Turun 32 Kg dengan Diet Karnivora, Dokter Ini Klaim Banyak Orang Salah Paham soal Nutrisi

Jun 18, 2026 07:40 AM - 1 bulan yang lalu 49749

Bunda pernah dengar diet karnivora? Di tengah tren pola makan sehat yang identik dengan sayuran dan buah-buahan, diet karnivora justru menawarkan pendekatan yang bertolak belakang.

Pola makan dari diet ini mengandalkan konsumsi produk hewani, seperti daging, ikan, telur, dan beberapa produk susu tertentu. Belakangan, diet ini semakin terkenal lantaran diklaim bisa membantu menurunkan berat badan hingga meningkatkan energi.

Menurut master di Tennessee, Amerika Serikat, Dr. Ken Berry, diet karnivora memang bisa menurunkan berat badan. Melalui diet ini, Berry apalagi sukses menurunkan beratnya sebanyak 32 kilogram (kg), Bunda.


Berry juga mengatakan bahwa pola makan karnivora sedikit berbeda dengan diet pada umumnya. Dalam diet ini, beberapa orang hanya makan daging dan beberapa lainnya mengonsumsi daging hewan ruminansia alias golongan hewan mamalia pemakan tumbuhan (herbivora) yang mengunyah kembali makanannya. Sementara itu, ada juga yang menggabungkan daging, telur, dan ikan.

Berry mengatakan bahwa semua yang menjalani diet tersebut mendapatkan faedah kesehatan yang luar biasa. Ia apalagi mengatakan telah mendengar banyak kesaksian dari orang-orang yan telah kehilangan lemak, perlemakan hati, serta peradangan, usai menjalani diet karnivora.

Berry sendiri tak hanya sukses menurunkan berat badan sebanyak 32 kg. Melalui diet ini, dia dapat mengatasi 'sejumlah penyakit', termasuk pradiabetes. Barry beranjak dari diet yang diresepkan oleh American Diabetes Association ke diet karnivora pada sembilan tahun lalu.

"Saya hidup dengan makan daging sapi, mentega, bacon, dan telur," kata Berry, dilansir laman New York Post.

Amankah diet karnivora untuk kesehatan?

Tak sedikit pihak menganggap diet karnovira jelek bagi kesehatan. Sebab, diet ini hanya berfokus pada produk hewani tanpa memikirkan serat dan sumber nutrisi lainnya, Bunda.

"Diet karnivora pada dasarnya terdengar seperti buahpikiran yang buruk," kata guru besar epidemiologi dan nutrisi di Harvard TH Chan School of Public Health, Walter Willett.

Beberapa master merujuk pada bukti klinis yang tetap kurang mengenai efektivitas program diet ini. Banyak mahir apalagi memperingatkan tentang ancaman nyata dari diet karnivora, yang bisa menyebabkan beberapa orang dirawat di rumah sakit dengan kondisi serius.

Pola makan karnivora disebut dapat meningkatkan akibat batu ginjal, masalah pencernaan, kolesterol tinggi, kekurangan nutrisi, dan yang paling mengkhawatirkan, kanker usus besar.

Klaim yang dianggap tentang diet karnivora

Sebagai orang yang telah sukses menjalani diet karnivora, Berry mau meluruskan dugaan banyak orang yang menentang diet karnivora. Menurutnya, beberapa kesalahpahaman terbesar tentang nutrisi adalah dugaan bahwa biji-bijian utuh dan saribuah buah baik untuk kesehatan.

Ia mengatakan, makanan tersebut memang bakal membikin kita tetap hidup, tetapi tidak bakal mengoptimalkan kesehatan. Tak hanya itu. Berry menilai bahwa pati yang terdapat dalam kacang-kacangan, buncis, dan makanan lain yang umumnya dianggap sehat justru dapat meningkatkan kadar insulin seseorang.

Di sisi lain, Berry memandang kekhawatiran tentang akibat konsumsi daging merah dengan kejadian kanker dan penyakit jantung terlalu dibesar-besarkan.

Perlu diketahui, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogenik dan daging merah sebagai kemungkinan karsinogenik. Sementara itu, para peneliti hingga sekarang tetap memperdebatkan kekuatan dan interpretasi bukti tersebut.

"Sebagai jenis genetik, kita tidak berubah sejak 100.000 tahun yang lalu. Oleh lantaran itu, makanan kita semestinya didominasi oleh daging, alias seluruhnya daging," kata Berry.

"Diet karnivora bisa terjangkau lantaran konsumen tidak perlu membeli potongan daging premium alias daging yang diberi makan rumput secara eksklusif," sambungnya.

Menurut Berry, daging olahan bisa menjadi makanan sehat jika konsumen teliti dalam memilih bahan, termasuk memilih produk lainnya yang hanya terbuat dari daging, garam, dan rempah-rempah.

Demikian penjelasan mengenai diet karnivora yang dianggap bisa membantu menurunkan berat badan. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Selengkapnya