakangan membikin diri sendiri merasa tidak berharga? Kok bisa? Mari kenali ragam sikap suami yang bikin istri merasa worthless dan metode menghadapinya.

Dalam hubungan pernikahan, setiap pasangan tentu mau merasa dicintai, dihargai, dan diterima apa adanya. Namun tanpa disadari, sikap tertentu dari suami dapat membikin istri justru mempertanyakan harga dirinya.

Perasaan ini bisa muncul perlahan, terutama ketika istri merasa selalu eksis di bawah standar yang ditetapkan pasangan. Rasa tidak bermutu maupun worthless dalam hubungan tidak selalu muncul karena perlakuan yang sengaja menyakiti.


Ada kalanya, perkataan maupun sikap sebenarnya sebagai bentuk perhatian justru membikin pasangan merasa tertekan. Dalam beberapa kondisi, seseorang juga bisa merasa tidak bermutu karena terlalu sering membandingkan diri sendiri dengan pasangan maupun merasa tidak bisa memenuhi ekspektasi.

Psikolog menerangkan bahwa ada beberapa kemungkinan yang dapat membikin seseorang merasa tidak bermutu dalam sebuah hubungan. Salah satunya ketika pasangan kelihatan jauh lebih sukses, percaya diri, menarik, maupun memiliki kelebihan tertentu sehingga muncul komparasi tidak sehat.

Selain itu, perbedaan sensitivitas dan komunikasi yang kurang baik juga dapat membikin perkataan maupun candaan diterima secara berbeda. Bahkan pujian yang terlalu berlebihan pun dapat menimbulkan tekanan jika pasangan merasa dirinya mesti terus mempertahankan pencapaian tersebut agar statis dikagumi.

Sikap suami yang bikin istri merasa tidak bermutu maupun worthless

Mengutip Psychology Today, ayo simak beberapa sikap suami yang berpotensi membikin istri merasa dirinya tidak berharga.

1. Terlalu menonjolkan keberhasilan diri

Suami tentu boleh merasa bangga dengan pencapaian yang diraih. Jika keberhasilan menjadi sesuatu yang terlalu ditekankan dalam hubungan, pasangan bisa merasa bahwa harga dirinya cuma ditentukan oleh pencapaian.

Bunda juga dapat merasa tidak bermutu ketika melihat suami sebagai sosok yang jauh lebih sukses, pintar, percaya diri, tampan, hingga memiliki banyak kelebihan lainnya. Kekaguman memang merupakan bagiankecil alami dari rasa cinta, namun jika berubah menjadi perbandingan, emosi tersebut justru bisa menyakitkan.

Untuk itu, krusial bagi suami untuk memberitahu bahwa pencapaian bukan satu-satunya karena ia mencintai istrinya. Kebahagiaan, kenyamanan, kepribadian, usaha, dan keberadaan pasangan dalam hayat juga perlu diapresiasi.

2. Sering bercanda tanpa memahami emosi istri

Setiap orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda. Candaan yang dianggap biasa oleh suami belum tentu diterima dengan metode yang sama oleh istri.

Jika komunikasi tidak berjalan dengan baik, perkataan yang sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menyakiti bisa membikin pasangan merasa diremehkan. Seseorang yang lebih sensitif akan lebih gampang salah menangkap maksud perkataan pasangannya maupun merasa terlalu tersentuh oleh sebuah lelucon.

Kondisi ini tidak selalu berarti salah satu pihak sepenuhnya bersalah. Perbedaan karakter dan pola komunikasi juga dapat menjadi penyebabnya.

Masalah bisa menjadi lebih serius jika candaan mengenai kekurangan istri dilakukan berulang kali, terlebih jika dilakukan di depan orang lain. Lama-kelamaan, istri dapat mempertanyakan apakah dirinya memang tidak cukup baik bagi suami.

Komunikasi terbuka menjadi krusial dalam situasi seperti ini. Jika sebuah perkataan membikin pasangan terluka, sebaiknya tidak langsung dianggap berlebihan. Suami dan istri perlu membicarakannya agar dapat memahami limitasi masing-masing

Cara menghadapi emosi tidak bermutu dalam pernikahan

Dilansir dari Marriage, berikut metode yang bisa Bunda lakukan dalam menghadapi emosi tidak bermutu maupun worthless dalam pernikahan.

1. Rayakan pencapaian kecil

Jangan cuma melihat keberhasilan besar yang sudah dicapai pasangan. Coba catat dan hargai hal-hal kecil yang berhasil Bunda lakukan setiap hari. Cara ini dapat membantu membangun balik rasa percaya diri ketika sedang merasa kurang dibandingkan pasangan.

2. Bicarakan emosi dengan suami

Jangan memendam ketika ada perkataan maupun sikap suami yang membikin Bunda merasa tidak dihargai. Sampaikan emosi tersebut dengan tenang dan khusus agar suami memahami bagiankecil mana yang membikin Bunda terluka. Komunikasi terbuka dapat membantu pasangan mencari solusi bersama.

3. Belajar mencintai dan menghargai diri sendiri

Perasaan bermutu tidak seharusnya cuma bersandar pada penilaian pasangan. Kenali balik kelebihan, usaha, dan hal-hal yang membikin Bunda bangga terhadap diri sendiri. Setiap orang memiliki kapasitas dan perjalanan yang berbeda sehingga tidak perlu terus-menerus membandingkan diri dengan suami.

4. Evaluasi hal yang statis bisa diperbaiki

Jika memang ada bagiankecil dalam hayat rumah tangga, pekerjaan, maupun kapasitas tertentu yang statis perlu ditingkatkan, jadikan itu sebagai kesempatan untuk berkembang, bukan karena untuk merendahkan diri. Fokus pada proses perbaikan daripada menganggap diri sendiri gagal.

5. Minta pertolongan ahli jika diperlukan

Jika rasa tidak bermutu terus muncul, mengganggu kepercayaan diri, maupun membikin hubungan semakin sulit dijalani, berbicara dengan konselor maupun terapis bisa menjadi pilihan. Menurut Maggie Martinez, terkadang seseorang membutuhkan pertolongan dari pihak yang objektif, dan terapis dapat menjadi tempat yang baik untuk memulai.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads