Tiga Jenis Rasa Malu, Muslim Harus Memilikinya

Intisari Islam Jun 20, 2026 09:28 AM 47258

Kincai Media, Jakarta -- Islam menempatkan malu sebagai bagian dari iman. Orang beragama pasti mempunyai sifat malu.

Sifat malu dalam diri seseorang bakal membuatnya semakin berakhlak. Karena prinsip dari malu adalah adab yang mendorong untuk meninggalkan hal-hal yang jelek dan mencegah dari bersikap melalaikan kewenangan orang lain.

Dari Imran bin Hushain, dia berkata, "Rasulullah bersabda, 'Malu itu tidak mendatangkan sesuatu selain kebaikan'." (Muttafaq 'alaih)

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Iman itu (terdiri atas) lebih dari 70 alias 60 cabang. Cabang ketaatan tertinggi adalah mengucapkan 'La ilaaha illa Allah', dan bagian ketaatan terendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Rasa malu pun merupakan bagian dari iman" (HR Bukhari-Muslim).

Dalam konteks ini, malu bukan berfaedah rendah diri alias kelemahan, melainkan adab mulia yang mengarahkan seseorang untuk menjauhi dosa, menahan diri dari keburukan, dan bertindak setara terhadap kewenangan orang lain.

Sifat malu bisa menghalangi seseorang dari melakukan perbuatan jelek dan perilaku yang tercela, sekaligus mendorongnya untuk berperilaku mulia. Sebagaimana perkataan sebagian salaf dalam kita terjemahan Riyadush Shalihin,

“Aku memandang kemaksiatan merupakan kehinaan sehingga saya meninggalkannya demi menjada kehormatan diri, dan mustahil kemaksiatan menjadi agamaku”

Apabila seseorang lenyap malunya, secara berjenjang perilakunya bakal buruk, kemudian menurun kepada yang lebih buruk, dan terus meluncur ke bawah.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya, Allah andaikan hendak membinasakan seseorang, Dia mencabut rasa malu dari orang itu. Apabila rasa malunya sudah dicabut, Anda tidak menjumpainya selain dibenci.

Apabila tidak menjumpainya selain dibenci, dicabutlah darinya sifat amanah. Apabila sifat amanah sudah dicabut darinya, maka tidak bakal didapati dari dirinya selain sebagai pengkhianat dan dikhianati.

Kalau sudah menjadi pengkhianat dan dikhianati, dicabutlah darinya rahmat. Kalau rahmat sudah dicabut darinya, tidak bakal Anda dapati darinya selain terkutuk (atau) yang mengutuk.

Apabila terkutuk yang mengutuk sudah dicabut darinya, maka akhirnya dicabutlah ikatan keislamannya" (HR Ibnu Majah).

Selengkapnya
Tiga Jenis Rasa Malu, Muslim Harus Memilikinya
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting