Pernah merasakan nyeri di lutut, bahu yang sakit setelah berolahraga, alias tangan yang sering kesemutan? Untuk mencari tahu penyebabnya, master kadang menyarankan pemeriksaan yang disebut ultrasonografi muskuloskeletal.
Namanya memang terdengar rumit, tapi sebenarnya pemeriksaan ini mudah dijalani, tidak menyakitkan, dan bisa membantu master memandang kondisi otot, tendon, hingga sendi tanpa perlu operasi alias tindakan yang menakutkan.
Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk, atasi radang dengkul dan radang sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Apa Itu Ultrasonografi Muskuloskeletal?
Sederhananya, ultrasonografi muskuloskeletal alias USG muskuloskeletal adalah pemeriksaan menggunakan gelombang bunyi untuk memandang bagian tubuh yang berasosiasi dengan gerakan, seperti otot, tendon, ligamen, sendi, tulang, saraf, bursa, dan kartilago.
Kalau USG yang biasa dikenal orang untuk memeriksa kehamilan, USG muskuloskeletal untuk apa? Fungsinya berbeda.
USG jenis ini digunakan untuk memandang kondisi jaringan lunak di sekitar sendi dan otot, misalnya untuk mengecek apakah ada robekan tendon, robekan otot, peradangan, pembengkakan, alias penumpukan cairan di dalam tubuh.
Jadi bisa dikatakan, ultrasonografi muskuloskeletal adalah perangkat bantu master untuk “melihat ke dalam” tubuh tanpa perlu operasi, cukup dengan menempelkan perangkat unik di kulit.
Fungsi dan Manfaat USG Muskuloskeletal
Fungsi USG muskuloskeletal cukup banyak dan sering dipakai master untuk membantu menegakkan diagnosis. Beberapa faedah USG muskuloskeletal yang paling umum adalah:
- Membantu memandang cedera pada tendon, ligamen, otot, alias bursa.
- Mengecek apakah ada cairan yang menumpuk di dalam sendi (disebut efusi sendi).
- Mendeteksi tanda peradangan, misalnya jaringan yang menebal alias aliran darah yang meningkat di area tertentu.
- Melihat kondisi sendi, termasuk ketebalan tulang rawan dan ada tidaknya tonjolan tulang kecil.
- Membantu master menentukan titik yang tepat saat bakal melakukan suntikan obat ke sendi alias jaringan sekitarnya.
Bagi orang yang sering merasa nyeri tanpa tahu penyebabnya, USG muskuloskeletal untuk nyeri sendi bisa sangat membantu. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan apakah nyeri berasal dari tendon, ligamen, bursa, alias bagian lain di sekitar sendi.
Bagaimana Prosedur USG Muskuloskeletal Dilakukan?
Banyak orang bertanya, gimana pemeriksaan USG muskuloskeletal itu dilakukan? Jawabannya, prosesnya cukup sederhana dan tidak memerlukan perangkat yang rumit. Berikut gambaran proses pemeriksaan USG muskuloskeletal secara umum:
- Pasien diminta membuka busana alias menyingkap bagian tubuh yang bakal diperiksa.
- Petugas bakal mengoleskan gel unik (gel ultrasonografi) ke kulit agar gelombang bunyi bisa masuk dengan baik.
- Alat yang disebut ultrasound probe alias transduser ditempelkan dan digerakkan pelan-pelan di area tersebut.
- Alat ini memancarkan gelombang bunyi yang sangat lembut dan tidak bisa didengar oleh telinga manusia.
- Gelombang bunyi yang memantul kembali diubah menjadi gambar yang muncul di layar.
Salah satu perihal menarik dari prosedur USG muskuloskeletal adalah gambar yang muncul berkarakter langsung alias real-time.
Artinya, master bisa meminta pasien menggerakkan sendi saat pemeriksaan berjalan untuk memandang gimana pergerakan sendi saat pemeriksaan itu terjadi.
Cara ini disebut dynamic ultrasound alias USG dinamis. Selain itu, ada juga fitur berjulukan Doppler ultrasound yang bisa dipakai untuk memandang aliran darah dan mengecek apakah ada peradangan yang sedang aktif.
Apakah USG Muskuloskeletal Sakit?
Ini pertanyaan yang paling sering muncul: apakah USG muskuloskeletal sakit? Kabar baiknya, tidak. Pemeriksaan ini termasuk pemeriksaan non-invasif, artinya tidak ada bagian tubuh yang disayat alias ditusuk.
Pasien hanya bakal merasakan sedikit tekanan dari perangkat yang ditempelkan ke kulit dan sensasi dingin dari gel yang dioleskan.
Karena tidak menggunakan sinar radiasi, pemeriksaan ini juga tergolong kondusif meski kudu dilakukan berulang kali.
Berapa Lama Pemeriksaan USG Muskuloskeletal?
Soal berapa lama pemeriksaan USG muskuloskeletal berlangsung, jawabannya tergantung area yang diperiksa. Untuk satu bagian tubuh saja, misalnya satu dengkul alias satu bahu, biasanya hanya butuh sekitar 15 sampai 30 menit.
Jika ada beberapa bagian tubuh yang perlu diperiksa sekaligus, alias perlu pengecekan aktivitas yang lebih detail, waktunya bisa lebih lama dari itu.
Persiapan Sebelum USG Muskuloskeletal
Tidak perlu cemas soal persiapan sebelum USG muskuloskeletal, lantaran umumnya sangat sederhana.
Pasien biasanya tidak perlu puasa seperti pada pemeriksaan lain. Namun ada beberapa perihal mini yang sebaiknya disiapkan:
- Membawa surat rujukan dari master dan kartu identitas.
- Memakai baju yang lenggang dan mudah dibuka di bagian yang bakal diperiksa.
- Melepas perhiasan seperti kalung, gelang, alias arloji di sekitar area yang diperiksa.
- Menceritakan keluhan dan riwayat kesehatan kepada master sebelum pemeriksaan dimulai.
Hasil Pemeriksaan USG Muskuloskeletal
Setelah selesai, hasil pemeriksaan USG muskuloskeletal biasanya bisa langsung dilihat master dari gambar di layar.
Namun, laporan resmi yang berisi penjelasan komplit biasanya baru bisa diambil beberapa jam sampai beberapa hari kemudian, tergantung tempat pemeriksaannya.
Dari hasil ini, master bisa memandang kondisi beragam bagian tubuh, misalnya:
- Otot: apakah ada cedera, robekan, alias peradangan.
- Tendon: apakah ada tendonitis, tendinopati, alias robekan tendon.
- Ligamen: seberapa parah cedera yang terjadi.
- Sendi: apakah ada penumpukan cairan, peradangan selaput sendi (sinovitis), alias tanda arthritis.
- Bursa: apakah ada peradangan yang disebut bursitis.
- Saraf: apakah ada gangguan seperti carpal tunnel syndrome.
- Tulang dan kartilago: gimana kondisi permukaan tulang dan tulang rawan.
Kondisi yang Bisa Dicek dengan USG Muskuloskeletal
Ada beberapa kondisi yang bisa diperiksa dengan prosedur ultrasound muskuloskeletal, yaitu:
Cedera saat olahraga
Buat yang sering cedera saat berolahraga, USG muskuloskeletal untuk cedera otot bisa membantu memandang apakah otot mengalami robekan alias hanya tertarik biasa.
Sementara USG muskuloskeletal untuk cedera tendon berfaedah untuk mengecek tendonitis, tendinopati, alias robekan tendon.
Ada juga USG muskuloskeletal untuk cedera ligamen yang bisa menunjukkan seberapa parah ligamen yang cedera, mulai dari robek sebagian sampai robek total.
Arthritis, osteoarthritis, dan pengapuran lutut
USG muskuloskeletal untuk arthritis bisa membantu memandang tanda peradangan di sendi, cairan yang menumpuk, dan jaringan yang menebal.
Sedangkan USG muskuloskeletal untuk osteoarthritis berfaedah untuk memandang ketebalan tulang rawan dan apakah muncul tonjolan tulang mini (osteofit) yang menjadi tanda sendi mulai aus.
Untuk keluhan pengapuran lutut, USG muskuloskeletal untuk pengapuran dengkul bisa membantu memandang kondisi jaringan lunak di sekitar lutut.
Meski begitu, jenis pemeriksaan yang paling cocok tetap perlu ditentukan oleh master sesuai kondisi masing-masing pasien, lantaran setiap orang bisa punya kebutuhan pemeriksaan yang berbeda.
Selain itu, USG muskuloskeletal untuk nyeri lutut juga sering dipakai untuk mencari tahu asal nyeri, apakah dari tendon, ligamen, bursa, alias bagian lain di sekitar lutut.
Nyeri bahu
Kalau keluhannya di bahu, USG muskuloskeletal untuk nyeri bahu bisa membantu master memandang kondisi seperti robekan rotator cuff, tendonitis, bursitis, alias kondisi yang disebut impingement syndrome. Pemeriksaan ini cukup andal untuk memandang tendon di sekitar bahu secara lebih jelas.
Carpal tunnel syndrome
Bagi yang sering merasa kesemutan alias nyeri di pergelangan tangan, USG muskuloskeletal untuk carpal tunnel syndrome bisa membantu mengukur pembengkakan saraf median dan memandang kondisi jaringan di sekitar pergelangan tangan.
Hasil pemeriksaan ini juga bisa dipakai untuk memandu suntikan obat agar lebih tepat sasaran.
Kenapa USG Muskuloskeletal Punya Banyak Keunggulan?
Dibanding pemeriksaan lain seperti rontgen, CT-scan, alias MRI, ultrasonografi muskuloskeletal punya beberapa kelebihan yang membuatnya banyak dipilih, di antaranya:
- Bisa menampilkan real-time imaging, jadi master bisa memandang jaringan bergerak langsung, bukan hanya gambar diam.
- Bisa dipakai untuk pemeriksaan dinamis, ialah memandang aktivitas sendi secara langsung.
- Tidak memakai radiasi, jadi lebih kondusif meski dilakukan berkali-kali.
- Biayanya umumnya lebih terjangkau dibanding MRI.
- Alatnya mini dan bisa dibawa ke mana-mana, sehingga bisa dipakai di beragam tempat jasa kesehatan.
- Punya fitur Doppler untuk memandang aliran darah dan mendeteksi peradangan yang sedang aktif.
Meski punya banyak kelebihan, krusial diketahui bahwa USG dan MRI alias rontgen punya kegunaan yang berbeda.
USG lebih unggul untuk memandang jaringan lunak seperti otot, tendon, ligamen, dan bursa, tapi kurang bagus untuk memandang bagian tulang yang letaknya dalam.
Karena itu, pada kondisi tertentu, master tetap bisa menyarankan MRI sebagai pelengkap agar hasil pemeriksaan lebih lengkap.
USG Sebagai Panduan Suntikan Obat (Ultrasound-Guided Injection)
Selain untuk memandang kondisi tubuh, ultrasonografi muskuloskeletal juga sering dipakai untuk membantu master saat melakukan suntikan obat, yang dikenal dengan istilah ultrasound-guided injection.
Biasanya, obat yang disuntikkan berupa kortikosteroid alias obat bius lokal, dan disuntikkan ke sendi, tendon, bursa, alias area dekat saraf dengan support gambar USG secara langsung.
Dibanding suntikan tanpa pedoman USG, langkah ini punya beberapa kelebihan, seperti:
- Posisi jarum lebih tepat sasaran
- Obat bisa bekerja lebih efektif lantaran masuk ke letak yang benar
- Risiko mengenai saraf alias pembuluh darah krusial jadi lebih kecil, lantaran master bisa memandang posisinya secara langsung di layar
Batasan yang Perlu Diketahui
Meski banyak manfaatnya, ultrasonografi muskuloskeletal juga punya beberapa batasan, di antaranya:
- Gelombang bunyi tidak bisa menjangkau bagian tubuh yang letaknya terlalu dalam
- Hasil pemeriksaan sangat tergantung pada skill orang yang melakukannya
- Tidak bisa menembus tulang, jadi kurang cocok untuk memandang bagian di dalam alias di belakang tulang
- Area yang bisa diperiksa dalam satu waktu terbatas, tidak bisa mencakup daerah yang terlalu luas sekaligus
Karena itu, pada beberapa kasus, master mungkin bakal menggabungkan hasil USG dengan pemeriksaan lain seperti MRI alias CT-scan agar diagnosisnya lebih akurat.
Siapa yang Biasanya Melakukan Pemeriksaan Ini?
Pemeriksaan ultrasonografi muskuloskeletal biasanya dilakukan oleh master yang punya skill di bagian ini, seperti:
- Dokter ahli radiologi, yang mahir membaca beragam jenis gambar hasil pencitraan.
- Dokter ortopedi, yang menangani masalah tulang, sendi, otot, dan jaringan lunak.
- Dokter kedokteran olahraga, yang konsentrasi menangani cedera akibat kegiatan fisik.
- Dokter rehabilitasi medik, yang membantu proses pemulihan kegunaan tubuh.
Klinik Patella: Klinik Spesialis Nyeri Lutut dan Sendi Terbaik
“Deteksi awal nyeri dengkul adalah langkah terpenting untuk mencegah kerusakan permanen lutut, dan memastikan penyebab nyeri hilang,” ujar salah satu master ahli Klinik Patella, dr. Windi Martika, Sp.OT.
Bagi yang sedang mencari rekomendasi master nyeri dengkul terbaik di Jakarta, Klinik Patella datang sebagai klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik dengan jasa yang komplit dalam satu atap.
Klinik Patella mempunyai tindakan modern untuk nyeri dengkul ialah Artroskopi Richard Wolf sebagai solusi minimal invasif.
Prosedur ini menggunakan kamera serat optik mini (arthroscope) yang dimasukkan melalui sayatan kecil, sehingga master dapat memandang langsung kondisi di dalam sendi dengkul sekaligus menanganinya tanpa perlu sayatan besar.
Tindakan Artroskopi Richard Wolf ini umumnya berjalan sekitar satu jam dan dilakukan secara rawat jalan, artinya pasien bisa pulang di hari yang sama dan menjalani pemulihan dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) di rumah.
Sebagai Artroskopi Richard Wolf, Klinik Patella juga menyediakan beragam pilihan pengobatan lainnya seperti:
- Fisioterapi
- Hidroterapi
- Injeksi Viskosuplemen
- Injeksi PRP (Platelet Rich Plasma)
- Terapi Secretome
- Terapi Stem Cell
- Radiofrekuensi Ablasi
- Total Knee Replacement
Tim master Klinik Patella adalah:
- dr. Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG)
- dr. Windi Martika, Sp.OT
- dr. Sri Wahyuni, Sp.KFR
- dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG)
- Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn,TI.Subs.An.Reg.
- dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS
Yang membikin Klinik Patella berbeda adalah pendekatan tim yang melibatkan Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dan Dokter Spesialis Anestesiologi yang bekerja bersama-sama.
Jadi, pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, bukan hanya dari satu perspektif pandang.
Ini sangat penting, terutama bagi pasien lansia alias mereka yang mempunyai kondisi kesehatan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis pengobatan.
FAQ Seputar Ultrasonografi Muskuloskeletal
Apa itu ultrasonografi muskuloskeletal dan gimana langkah kerjanya?
Ultrasonografi muskuloskeletal adalah pemeriksaan pencitraan medis yang menggunakan gelombang bunyi gelombang tinggi untuk menghasilkan gambar real-time dari otot, tendon, ligamen, sendi, dan jaringan lunak lainnya. Alat ini bekerja dengan memancarkan gelombang bunyi yang dipantulkan kembali oleh struktur tubuh, kemudian diubah menjadi gambar di layar monitor tanpa menggunakan radiasi.
Di mana saya bisa melakukan USG muskuloskeletal di Jakarta?
Anda dapat melakukan USG muskuloskeletal di beragam akomodasi kesehatan di Jakarta Selatan, termasuk rumah sakit besar, klinik ahli ortopedi, dan klinik rehabilitasi medik. Klinik Patella yang berlokasi di Kalibata, Jakarta Selatan, merupakan salah satu opsi yang menyediakan jasa pemeriksaan muskuloskeletal dengan master ahli berpengalaman.
Apakah USG muskuloskeletal bisa mendeteksi pengapuran lutut?
USG muskuloskeletal dapat membantu mengevaluasi struktur jaringan lunak di sekitar dengkul pada pasien dengan indikasi pengapuran lutut, meskipun pemeriksaan utama untuk pemeriksaan osteoarthritis biasanya adalah foto rontgen. USG lebih berkedudukan dalam menilai kondisi tendon, ligamen, bursa, dan adanya efusi sendi yang sering menyertai pengapuran lutut.
Dokter ahli apa yang menangani pemeriksaan USG muskuloskeletal?
Pemeriksaan USG muskuloskeletal dapat dilakukan oleh master ahli radiologi, master ahli ortopedi, master kedokteran olahraga, alias master ahli rehabilitasi medik yang telah mendapatkan training unik dalam teknik ultrasonografi muskuloskeletal. Di Klinik Patella, dr. Windi Martika, Sp.OT merupakan master ahli ortopedi yang berilmu dalam penanganan masalah dengkul dan sendi.
Bagaimana langkah booking agenda USG muskuloskeletal di Klinik Patella?
Untuk booking agenda USG muskuloskeletal di Klinik Patella, Anda dapat menghubungi Assistant Center melalui WA di nomor 0811-8124-2022. Klinik berlokasi di Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34B, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Konsultasi dengan dr. Windi Martika, Sp.OT dapat diatur sesuai kesiapan agenda untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat untuk masalah dengkul dan sendi Anda.