Jakarta -
Pemakaian kontrasepsi memang mempunyai pemisah tertentu agar efektivitasnya tetap maksimal. Nah, gimana pada kasus telat suntik KB 3 bulan selama beberapa hari tapi sudah berhubungan, apakah bisa hamil?
Memakai kontrasepsi memang tidak 100 persen memproteksi dari kehamilan. Karenanya, konsistensi dan disiplin waktu dalam mengulang pemakaian sesuai rekomendasi pemakaian sangat penting. Dengan begitu, perangkat kontrasepsi yang dipakai tetap membantu perlindungan dengan baik.
Hal itu pun bertindak pada pengguna perangkat KB suntik 3 bulan ya, Bunda. Biasanya, para ibu menyusui memang memakai pilihan kontrasepsi ini lantaran cukup kondusif digunakan selama fase menyusui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, para penggunanya kerap merasa santuy lantaran pengaruh dari perangkat KB ini yang menjadikan mereka sering tidak menstruasi alias menstruasi dalam volume yang minim. Sehingga, pemakainya merasa kondusif bahwa mereka tetap terproteksi dari kehamilan.
Padahal, jika tidak diulang penggunaannya dalam waktu 3 bulan, efektivitas dari KB suntik 3 bulan juga tidak melangkah maksimal ya, Bunda. Sebagai salah satu bagian dari perangkat kontrasepsi hormonal, perangkat KB ini memang sifatnya revesibel. Artinya, ketika Bunda berakhir menggunakannya alias telat terinjeksi ulang, kesuburan bakal kembali normal meski memerlukan waktu.
Bisakah mengandung jika telat mengulang KB suntik 3 bulan dan sudah berhubungan?
Mengutip dari laman Plannedparenthood bahwa kemungkinan mengandung bisa saja terjadi jika suntikan lebih dari 3 bulan sejak suntikan terakhir. Memang, butuh waktu beberapa bulan agar siklus menstruasi kembali normal setelah Bunda berakhir menggunakan KB suntik tersebut.
Tetapi, krusial Bunda ingat bahwa keahlian wanita untuk mengandung kembali jauh lebih cepat. Karenanya, jika sudah setidaknya 3 minggu sejak berasosiasi seks, segera lakukan tes kehamilan.
Bagaimana langkah kerja KB suntik dapat mencegah kehamilan?
Jika digunakan dengan benar, KB suntik memang efektif hingga 99 persen. Artinya bahwa 1 dari 100 orang yang menggunakan suntikan bakal mengandung dalam setahun.
Dalam penggunaannya di bumi nyata, sekitar 6 dari 100 orang mengandung dalam setahun lantaran orang lupa untuk mendapatkan suntikan berikutnya (efektivitas 94 persen).
Penting untuk memahami langkah kerja KB suntik di mana suntikan ini mencegah kehamilan dengan melepaskan progesteron yang mencegah wanita melepaskan sel telur, membikin sperma susah mencapai sel telur, dan menipiskan lapisan rahim sehingga kesempatan sel telur menempel lebih kecil.
Seseorang dapat mendapatkan KB suntik ini kapan saja selama siklus menstruasi dan selama mereka tidak hamil. Jika mendapatkannya selama 5 hari pertama siklus, mereka bakal langsung terlindungi dari kehamilan, seperti dikutip dari laman Nhsinform.
Sementara itu, jika seseorang melakukan suntikan kontrasepsi pada hari lain dalam siklus menstruasi, sebaiknya mereka juga menggunakan kontrasepsi tambahan seperti kondom selama 7 hari.
Ketahui pemisah maksimal telat suntik KB 3 bulan
Suntikan kontrasepsi adalah jenis kontrasepsi (alat kontrasepsi). Suntikan tersebut mengandung hormon yang disebut depo medroksiprogesteron asetat (DMPA), yang mirip dengan hormon progesteron. DMPA dilepaskan secara perlahan ke dalam aliran darah Bunda selama 3 bulan untuk mencegah kehamilan selama 12 minggu seperti dikutip dari laman Health Direct.
Setelah itu, perlindungan mulai berkurang sehingga Bunda memerlukan suntikan baru setiap 3 bulan untuk mencegah kehamilan. Namun, jika agenda suntik Bunda terlupakan dari jarak yang seharusnya, ada pemisah maksimal telat suntik, ialah 14 hari dari agenda suntik berikutnya.
Jika Bunda telat mengulang KB suntik lebih dari 14 hari, akibat kehamilan lebih besar ya, Bunda. Sebab, kadar hormon di tubuh sudah tidak cukup untuk melindungi.
Bagaimana langkah agar suntikan KB bekerja optimal?
Guna mendapatkan faedah KB suntik secara maksimal, Bunda perlu mengingat agar tetap mendapatkan suntikan baru setiap 12-13 minggu alias setiap 3 bulan (4 kali setahun). Jika Bunda merasa sering terlupa, gunakan support aplikasi KB untuk membantu melacak kapan Bunda perlu mendapatkan suntikan berikutnya.
Jika Bunda mendapatkan suntikan pertama dalam 7 hari pertama setelah dimulainya menstruasi, Bunda langsung terlindungi dari kehamilan. Namun, jika Bunda mendapatkannya di waktu lain dalam siklus Bunda, maka Bunda perlu menggunakan metode kontrasepsi lain (seperti kondom) selama minggu pertama setelah mendapatkan suntikan.
Berikut ini beberapa tips untuk memastikan Bunda selalu tepat waktu mendapatkan KB suntik:
1. Gunakan aplikasi pengingat kontrasepsi dan atur sirine di ponsel
2. Tambahkan ke almanak harian
3. Minta teman, personil keluarga, alias pasangan untuk mengingatkan
4. Lakukan apa pun yang sesuai agar Bunda mendapatkan suntikan lanjutan setiap 12-13 minggu
5. Jika terlambat 2 minggu alias lebih untuk mendapatkan suntikan, master mungkin menyarankan untuk melakukan tes kehamilan dan menyarankan penggunaan kontrasepsi darurat jika Bunda melakukan hubungan intim dalam 120 jam (lima hari) sebelumnya.
Demikian penjelasan gimana jika telat suntik KB 3 bulan selama beberapa hari tapi sudah berhubungan. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·