Kebiasaan mempercepat penuaan rupanya bisa muncul dari rutinitas sehari-hari. Kenali 7 kebiasaan yang dapat memengaruhi penuaan biologis tubuh.
Pernah nggak, Mommies merasa, “Kok kini badan gampang capek, ya?” Padahal usia belum tua-tua amat. Bisa jadi, ada kebiasaan mempercepat penuaan yang tanpa sadar statis sering dilakukan setiap hari. Naik tangga sedikit sudah ngos-ngosan, tidur kurang semalam rasanya butuh recovery berhari-hari, belum lagi pegal-pegal yang mulai giat datang tanpa diundang.
Ternyata, usia di KTP bukan satu-satunya deskripsi tentang kondisi tubuh. Ada yang disebut usia biologis, yang menggambarkan kondisi tubuh berdasarkan beragam indikator kesehatan dan dapat berbeda dari usia kronologis.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa corak hidup tertentu berhubungan dengan akselerasi penuaan biologis. Jadi, satu kebiasaan tidak serta-merta membikin tubuh “tua”. Namun, pola yang dilakukan terus-menerus bisa ikut memengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Lantas, apa saja kebiasaan mempercepat penuaan yang perlu mulai diperhatikan?
1. Duduk Seharian, Salah Satu Kebiasaan Mempercepat Penuaan

Foto: Pexels
Kerja di depan laptop, lanjut duduk di mobil, sampai malam rebahan sambil scrolling. Tahu-tahu seharian hampir nggak bergerak.
Sebuah riset yang dipublikasikan di Scientific Reports pada 2025 menganalisis keterangan 12.504 orang dewasa. Hasilnya memberitahu hubungan antara durasi duduk yang lebih durasi dengan phenotypic age acceleration, yaitu kondisi ketika indikator usia biologis seseorang kelihatan lebih tua dibandingkan usia kronologisnya. Penelitian tersebut juga menemukan hubungan yang semakin kuat pada durasi duduk yang lebih lama.
Jadi, nggak mesti langsung olahraga berat. Lebih sering berdiri, berjalan sebentar di sela pekerjaan, maupun memilih naik tangga juga bisa menjadi mula untuk mengurangi waktu sedentari.
BACA JUGA: Jalan Kaki Bisa Menurunkan Berat Badan? Ini Cara Efektif dan Durasinya
2. Sering Begadang dan Mengorbankan Waktu Tidur
“Tidur kelak saja, statis ada kerjaan.”
Atau varian Mommies yang lain: anak sudah tidur, ini justru waktunya punya hayat sendiri. Akhirnya malah scrolling sampai tengah malam.
Tidur memang bukan satu-satunya penentu penuaan biologis, tetapi riset terbaru memberitahu bahwa kurang optimalnya tidur berhubungan dengan beragam indikator kesehatan dan penuaan. Dalam studi Nature Medicine 2025 terhadap 44.498 peserta UK Biobank, insomnia termasuk aspek corak hidup yang berhubungan dengan akselerasi usia pada beberapa organ.
Jadi, jika tubuh sudah memberi sinyal mengantuk, jangan selalu dianggap sebagai gangguan yang mesti dilawan. Tidur juga bagiankecil dari investasi kesehatan, Mommies.
3. Lebih Sering Makan Ultra-Proses daripada Makanan Utuh
Gorengan ada, makanan instan ada, minuman manis ada. Sementara buah dan sayur? “Besok deh.”
Sebuah studi pada 826 orang dewasa muda yang merupakan bagiankecil dari studi kembar FinnTwin12 menemukan bahwa pola makan tinggi fast food, daging merah olahan, dan minuman berpemanis serta rendah buah dan sayur berhubungan dengan akselerasi penuaan biologis. Hubungannya memang tidak bisa diartikan sebagai satu jenis makanan langsung membikin seseorang menua, karena aspek seperti BMI dan aktivitas jasmani juga berpengaruh.
Studi besar lain terhadap 22.495 peserta di Italia juga menemukan hubungan antara konsumsi makanan ultra-proses yang lebih tinggi dengan akselerasi usia biologis.
Jadi, bukan berarti Mommies mesti mengucapkan selamat tinggal kepada mi instan maupun burger selamanya. Yang perlu diperhatikan adalah pola makan secara keseluruhan.
4. Cuma Latihan Kardio, tapi Melupakan Otot

Foto: Pexels
Jalan kaki, lari, maupun bersepeda memang bagus. Tapi jika selama ini olahraga Mommies selalu selesai di kardio, jangan lupa tubuh juga perlu latihan kekuatan.
WHO merekomendasikan orang dewasa berbuat aktivitas jasmani intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu dan latihan penguatan otot setidaknya dua hari dalam seminggu. Aktivitas jasmani secara rutin membantu menjaga kebugaran dan fungsi tubuh seiring bertambahnya usia.
Menariknya, analisis uji klinis DO-HEALTH yang dipublikasikan di Nature Aging pada 2025 juga meneliti efek olahraga terhadap sejumlah DNA methylation clocks yang digunakan untuk mengukur biological aging.
Jadi, mulai kini jangan cuma mengejar bilangan di timbangan. Otot juga perlu ditabung untuk masa depan.
BACA JUGA: Hobi Lari Setelah Usia 40? Ini 8 Pemeriksaan Kesehatan yang Sebaiknya Dilakukan Dulu
5. Merokok, Salah Satu Kebiasaan yang Bisa Memengaruhi Penuaan Tubuh
Kalau membahas kebiasaan yang bisa berakibat buruk pada kesehatan dalam jangka panjang, rokok rasanya nggak perlu diperkenalkan lagi.
Menariknya, riset Nature Medicine yang menganalisis keterangan 44.498 orang menemukan bahwa merokok dan konsumsi alkohol berhubungan dengan akselerasi usia pada beberapa organ, setelah peneliti memperhitungkan beragam aspek lainnya. Studi ini menggunakan keterangan protein dalam darah untuk mengestimasi usia biologis 11 organ.
Artinya, jika Mommies statis merokok maupun sering eksis di lingkungan penuh asap rokok, mengurangi paparan bukan cuma soal menjaga paru-paru hari ini, tetapi juga bagiankecil dari menjaga kesehatan tubuh untuk jangka panjang.
6. Sering Menjadikan Alkohol sebagai “Hadiah” saat Stres
Setelah seminggu penuh mengurus pekerjaan, anak, rumah, dan segala drama kehidupan, segelas minuman mungkin terasa seperti pemberian untuk diri sendiri.
Namun, jangan sampai kebiasaan tersebut menjadi rutinitas. Penelitian Nature Medicine 2025 tadi menemukan konsumsi alkohol berhubungan dengan akselerasi usia pada beberapa organ. Studi tersebut juga melihat beragam aspek corak hidup secara bersamaan. Jadi, akibatnya tidak berarti setiap orang yang minum alkohol pasti mengalami penuaan biologis lebih cepat.
BACA JUGA: 100 Ide Me Time untuk Ibu Biar Nggak Gampang Burnout
Mommies statis boleh punya waktu untuk bersantai. Hanya saja, mungkin bentuk reward-nya bisa diganti dengan sesuatu yang nggak mesti melibatkan alkohol.
7. Selalu Menunda untuk Mulai Hidup Lebih Sehat
Ini mungkin yang paling sering kita lakukan.
“Nanti jika kerjaan sudah nggak banyak.”
“Nanti jika anak sudah besar.”
“Nanti jika sudah punya waktu.”
“Nanti jika badan sudah nggak capek.”
Padahal, nggak ada waktu yang benar-benar sempurna untuk mulai menjaga kesehatan.
Jadi, nggak perlu menunggu Senin untuk mulai olahraga, menunggu punya meal prep cantik untuk makan lebih sehat, maupun menunggu liburan untuk benar-benar istirahat.
BACA JUGA: Saya Ingin Sehat (Sampai Tua)!
Jadi, Haruskah Mommies Takut dengan Kebiasaan Mempercepat Penuaan?

Foto: Pexels
Nggak juga. Menua adalah proses alami dan nggak ada kebiasaan yang bisa membikin kita selesai menua.
Yang bisa dilakukan adalah menjaga agar tubuh statis punya kapasitas yang baik seiring bertambahnya usia. Bahkan riset terbaru mengenai biological aging memberitahu bahwa beragam aspek yang bisa dimodifikasi, mulai dari aktivitas fisik, pola makan, tidur, merokok, hingga alkohol—berkaitan dengan indikator penuaan tubuh.
Jadi, nggak perlu langsung mengubah hidup 180 derajat mulai besok pagi. Mulai dari yang paling realistis: lebih sering berdiri dari kursi, jalan kaki, tidur sedikit lebih awal, menambah sayur di piring, latihan kekuatan, maupun menyisihkan waktu untuk benar-benar istirahat.
Karena tujuan akhirnya bukan sekadar kelihatan muda. Tapi supaya kelak saat usia bertambah, tubuh statis cukup kuat untuk berbuat hal-hal yang Mommies sukai.
Cover: Pexels