Sunscreen Bikin Jerawatan? Ini 7 Kesalahan Remaja yang Sering Dilakukan

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 7 menit 514x dilihat
Sunscreen Bikin Jerawatan? Ini 7 Kesalahan Remaja yang Sering Dilakukan

Bagikan Postingan

Sunscreen bikin jerawatan pada remaja? Belum tentu produknya penyebabnya. Kenali 7 kesalahan memakai sunscreen yang bisa memicu masalah kulit dan langkah menghindarinya.

Mommies, pernah dengar anak mengeluh, “Aku pakai sunscreen kok malah jerawatan, sih?”

Padahal, sebelumnya mungkin kulitnya baik-baik saja. Begitu mulai giat pakai sunscreen, tiba-tiba muncul bruntusan, komedo, alias jerawat baru. Akhirnya, sunscreen langsung dituduh sebagai biang kerok dan si anak memilih untuk kembali skip sunscreen.

Padahal, belum tentu sunscreen-nya yang salah, lho.

Pada kulit remaja, jerawat memang cukup umum terjadi lantaran perubahan hormon selama pubertas dapat meningkatkan produksi minyak di kulit. Ditambah lagi, ada banyak aspek lain yang bisa memicu alias memperburuk jerawat.

Sunscreen sendiri tetap krusial untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV. Bahkan, dermatolog menyarankan orang yang mempunyai acne-prone skin tetap menggunakan sunscreen yang berkarakter non-comedogenic alias tidak mudah menyumbat pori-pori.

Nah, bisa jadi masalahnya justru ada pada langkah memilih alias menggunakan sunscreen.

BACA JUGA: 7 Kesalahan Skincare Remaja yang Bisa Bikin Jerawat Makin Parah

Kesalahan Remaja dalam Menggunakan Sunscreen

Supaya anak nggak buru-buru menyalahkan sunscreen, yuk, Mommies dan Daddies, cek dulu 7 kesalahan yang sering dilakukan remaja berikut ini.

1. Asal Pilih Sunscreen Tanpa Melihat Kondisi Kulit

Karena memandang kawan cocok dengan satu sunscreen, anak langsung ikut membeli produk yang sama.

Padahal, kondisi kulit setiap orang berbeda.

Ada remaja yang kulitnya condong berminyak dan mudah berjerawat, ada yang kering, sensitif, alias kombinasi. Produk yang nyaman di kulit satu orang belum tentu cocok untuk orang lain.

Untuk remaja dengan kulit berminyak alias acne-prone, Mommies bisa membantu anak memilih sunscreen yang mencantumkan keterangan seperti “non-comedogenic”, “oil-free”, alias “won’t clog pores” pada kemasan. Istilah tersebut menunjukkan bahwa produk dirancang agar lebih mini kemungkinannya untuk menyumbat pori-pori.

Jadi, daripada memilih sunscreen hanya lantaran sedang viral di media sosial, lebih baik ajarkan anak membaca label dan memahami kebutuhan kulitnya sendiri.

Sunscreen Bikin Jerawatan? Ini 7 Kesalahan Remaja yang Sering Dilakukan

Foto: Ron Lach/Pexels

2. Mengira Semakin Banyak Sunscreen, Semakin Bagus

Ini juga sering terjadi.

Anak mungkin berpikir, “Kalau sedikit bagus, berfaedah banyak pasti lebih bagus.”

Padahal, penggunaan sunscreen perlu cukup, bukan sebanyak-banyaknya sampai wajah terasa berat dan tidak nyaman.

Yang krusial adalah mengaplikasikan sunscreen secara merata sesuai petunjuk pada produk. Untuk perlindungan wajah, gunakan sunscreen yang cukup, dengan jumlah sekitar 2 ruas jari penuh dan ulangi setiap 2 jam.

Jadi, jangan sampai lantaran takut kurang terlindungi, anak remaja Mommies mengoleskan sunscreen berlapis-lapis sekaligus.

Kalau teksturnya terasa terlalu berat, lengket, alias membikin wajah tidak nyaman, justru kemungkinan besar anak bakal malas menggunakannya secara rutin.

3. Layering Skincare Terlalu Banyak Sebelum Sunscreen

Mommies mungkin sudah sering mengingatkan anak untuk pakai skincare. Tapi, bukan berfaedah rutinitas skincare kudu panjang seperti pada orang dewasa.

Apalagi jika anak sedang mengalami jerawat, kemudian mencoba facial wash, toner, serum, exfoliating product, acne treatment, moisturizer, lampau sunscreen dalam satu rutinitas.

Semakin banyak produk yang digunakan, semakin susah juga mengetahui produk mana yang sebenarnya membikin kulit iritasi alias breakout.

Untuk remaja, basic skincare yang sederhana biasanya sudah cukup sebagai awal:

Pagi:
Facial wash → moisturizer jika diperlukan → sunscreen

Malam:
Facial wash → moisturizer

Kalau memang memerlukan produk unik untuk jerawat, sebaiknya pilih berasas kondisi kulit dan, jika jerawat cukup berat, konsultasikan dengan master kulit.

BACA JUGA: Jerawat Remaja Tak Kunjung Hilang? 8 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

4. Tidak Membersihkan Wajah dengan Baik Setelah Seharian Beraktivitas

Pagi sudah pakai sunscreen, siang berkegiatan di sekolah, olahraga, berkeringat, lampau malam langsung tidur.

Waduh, jangan sampai begini, ya!

Sunscreen bukan sesuatu yang kudu dibiarkan menempel di wajah sampai keesokan paginya. Setelah kegiatan selesai dan sebelum tidur, wajah perlu dibersihkan dengan pembersih yang lembut.

Membersihkan wajah membantu mengangkat minyak, kotoran, dan sisa produk yang menempel di kulit. Jadi, sebaiknya si anak remaja diwajibkan membersihkan kulit sebelum tidur dan membatasi mencuci muka agar tidak berlebihan, lantaran terlalu sering mencuci wajah juga dapat menyebabkan iritasi.

Foto: Ron Lach/Pexels

5. Tidak Reapply Sunscreen saat Memang Membutuhkannya

“Kan tadi pagi sudah pakai sunscreen?”

Nah, ini juga salah satu miskonsepsi yang sering terjadi.

Sunscreen bukan berfaedah sekali pakai lampau perlindungannya memperkuat seharian penuh tanpa perlu diperhatikan lagi.

Jika anak remaja banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, sunscreen umumnya perlu diaplikasikan kembali sekitar setiap dua jam, serta setelah berenang alias berkeringat banyak, sesuai petunjuk produk.

Apalagi jika anak punya kegiatan seperti olahraga, ekskul outdoor, field trip, alias bermain di luar berbareng teman.

Namun, jangan juga membikin anak merasa kudu terus-menerus menumpuk sunscreen di wajah tanpa membersihkannya. Untuk kegiatan panjang di luar ruangan, perhatikan juga perlindungan lain seperti topi, busana yang menutup kulit, dan berteduh.

6. Memilih Sunscreen Hanya lantaran SPF-nya Tinggi

SPF 50? Wah, pasti lebih bagus daripada SPF 30!

Belum tentu sesederhana itu.

Yang tidak kalah krusial adalah memastikan sunscreen memberikan perlindungan broad-spectrum, ialah perlindungan terhadap UVA dan UVB. American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan sunscreen dengan SPF minimal 30 dan broad-spectrum, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, SPF yang lebih tinggi bukan berfaedah sunscreen bisa dipakai seharian tanpa perlu di-reapply. Sunscreen dengan SPF tinggi tetap perlu digunakan ulang sesuai kebutuhan.

Jadi, jangan sampai anak memilih sunscreen hanya lantaran nomor SPF-nya paling tinggi, sementara teksturnya tidak cocok dengan kulit dan akhirnya malah tidak pernah dipakai.

Karena sunscreen yang nyaman dan betul-betul digunakan secara rutin tentu jauh lebih berfaedah daripada sunscreenmahal dengan SPF tinggi yang hanya tersimpan di laci.

BACA JUGA: Sunscreen untuk Remaja Rentan Berjerawat alias Acne-Prone

7. Langsung Menyimpulkan “Sunscreen Bikin Jerawatan” saat Muncul Breakout

Nah, ini yang paling penting.

Kalau setelah memakai sunscreen muncul jerawat, bukan berfaedah otomatis sunscreen tersebut adalah penyebabnya.

Bisa saja ada aspek lain yang sedang terjadi: perubahan hormon, produksi minyak yang meningkat, stres, kebiasaan menyentuh wajah, produk skincare lain yang baru digunakan, alias rutinitas membersihkan wajah yang kurang tepat.

AAD juga mencatat bahwa jerawat dapat dipengaruhi oleh banyak aspek dan memerlukan waktu untuk membaik. Mengganti-ganti produk terlalu sigap justru bisa menyebabkan iritasi dan membikin kondisi kulit semakin susah dikendalikan.

Karena itu, jika anak merasa sunscreen tertentu membikin kulitnya bermasalah, jangan langsung panik dan membuang semua produk.

Coba pertimbangan satu per satu:

  • Apakah sunscreen tersebut sesuai dengan jenis kulit?
  • Apakah ada produk skincare baru yang digunakan bersamaan?
  • Apakah wajah dibersihkan dengan baik pada malam hari?
  • Apakah anak sering menyentuh alias memencet jerawat?
  • Apakah kulit terasa perih, gatal, alias terbakar setelah memakai sunscreen?
  • Apakah muncul komedo alias jerawat di area yang sebelumnya jarang bermasalah?

Kalau muncul reaksi yang mengkhawatirkan alias jerawat semakin parah, sebaiknya hentikan produk yang dicurigai dan konsultasikan dengan master kulit.

Foto: Hanna Pad/Pexels

Jadi, Sunscreen Bikin Jerawatan alias Tidak?

Jawabannya: bisa saja suatu produk sunscreen tidak cocok untuk kondisi kulit tertentu, tetapi bukan berfaedah sunscreen secara umum menyebabkan jerawat.

Justru, sunscreen tetap menjadi bagian krusial dari perlindungan kulit. Untuk kulit yang rentan berjerawat, pilih produk yang sesuai dengan kondisi kulit dan cari label seperti “non-comedogenic” alias “won’t clog pores”.

Yang tidak kalah penting, jangan membikin rutinitas skincare anak terlalu rumit.

Mommies dan Daddies bisa mulai dengan mengajarkan tiga perihal sederhana: bersihkan wajah, jaga kelembapan kulit, dan gunakan sunscreen.

Kalau jerawat anak sudah banyak, terasa sakit, meradang, meninggalkan jejak alias luka, alias tidak kunjung membaik meski sudah menjalani perawatan yang konsisten, sebaiknya jangan asal menambah produk acne treatment. Konsultasi dengan master kulit dapat membantu menentukan penyebab dan perawatan yang sesuai.

Karena pada akhirnya, tujuan skincare untuk remaja bukan membikin kulit mereka selalu mulus tanpa satu jerawat pun.

Yang lebih krusial adalah membantu anak mengenali kondisi kulitnya, membangun kebiasaan merawat diri, dan memahami bahwa punya jerawat saat remaja itu bukan sesuatu yang memalukan.

Sunscreen tetap dipakai, jerawat tetap dirawat, dan rasa percaya diri jangan sampai ikut hilang.

Cover: Polina Tankilevitch/Pexels
Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads