Umbi-umbian Khas Indonesia

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 514x dilihat
Umbi-umbian Khas Indonesia

Bagikan Postingan

Indonesia terkenal kaya bakal keanekaragaman hayati, termasuk beragam jenis umbi-umbian yang berfaedah sebagai sumber karbohidrat dan pangan pengganti bagi masyarakat sejak era dahulu.

Iklim tropis dan tanah yang subur memungkinkan beragam umbi tumbuh dengan baik di negeri ini. Dari ubi jalar, singkong, kentang, hingga kimpul dan gembili, yang termasuk umbil lokal namun sudah jarang ditemui.

Selain kimpul dan gembili, berikut 8 jenis umbi-umbian unik Indonesia yang tetap jarang diketahui banyak orang. Simak!

1. Uwi

Ilustrasi Uwi/ Foto: Instagram.com/wiedharry

Ilustrasi Uwi/ Foto: Instagram.com/wiedharry

Meski namanya terdengar mirip, ubi dan uwi mempunyai perbedaan yang cukup mencolok. Uwi, alias disebut juga ubi kelapa merupakan jenis umbi-umbian original Indonesia dari family tanaman Dioscorea.

Uwi dikenal mempunyai cita rasa manis yang khas, dengan daging umbi berwarna putih gading alias ungu. Kandungan serat yang tinggi dan indeks glikemik yang rendah, menjadikannya sumber karbohidrat utama masyarakat di masa panceklik.

Selain kaya serat, uwi juga mengandung vitamin, potassium, mangan, unsur besi, dan antioksidan yang dapat meningkatkan kesehatan otak, mengontrol gula darah, dan mengurangi inflamasi.

2. Kimpul

Ilustrasi pangan lokal “Kimpul”/ Foto: Freepik.com

Kimpul/Foto: Freepik.com

Salah satu pangan lokal yang sedang naik daun adalah kimpul. Kimpul (Xanthosoma sagittifolium), alias talas Belitung merupakan jenis umbi original Indonesia dari family talas-talasan (Araceae) yang sering dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat pengganti masyarakat era dahulu.

Makanan sederhana ini diperkaya bakal karbohidrat kompleks, serat, vitamin B6, serta mineral seperti kalsium dan fosfor. Indeks glikemik yang rendah membuatnya kondusif dikonsumsi untuk menjaga kadar gula darah dan mendukung diet.

Kimpul biasanya diolah dengan langkah direbus, dikukus, dijadikan keripik, hingga beragam penemuan olahannya seperti di TikTok. Kimpul tidak disarankan dimakan mentah lantaran mengandung oksalat yang bisa menyebabkan gatal-gatal.

3. Gembili

Gembili/ Foto: Flickr.com/ Indra Riawan

Gembili (Dioscorea esculenta) dikenal sebagai salah satu umbi-umbian unik Indonesia dari family gadung-gadungan (Dioscoreaceae) yang kaya bakal nutrisi penting.

Biasanya, gembili dinikmati sebagai rebusan, bahan kolak, alias diolah menjadi tepung bebas gluten. Teksturnya yang empuk, kenyal, dan pulen saat digigit, membuatnya disukai banyak orang.

Kandungan serat dan karbohidrat kompleks di dalamnya membikin gembili mudah dicerna dan perut kenyang lebih lama.

4. Keladi

Keladi/talas / Foto: dok. detikFood/ istimewa

Keladi, talas, alias seratah (Colocasia esculenta) termasuk dalam famili talas-talasan (Araceae). Umbi ini sebenarnya banyak tumbuh di daratan Afrika, Amerika, dan Asia, termasuk Indonesia.

Namun, keladi sudah sangat lama beradaptasi, dibudidayakan, dan menjadi bagian dari pangan lokal di Indonesia. Kandungan pati dan serat yang tinggi sering dimanfaatkan masyarakat sebagai pengganti nasi.

Berbeda dari jenis umbi lainnya, keladi mempunyai karakter unik berupa corak daun lebar, menyerupai corak hati, serta tangkai daun yang panjang, membuatnya cukup mudah dikenali.

5. Porang

Porang/ Foto: detikCom/ Sugeng Harianto

Porang (Amorphophallus muelleri) merupakan jenis umbi-umbian yang dapat dengan mudah ditemukan di Indonesia. Salah satu jenis umbi-umbian lokal ini, sekarang mempunyai nilai ekspor yang tinggi.

Umbi porang mengandung unsur glukomanan, yang baik untuk memberikan rasa kenyang lebih lama, melancarkan pencernaan, serta membantu mengontrol kadar gula darah dan kolesterol agar tetap stabil.

Biasanya, porang diolah menjadi tepung konjak untuk membikin mi shirataki, beras porang, hingga agar-agar, yang rendah kalori namun kaya nutrisi. Nggak heran jika umbi porang sering dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat saat diet.

6. Umbi Garut

Umbi Garut/ Foto: Pinterest.com/alatpertanian.asia

Umbi garut (Maranta arundinacea Linn) merupakan jenis umbi-umbian lokal yang mempunyai potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional, namun tetap kuranng terkenal di masyarakat.

Sebagai umbi-umbian, garut mempunyai pati dan kandungan nutrisi yang tinggi, yang terkenal ramah untuk pencernaan. Garut juga dikenal gluten-free sehingga kondusif dikonsumsi bagi orang yang alergi gluten alias penderita seliak.

Bentuknya sekilas mirip lengkuas, namun umbi garut mempunyai rasa yang condong netral dan netral dengan sedikit sentuhan rasa manis alami. Teksturnya yang lembut, berair, dan agak berserat, membuatnya sering dikonsumsi oleh anak-anak, lansia, hingga orang yang dalam masa pemulihan sakit.

7. Suweg

Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) merupakan salah satu tanaman original Asia Tenggara. Umbi lokal ini kerap tumbuh liar di pekarangan, kebun, maupun pinggiran hutan, serta banyak ditemukan di daerah Jawa dan Sumatra.

Namun, namanya tetap terdengar asing bagi sebagian orang saat ini. Umbi suweg, dulunya, sering dimanfaatkan sebagai makanan pokok pengganti saat masa panceklik. Selain mengenyangkan, suweg juga menyimpan segudang faedah yang baik untuk kesehatan.

Salah satu kelebihan umbi suweg adalah tingginya kandungan glukoman, yang berfaedah untuk kesehatan pencernaan dan metabolisme tubuh. Sebagai sumber karbohidrat kompleks dan berglikemik rendah, suweg sering direkomendasikan bagi orang yang menderita glukosuria alias sedang menjalani diet.

8. Ganyong

Ganyong/ Foto: detikCom/ Dian Nugraha Ramdani

Ganyong (Canna edulis Ker.) merupakan tanaman umbi-umbian yang tumbuh subur di daerah tropis, termasuk Indonesia. Rimpangnya (umbi batang) sering dimanfaatkan sebagai sumber pangan pengganti pengganti beras dan terigu.

Di Indonesia, umbi ganyong dikenal dengan dua jenis utama, ialah ganyong merah dan ganyong putih. Keduanya kaya bakal nutrisi krusial seperti karbohidrat, pati, serat, vitamin, dan mineral, yang baik untuk kesehatan.

Ganyong biasanya diolah dengan langkah dikukus, digoreng, dibakar, alias dijadikan tepung pati untuk beragam hidangan tradisional. Daun ganyong yang tetap muda juga bisa dimanfaatkan sebagai balut makanan, seperti buntil.

Nah, itulah beberapa jenis umbi-umbian unik Indonesia yang tetap jarang diketahui banyak orang saat ini. Kandungan karbohidrat yang tinggi dan nutrisi krusial berpotensi menjadikannya pangan alternatif, terutama saat nilai beras naik.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads