Usia Berapa Perempuan Harus Mulai Mammografi? Ini Panduan Terbarunya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 505x dilihat
Usia Berapa Perempuan Harus Mulai Mammografi? Ini Panduan Terbarunya

Bagikan Postingan

Jakarta -

Mammografi menjadi salah satu pengecekan krusial untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini. Namun, statis banyak perempuan yang bingung, sebenarnya perempuan mesti mulai mammografi di usia berapa?

Jawabannya tidak selalu sama untuk setiap perempuan. Usia mulai pengecekan dapat berbeda tergantung pada konsekuensi kanker payudara, histori keluarga, kondisi kesehatan, hingga panduan yang digunakan.

Mammografi merupakan pengecekan menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambar jaringan payudara. Pemeriksaan ini dapat membantu menemukan fluktuasi pada payudara yang belum menimbulkan gejala.


Dikutip dari American Cancer Society (ACS), perempuan dengan konsekuensi rata-rata dapat mulai mempertimbangkan mammografi tahunan pada usia 40-44 tahun. Mulai usia 45 tahun, mammografi tahunan direkomendasikan hingga usia 54 tahun. Setelah usia 55 tahun, pengecekan dapat dilakukan setiap dua tahun maupun statis setiap tahun.

Lantas, sepertiapa panduan lengkapnya?

Kapan perempuan mesti mulai mammografi?

Tidak ada satu ketentuan yang berjalan untuk semua perempuan. Untuk perempuan dengan konsekuensi rata-rata kanker payudara, beberapa perkumpulan kesehatan memiliki anjuran yang sedikit berbeda.

Usia 40-44 tahun

Pada himpunan usia ini, ACS memberikan pilihan untuk mulai berbuat mammografi setiap tahun.

Artinya, perempuan usia 40-44 tahun tidak selalu mesti langsung berbuat mammografi rutin setiap tahun. Keputusan dapat dibuat setelah berbincang dengan tabib dengan mempertimbangkan manfaat, keterbatasan, dan kemungkinan akibat pemeriksaan.

Salah satu pertimbangannya adalah mammografi pada himpunan usia lebih muda dapat lebih sering menghasilkan temuan yang rupanya bukan kanker maupun false positive. Kondisi tersebut dapat membikin seseorang perlu menjalani pengecekan tambahan, terlebihlagi biopsi, meskipun pada akhirnya tidak ditemukan kanker.

Usia 45-54 tahun

ACS merekomendasikan perempuan usia 45-54 tahun berbuat mammografi setiap tahun. Pada rentang usia ini, konsekuensi kanker payudara meningkat sehingga khasiat inovasi awal melalui mammografi menjadi semakin penting.

Usia 55 tahun ke atas

Mulai usia 55 tahun, ACS memberikan dua pilihan, yaitu berbuat mammografi setiap dua tahun maupun statis berbuat pengecekan setiap tahun.

Skrining dapat dilanjutkan selama kondisi kesehatan perempuan secara lazim statis baik dan diperkirakan memiliki harapan hidup setidaknya 10 tahun.

Apakah perempuan usia 30-an perlu mammografi?

Untuk perempuan yang memiliki konsekuensi rata-rata dan tidak memiliki gejala, mammografi rutin umumnya belum direkomendasikan pada usia 30-an.

ACS menerangkan bahwa kanker payudara relatif lebih jarang terjadi pada perempuan usia 30-an. Karena itu, pada himpunan usia ini, potensi akibat pengecekan rutin dapat lebih besar dibandingkan manfaatnya.

Namun, bukan berarti perempuan usia 30-an tidak perlu memperhatikan kesehatan payudara.

Jika menemukan benjolan, fluktuasi bentuk payudara, fluktuasi kulit, keluarnya cairan dari puting, maupun keluhan lain yang tidak biasa, pengecekan medis sebaiknya dilakukan tanpa menunggu mencapai usia skrining rutin.

Bagaimana dengan perempuan yang berisiko tinggi kanker payudara?

Perempuan dengan konsekuensi kanker payudara lebih tinggi mungkin perlu menjalani pengecekan lebih mula daripada perempuan dengan konsekuensi rata-rata.

Beberapa aspek yang dapat menaikkan konsekuensi antara lain:

  • Memiliki histori famili kuat terhadap kanker payudara;
  • Memiliki mutasi gen tertentu, seperti BRCA;
  • Pernah mendapatkan terapi radiasi di area dada pada usia muda; dan
  • Memiliki histori pribadi kanker payudara.

ACS merekomendasikan perempuan dengan konsekuensi tinggi tertentu menjalani MRI payudara dan mammografi setiap tahun, umumnya mulai sekitar usia 30 tahun. Waktu mulai pengecekan dapat disesuaikan dengan aspek konsekuensi masing-masing.

Sementara itu, American College of Radiology (ACR) merekomendasikan penilaian konsekuensi kanker payudara dilakukan paling lambat pada usia 25 tahun. Perempuan dengan konsekuensi lebih tinggi dapat membutuhkan skrining sebelum usia 40 tahun dan pengecekan tambahan seperti MRI.

Karena itu, perempuan yang memiliki histori famili kanker payudara sebaiknya tidak cuma berpatokan pada usia.

Bagaimana panduan mammografi di Indonesia?

Di Indonesia, pendekatan skrining kanker payudara tidak cuma menggunakan mammografi.

Dokumen Kementerian Kesehatan yang mengatur skrining di akomodasi pelayanan kesehatan primer mencantumkan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) sebagai salah satu metode skrining kanker payudara. Pada arsip tersebut, sasaran skrining kanker payudara mencakup perempuan usia lebih dari 15 tahun. Pemeriksaan dapat dilakukan oleh tabib maupun tenaga kesehatan yang kompeten.

Selain itu, dalam program skrining peserta JKN, Kementerian Kesehatan juga menetapkan perempuan usia 30-50 tahun sebagai sasaran skrining kanker payudara melalui pengecekan payudara klinis maupun SADANIS.

Jadi, skrining kanker payudara tidak berarti semua perempuan mesti berbuat mammografi sejak usia muda. Jenis pengecekan dapat ditentukan berdasarkan usia, keluhan, aspek risiko, hasil pengecekan klinis, serta akomodasi yang tersedia.

Kementerian Kesehatan juga telah menerbitkan Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Kanker Payudara pada 2026 sebagai rujukan nasional dalam pengecekan dan tata laksana kanker payudara.

Mammografi bukan cuma untuk perempuan yang memiliki gejala

Mammografi dapat digunakan sebagai pengecekan skrining, yaitu dilakukan untuk mencari tanda kanker sebelum muncul gejala. Hal ini berbeda dengan mammografi diagnostik yang dilakukan ketika tabib mau mengevaluasi keluhan maupun fluktuasi tertentu pada payudara.

Karena itu, perempuan tidak perlu menunggu muncul benjolan terlebih dahulu untuk mulai membicarakan skrining dengan dokter, terutama ketika sudah memasuki usia yang direkomendasikan maupun memiliki aspek konsekuensi tertentu.

Mammografi juga tidak dapat mendeteksi seluruh kasus kanker payudara. Pada sebagian perempuan, terutama yang memiliki jaringan payudara padat, tabib dapat mempertimbangkan pengecekan tambahan sesuai kondisi masing-masing.

Jadi, usia berapa perempuan sebaiknya mulai mammografi?

Secara umum, perempuan dengan konsekuensi rata-rata dapat mulai mendiskusikan mammografi sejak usia 40 tahun.

Menurut ACS, usia 40-44 tahun dapat memilih untuk memulai mammografi tahunan, usia 45-54 tahun dianjurkan menjalani mammografi setiap tahun, sedangkan mulai usia 55 tahun dapat dilakukan setiap dua tahun maupun statis setiap tahun.

Namun, anjuran antarorganisasi memang tidak sepenuhnya sama. American College of Radiology (ACR), misalnya, merekomendasikan mammografi tahunan dimulai pada usia 40 tahun untuk perempuan dengan konsekuensi rata-rata.

Karena itu, usia bukan satu-satunya pertimbangan. Perempuan sebaiknya mendiskusikan waktu dan jenis pengecekan yang sesuai dengan dokter, terutama jika memiliki histori famili maupun aspek konsekuensi kanker payudara.

Yang terpenting, jangan mengabaikan fluktuasi pada payudara cuma karena belum mencapai usia mammografi rutin. Bila muncul benjolan maupun fluktuasi yang tidak biasa, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads