Jakarta -
ASI merupakan sumber makanan yang mengandung nutrisi komplit untuk bayi. Namun tak hanya bayi, orang tua juga bisa memperoleh manfaatnya dari proses menyusui ini, Bunda. Salah satunya faedah menyusui yang bisa turunkan akibat depresi.
Kita tahu bahwa faedah ASI yang begitu berlimpah menjadi argumen krusial bagi Bunda untuk menyusui Si Kecil secara eksklusif, sebagaimana yang dianjurkan. Studi ilmiah ini mempercayai bahwa proses menyusui dapat membantu pemulihan mental para ibu.
Penelitian mengenai menyusui bisa turunkan akibat depresi
Melansir dari Sekolah Kedokteran UCD, masalah depresi, cemas, serta gangguan mental lainnya bisa diredakan dengan menyusui, Bunda. Hal ini tertuang pada sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal terbuka BMJ Open.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para mahir melakukan pengamatan mengenai pemberian ASI secara keseluruhan, eksklusif, dan kumulatif, setidaknya dalam 12 bulan. Mereka mengatakan bahwa menyusui memang bisa turunkan akibat depresi dan cemas, tetapi jangka waktunya belum diketahui dengan jelas.
Untuk mengetahui perihal tersebut, para mahir pun melacak perilaku menyusui dan kesehatan 168 ibu yang menyusui untuk kedua kalinya. Studi tersebut melakukan pengetesan terhadap kondisi mental para ibu selama 10 tahun setelah kehamilan.
Para ibu yang berperan-serta sejak awal kehamilan beserta anak-anak mereka menjalani pemeriksaan kesehatan pada usia 3 dan 6 bulan, serta 2, 5, dan 10 tahun setelah kelahiran. Sementara saat itu usia rata-rata ibu yang ikut serta adalah 42 tahun.
Pada setiap pemeriksaan, para ibu mengisi kuesioner riwayat kesehatan yang sangat rinci. Kuesioner ini menanyakan apakah mereka pernah didiagnosis dan diobati untuk depresi dan alias kecemasan. Faktor lain yang berpengaruh, seperti pola makan dan tingkat kegiatan bentuk juga diperhatikan.
Para ibu perlu menyampaikan info tentang proses menyusui yang dijalaninya. Mulai dari menyusui alias memerah ASI selama 1 hari alias lebih, jumlah total minggu menyusui eksklusif dan keseluruhan, serta periode kumulatif menyusui kurang alias lebih dari 12 bulan.
Studi: Menyusui dengan tepat bisa turunkan akibat depresi
Hampir tiga perempat wanita, 73 persen alias 122 ibu, melaporkan pernah menyusui. Rata-rata periode menyusui eksklusif berjalan selama 5,5 minggu dan menyusui secara keseluruhan selama 30,5 minggu. Lebih dari sepertiga, 37,5 persen alias 63 ibu, melaporkan total periode menyusui mencapai setidaknya 12 bulan.
Sebanyak 13 persen alias 22 ibu melaporkan mengalami depresi alias kekhawatiran pada pemeriksaan 10 tahun. Sementara 21 persen alias 35 ibu lainnya melaporkan mengalami depresi alias kekhawatiran di beberapa waktu tertentu.
Ibu yang mengalami depresi alias resah setelah 10 tahun pemeriksaan rupanya sejak awal penelitian condong berumur lebih muda, kurang aktif secara fisik, dan mempunyai tingkat kesejahteraan yang lebih rendah. Selain itu, kajian informasi menunjukkan ibu condong kurang menyusui dan mempunyai lama menyusui eksklusif keseluruhan yang lebih pendek.
Berdasarkan penelitian tersebut, para mahir menyimpulkan bahwa setiap minggunya pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan depresi dan kekhawatiran sebesar 2 persen. Hal ini juga didukung dari rendahnya pengonsumsian alkohol, Bunda.
“Kami beranggapan bahwa mungkin juga ada pengaruh perlindungan dari keberhasilan menyusui terhadap depresi dan kekhawatiran pasca persalinan, yang pada gilirannya menurunkan akibat depresi dan kekhawatiran ibu dalam jangka panjang,” ujar tim penulis studi.
Meski begitu, perlu dipahami bahwa studi ini berkarakter observasional sehingga hanya menunjukkan keterkaitan yang erat, tidak beserta karena dan akibatnya. Namun demikian, menyusui tetap mempunyai beragam faedah kesehatan, termasuk menurunkan akibat depresi dan kecemasan.
Demikian gimana faedah luar biasa dari menyusui yang bisa turunkan akibat depresi dan resah hingga 10 tahun usai melahirkan. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·