Teknik Marmet, Cara Memerah Asi Dengan Tangan Agar Lebih Efektif

May 16, 2026 10:10 AM - 1 bulan yang lalu 38062

Jakarta -

Tak perlu cemas jika Bunda mempunyai agenda memerah ASI tetapi tak sempat mengeluarkan breast pump. Selain dengan pompa tersebut, memerah ASI juga bisa dilakukan dengan teknik marmet alias menggunakan tangan, lho.

Dikutip dari Parenting First Cry, teknik marmet sering kali dijadikan tips dalam memerah ASI yang lebih efektif. Tanpa menggunakan perangkat dan sederhana, metode ini begitu berfaedah untuk meringankan pembengkakan tetek serta mencegah mastitis, Bunda.

Selain itu, jumlah alias volume ASI yang dihasilkan dari memerah ASI dengan tangan dipercaya jauh lebih banyak dibandingkan jika menggunakan pompa ASI. Hal ini dikarenakan adanya kontak kulit ke kulit yang menimbulkan stimulasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menurut seorang master anak, Marina Savchenko, MD, memerah dengan teknik marmet membantu mengosongkan tetek tanpa melukai jaringan sensitif di area tersebut. Namun, penerapannya juga perlu dilakukan dengan hati-hati, ya Bunda.

Kesalahan dalam melakukan teknik marmet bisa menimbulkan beragam keluhan, seperti lecet hingga kerusakan payudara. Nah, agar Bunda bisa melakukannya dengan tepat, simak langkah melakukan teknik marmet yang telah Bubun rangkum dari beragam sumber.

Cara melakukan teknik marmet

Berikut langkah melakukan teknik marmet, Bunda. Selamat mencoba!

1. Persiapan awal

Sebelum memulai teknik marmet, sebaiknya Bunda lakukan beberapa persiapan terlebih dahulu, seperti menyiapkan mental, waktu, dan wadah untuk menampung ASI. Setelah itu, Bunda perlu mencuci tangan hingga bersih dan mengambil posisi senyaman mungkin.

2. Lakukan pijatan pada payudara

Setelah Bunda sudah menemukan posisi duduk yang pas, Bunda bisa memulai pijat tetek dengan perlahan. Jangan lupa, condongkan badan sedikit ke depan dengan wadah berada di pangkuan.

Terus pijat dengan lembut, mulai dari dasar tetek ke arah puting susu. Saat memijat, pastikan puting susu juga ikut terangsang untuk memudahkan pengeluaran ASI. Agar lebih sigap keluar, Bunda juga bisa sembari mengompres air hangat, lho.

3. Atur posisi jari dengan tepat

Saat memijat, Bunda juga perlu memperhatikan posisi jari yang tepat. Letakkan ibu jari di bagian atas di luar areola alias di jam 12. Sementara itu, jari telunjuk dan lainnya berada di bagian bawah areola sehingga membentuk huruf C.

4. Tekan dan peras secara perlahan

Saat posisinya sudah pas dan sudah siap, Bunda bisa mulai menekan tetek dengan jari-jari ke arah dada. Kemudian, lepaskan dan gerakkan jari sedikit ke arah puting tanpa mengangkatnya dari payudara. Ulangi langkah ini terus-menerus.

5. Ubah posisi jari secara berkala

Memerah ASI dengan teknik marmet memang dibutuhkan kesabaran yang besar, Bunda. ASI yang tidak langsung keluar banyak, membikin kita kudu konsisten memerahnya. Namun, hindari gerakkan berlebihan, seperti menarik alias menekan tetek terlalu keras.

Bila ASI mengalir lambat, gerakkan jari Bunda di sekitar areola dengan berpindah-pindah tempat. Sebelum alirannya melambat pun Bunda juga bisa mengubah posisi jari secara berkala agar proses pengeluaran ASI-nya menjadi lebih lancar.

6. Lanjutkan pada tetek sisi lainnya

Bila dirasa tetek yang sedang diperas mulai berkurang volumenya, Bunda bisa melanjutkan memerah pada tetek sisi lainnya. Ulangi proses tersebut hingga tetek menjadi lebih rileks dan kosong.

Demikian penjelasan tentang langkah melakukan memerah ASI menggunakan teknik marmet. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya