Terobosan Baru, Hadir Alat Pemindai Untuk Cek Kondisi Janin Di Kandungan Yang Lebih Akurat

Apr 15, 2026 11:10 AM - 1 hari yang lalu 2029

Beberapa peneliti dari Northwestern University sukses mengembangkan sebuah perangkat terbaru untuk memantau kesehatan janin. Bentuknya menyerupai sehelai rambut dan dapat dimasukkan ke dalam rahim untuk memantau kondisi janin secara real-time.

Alat ini dianggap sebagai terobosan penting, mengingat selama ini para master hanya dapat memantau kondisi janin dari luar tubuh dengan hasil yang terbatas. Melalui perangkat ini, janin dapat dipantau langsung dari dalam rahim sehingga mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih optimal.

Temuan yang telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Biomedical Engineering ini disebut sebagai perangkat pemindai terkecil yang bisa mendeteksi hal-hal vital secara akurat. Tentunya ini menjadi angin segar bagi bumi medis serta para tenaga kesehatan yang menangani persalinan.

Tujuan pengembangan perangkat pemindai kesehatan janin

Melansir dari laman Health Care in Europe, pengembangan perangkat ini dipimpin oleh mahir bioelektronik dari Northwestern, John. A. Rogers, berbareng mahir bedah janin, Dr. Aimen Shaaban. Keduanya bekerja-sama untuk menciptakan kemudahan dan keefektifan dalam proses persalinan yang selama ini belum terpenuhi.

Menurut mereka, kesiapan dan alat-alat dalam persalinan tetap mempunyai banyak keterbatasan untuk mencapai hasil yang optimal. Hadirnya pengembangan-pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas serta keamanan selama persalinan.

“Dokter hanya mempunyai sebagian gambaran tentang kondisi janin. Kami dihadapkan pada tantangan untuk merancang teknologi yang bisa memantau tanda vital tanpa membikin prosedur yang melukai alias mengganggu jaringan yang sangat sensitif,” jelas Rogers.

Senada dengan itu, Dr. Shaaban menyebut perangkat ini sebagai penemuan yang sangat membantu dalam dalam praktis medis, terutama di bagian obstetri dan ginekologi. Ia menegaskan bahwa kondisi janin yang mudah berubah selama persalinan perlu diwaspadai dengan cekatan.

“Terkadang debar jantung janin menurun selama prosedur, yang bisa menjadi tanda kadar oksigen rendah. Kondisi ini bisa berkembang dengan cepat, apalagi berujung pada henti jantung. Sayangnya, keahlian kita untuk memantau janin belum banyak berubah dalam 40 tahun terakhir lantaran keterbatasan alat,” kata Shaaban.

Oleh lantaran itu, perangkat baru ini diharapkan bisa menjadi solusi. Dengan pemantauan yang dilakukan secara langsung dan terus-menerus, master dapat mengambil tindakan lebih sigap jika terjadi masalah. Hal ini bakal mengurangi akibat keterlambatan penanganan yang berujung merugikan bayi.

Cara kerja perangkat pemindai kesehatan janin yang telah dikembangkan

Dari segi desain, perangkat ini dibuat sangat mini dan elastis agar dapat digunakan tanpa menambah risiko. Ukurannya hanya sekitar tiga kali diameter rambut manusia dan dapat dimasukkan melalui perangkat yang telah digunakan dalam prosedur fetoskopi, tanpa menambah sayatan.

Setelah berada di dalam rahim, perangkat ini bakal diarahkan dengan presisi menggunakan teknologi robotik. Agar posisinya tetap stabil dan perangkat tetap menempel pada tubuh janin, terdapat benjolan mini seperti balon yang dapat mengembang secara perlahan.

Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan beberapa sensor yang bisa mengukur debar jantung, kadar oksigen dalam darah, dan suhu tubuh secara bersamaan. Data yang dihasilkan langsung dikirim ke monitor sehingga master dapat memantau kondisinya secara real-time.

Manfaat dari pengembangan perangkat pemindai kesehatan janin

Pengembangan dari perangkat pemindai kondisi janin ini tentunya membawa banyak manfaat. Beberapa di antaranya adalah meningkatkan keamanan serta kualitas penanganan selama proses persalinan.

Masih banyak faedah yang perlu diketahui dari perangkat tersebut, di antaranya:

1. Pemantauan janin menjadi lebih jeli dan menyeluruh

Melalui perangkat ini, master jadi mengetahui beragam tanda vital seperti debar jantung, kadar oksigen, dan suhu tubuh dengan lebih akurat. Dengan begitu, master tidak perlu mengira-ngira lagi lantaran sudah bisa memandang kondisinya secara real-time.

2. Membantu master mengambil tindakan lebih cepat

Karena berkarakter real-time, master dapat langsung mengetahui jika ada tanda-tanda bahaya, seperti janin kekurangan oksigen alias mengalami stres. Hal ini sangat penting, karena kondisi janin dapat berubah sangat sigap sehingga master bisa segera menyesuaikan tindakan.

3. Memberikan rasa tenang bagi Ayah dan Bunda

Persalinan merupakan momen yang menegangkan bagi setiap pasangan. Dengan adanya perangkat ini, kondisi bayi yang dapat dipantau terus-menerus secara langsung dapat memberikan rasa kondusif dan mengurangi stres berlebih. Semakin jelas kondisi bayi, semakin besar pula kepercayaan pasangan terhadap proses yang dijalani.

Metode memindai kondisi janin yang umum

Selama proses kehamilan dan persalinan, terdapat beberapa langkah yang biasa digunakan tenaga kesehatan untuk memantau kondisi janin. Metode-metode ini tentunya dapat membantu memastikan janin dalam keadaan baik dan sehat, terutama saat menghadapi persalinan.

Berikut penjelasannya, dikutip dari laman Tommy’s:

1. Mendengarkan debar jantung janin

Cara yang paling sederhana untuk memeriksa kondisi janin adalah dengan mendengarkan debar jantungnya. Biasanya, perawat alias master bakal menggunakan perangkat seperti Sonicaid (doppler) alias stetoskop Pinard.

Sonicaid merupakan perangkat yang bisa menangkap debar jantung bayi dengan jelas. Sementara itu, stetoskop Pinard berbentuk seperti terompet dan ditempelkan langsung ke perut ibu untuk mendengarkan debar jantung janin.

2. Electronic Fetal Monitoring (EFM)

Metode lainnya yang juga cukup umum adalah EFM. Pada metode ini, dua sensor ditempelkan di perut ibu menggunakan sabuk yang elastis. Nantinya, sensor tersebut bakal terhubung dengan monitor dan menampilkan debar jantung janin serta kontraksi rahim.

EFM biasanya digunakan pada ibu dengan kondisi glukosuria gestasional, tekanan darah tinggi, ukuran bayi lebih mini dari usia kehamilan, dan riwayat operasi caesar. Meski begitu, EFM tetap dapat digunakan di beragam kondisi, sesuai dengan rekomendasi master kandungan.

3. Pengambilan sampel darah janin (FBS)

Apabila terdapat kekhawatiran terhadap kondisi janin, biasanya master bakal mengambil sampel darah dari kulit kepala janin melalui vagina. Hal ini bermaksud untuk mengecek kadar oksigen dalam darah dan memandang gimana kondisi janin selama persalinan.

Melalui metode tersebut, master bakal memutuskan langkah selanjutnya yang terbaik, seperti melanjutkan persalinan seperti biasa, melakukan pemeriksaan ulang, alias mengambil tindakan medis, termasuk operasi caesar. Terkadang metode ini membikin tidak nyaman sehingga ibu tetap mempunyai kewenangan untuk menyetujui alias tidak.

Demikian penjelasan mengenai perangkat baru yang dikembangkan untuk memindai dan memeriksa kesehatan janin selama kehamilan dan menjelang persalinan. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya