Artis Shireen Sungkar kembali membagikan kisah tentang putrinya, Cut Shafiyyah, yang didiagnosis autisme sejak usia 2 tahun 8 bulan. Melalui unggahan di Instagram, dia menceritakan perjalanan mendampingi tumbuh kembang sang putri.
Dalam unggahannya, Shireen mengungkapkan rasa syukur lantaran memandang banyak perkembangan positif yang ditunjukkan Shafiyyah. Kemajuan tersebut jadi penyemangat bagi family untuk terus mendampingi setiap proses yang dijalani.
"Bismillah. Semangat nak bismillah Anda tumbuh jadi anak solehah yang alim pandai dan bermanfaat. Banyak sekali perkembangan adek yang masyaallah tabarakallah," tulis Shireen, dikutip dari akun IG @shireensungkar.
Bunda tiga anak ini juga mengungkapkan bahwa perjalanan mendampingi Shafiyah bukanlah perihal yang mudah. Berbagai terapi telah dijalani, apalagi sempat rela mendatangi tempat terapi yang lokasinya cukup jauh dari rumah.
"Terapi sana sini dari yang dekat sampai yang jauh banget dari rumah. Enggak sabar kelak Anda sudah dewasa kita bakal kangen momen ini ya nak," tutur Shireen.
Shireen berambisi suatu hari kelak dirinya dan sang putri dapat mengenang perjuangan tersebut sebagai bagian dari perjalanan hidup mereka.
Shireen bagikan pesan menyentuh dari perspektif pandang sang putri
Dalam unggahan yang sama, Shireen membagikan beberapa foto dengan tulisan yang dibuat seolah berasal dari perspektif pandang putrinya. Lewat tulisan itu, dijelaskan bahwa kehadiran Shafiyyah membikin family jauh lebih hangat.
"Hadirnya saya membikin family jauh lebih hangat, lebih dekat. Orang tuaku lebih giat mengangkat tangannya untuk memohon ke langit, lantaran percaya Allah pasti memberi jalan. Allah baik, ya," tulisnya.
Dalam postingan tersebut, digambarkan pula besarnya support yang diberikan family kepada Shafiyyah. Dukungan tersebut jadi penyemangat dalam menjalani setiap proses tumbuh kembangnya.
"Mami, abi, abang, kakak, semua family sayang sama aku. Dukung saya terus," katanya.
Perjalanan terapi hingga angan Shireen untuk sang putri
Dalam unggahan tersebut, Shireen turut menceritakan tentang perjalanan terapi yang dijalani Shafiyah, termasuk terapi stem cell yang dijalaninya nyaris setiap hari. Dikutip dari Mayo Clinic, terapi stem cell adalah metode yang menggunakan sel punca untuk memperbaiki alias meregenerasi sel dan jaringan tubuh.
"Alhamdulillah Allah selalu kasih kekuatan untuk terapi nyaris setiap hari untuk stem cell walaupun saya menangis lantaran disuntik," ujarnya.
Melalui tulisannya, diceritakan bahwa Shafiyyah pernah menjalani terapi di beragam tempat. Bahkan, Shireen dan sang putri sempat tinggal di Solo demi mengikuti proses terapi.
"Terapi makan ke sana ke sini sampai pernah lama tinggal sementara di solo sama mami," tulisnya dalam unggahan tersebut.
"Setiap kata yang akhirnya bisa diucapkan, setiap langkah dan sasaran yang bisa saya capai membikin orang tuaku lebih mengerti dan tahu makna syukur," sambungnya.
Selain itu, terselip angan agar setiap perjuangan yang dijalani Shireen untuk sang putri menjadi jalan menuju kebaikan. Harapan itu disampaikan sebagai corak angan agar semua upaya mereka mendapat jawaban terbaik dari Allah.
"Semoga letih, lelah, dan sabar menjadikan kami bisa meraih surganya Allah," ujarnya.
Di akhir unggahannya, Shireen kembali menyampaikan angan dan pesan penuh kasih untuk putrinya. Ia berambisi Shafiyah selalu diberi kekuatan, keberkahan, dan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat.
"Dek Sya sayang anak kuat semoga Allah berkahi setiap langkah adik. Makasih ya nak perjuangannya, Allah jadikan dek Sya manusia yang berfaedah yang selalu dalam perlindungan Allah," pungkas Shireen.
Demikian ulasan mengenai ungkapan hati Shireen Sungkar tentang perjuangannya mendampingi dan membesarkan putrinya yang menyandang autisme. Semoga kisah ini dapat menginspirasi, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·