Tanpa Sadar, Ini 5 Kalimat Yang Sering Diucapkan Orang Egois

Apr 22, 2026 06:50 AM - 1 hari yang lalu 1869

Jakarta -

Setiap orang pasti pernah berurusan dengan orang egois, Bunda. Ucapan yang mereka katakan sebenarnya terdengar biasa saja, tapi bisa bikin orang lain merasa tidak nyaman.

Orang-orang dengan sifat seperti ini kerap menempatkan diri mereka di atas segalanya. Kata-kata yang mereka ucapkan pun dapat membikin kita merasa bersalah.

Nah yang bikin geram, mereka sering menutupi sifat egoisnya dengan argumen "hanya bercanda" alias "enggak sengaja". Padahal jika diulang terus-menerus, kalimat itu bisa menjadi beban bagi siapa pun yang berada di dekat dengan mereka.

Itulah sebabnya Bunda kudu lebih peka saat menghadapi orang dengan sifat ini. Berikut ini terdapat beberapa kalimat yang biasa diucapkan oleh orang egois.

Kalimat yang sering diucapkan orang egois

Dikutip dari laman Your Tango, ada beberapa kalimat yang kerap diucapkan oleh orang egois. Yuk, simak selengkapnya berikut ini:

1. "Itu bukan urusan saya"

Orang egois sering sekali mengatakan kalimat ini saat seseorang sedang memerlukan bantuan. Mereka biasanya hanya peduli jika perihal itu menguntungkan bagi diri mereka sendiri.

Kalau kawan alias rekan kerjanya sedang kesulitan, mereka condong acuh tak acuh. Di mata mereka, jika perihal itu tidak berakibat bagi mereka, kenapa kudu ikut campur?

Memang jujur saja, sebagian besar orang terkadang bertindak demi kepentingan diri sendiri. Namun, orang egois melakukannya secara konsisten, apalagi kepada orang yang dekat sekalipun dalam keseharian.

Hanya orang yang betul-betul egois yang bakal mengabaikan emosi orang lain demi kepentingan diri sendiri alias lantaran merasa tidak ada untungnya.

Menilik dari sebuah studi yang diterbitkan di Personality and Individual Differences, pengabaian emosi seperti ini bisa berakibat negatif pada emosi orang di sekitarnya.

Itulah mengapa, kalimat "Itu bukan urusan saya" menjadi karakter unik dari orang egois. Mereka tidak terlalu peduli dengan emosi orang lain, dan sering mengucapkannya tanpa berpikir panjang.

2. "Aku memang seperti ini"

Setiap orang memang punya sisi diri yang tidak selalu mau diubah. Tidak ada yang salah ketika kita menjadi diri sendiri, tapi perihal ini jadi berbeda ketika seseorang menggunakannya sebagai argumen untuk bersikap 'egois'.

Orang egois sering berkata, "Aku memang seperti ini," sebagai argumen untuk tetap bersikap seperti biasanya. Padahal, menjadi diri sendiri kudu bisa sejalan dengan sikap yang baik terhadap orang lain.

Kalau sifatnya membikin orang lain tersakiti, itu bukan soal kepribadian, Bunda. Hal tersebut lebih tepat disebut sebagai 'kekurangan' yang semestinya bisa diperbaiki.

Seperti yang dikatakan oleh seorang penulis sekaligus konsultan asal Amerika Serikat, James M. Kerr, bahwa setiap orang sebenarnya punya kapabilitas untuk berubah, asalkan mau berusaha.

"Manusia mempunyai kapabilitas untuk berubah. Namun, mereka kudu memilih untuk melakukan pekerjaan yang diperlukan agar perubahan itu terjadi," ujarnya.

Sayangnya, orang egois kerap tidak menyadari kesalahan mereka. Akibatnya, mereka condong kesenyapan lantaran siapa pun susah menoleransi sikap manipulatif mereka.

3. "Aku tidak punya waktu untuk perihal ini"

Salah satu kalimat yang sering diucapkan orang egois adalah, "Aku tidak punya waktu untuk perihal ini". Biasanya, ini terjadi saat kita sedang butuh support alias perhatian dari mereka.

Bagi orang egois, emosi orang lain sering dianggap merepotkan. Mereka biasanya tidak mau mendengar keluhan dari orang lain. Mengapa demikian?

Orang yang egois biasanya hanya mau konsentrasi pada diri sendiri dan apa yang menguntungkan bagi mereka. Psikoterapis asal Amerika Serikat, F. Diane Barth, LCSW, turut memberikan pandangannya mengenai perihal ini.

"Orang egois condong tidak terlalu responsif terhadap orang lain dalam perihal apa pun selain mengevaluasi gimana orang tersebut memenuhi kebutuhan mereka," katanya.

4. "Kamu kudu tenang, jangan terlalu sensitif"

Ketika orang egois berkata, "Kamu kudu tenang, jangan terlalu sensitif" sebenarnya mereka mau mengatakan, "Saya telah menyakiti perasaanmu, tapi saya tidak mau bertanggung jawab".

Kalimat ini membikin kita merasa seolah-olah masalah ada pada diri kita, bukan pada mereka. Titik sabar setiap orang pasti ada batasnya ya, apalagi bagi yang paling tenang sekalipun.

Orang egois tak jarang mengabaikan pendapat dari orang lain, seakan kita yang terlalu berlebihan. Mereka membikin kita mempertanyakan emosi sendiri dan menekan emosi agar kita bisa terlihat 'tenang'.

5. "Kamu kudu bersyukur, saya melakukan semuanya demi kamu"

Selanjutnya, orang egois sering berkata, "Kamu kudu bersyukur, saya melakukan semuanya demi kamu". Biasanya, mereka mau membikin orang lain merasa berutang budi atas apa yang telah mereka lakukan.

Ungkapan ini seolah kita kudu berterima kasih atas setiap tindakan mereka. Padahal, memberi semestinya dilakukan tanpa mengharapkan hadiah ya, Bunda.

Terlepas dari apa yang dikatakan oleh orang egois, manusia semestinya bisa memberi dan menerima dengan tulus. Orang egois suka mengabaikan perihal ini lantaran mereka konsentrasi pada untung pribadinya.

Itulah penjelasan tentang beberapa kalimat yang sering diucapkan oleh orang egois. Semoga bisa membantu kita lebih mengenali tanda-tanda ini.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya