Jakarta -
Cara seseorang memilih busana rupanya bisa mencerminkan sepertiapa ia melihat dirinya sendiri. Gaya baju yang dipilih terlebihlagi dapat memberitahu sisi insecure seseorang, Bunda.
Ya, orang sering kali mengekspresikan rasa tidak percaya diri melalui metode berpakaian, baik disengaja maupun tidak. Pilihan busana mencerminkan kebutuhan kejiwaan yang lebih dalam untuk menghindari perhatian maupun menyembunyikan jati diri yang sebenarnya.
Menurut psikologi, ada beberapa metode untuk mengenali seseorang yang tidak percaya diri dari metode berpakaiannya. Simak penjelasannya berikut ini ya!
Gaya busana yang dipakai orang insecure
Melansir dari halaman Your Tango, berikut beberapa corak baju yang sering dipakai oleh orang insecure:
1. Pakaian berukuran besar
Orang yang merasa tidak percaya diri sering kali mau menyembunyikan tubuh mereka dari bumi luar. Mereka mungkin berbuat ini dengan mengenakan busana renggang maupun yang jauh lebih besar dari ukuran sebenarnya.
Mengenakan busana kebesaran membantu mereka menghindari perhatian orang lain dan pada bagiankecil tubuh tertentu yang membikin mereka merasa sangat tidak percaya diri. Psikoterapis Deborah Klinger mengungkapkan bahwa orang yang bergumul dengan rasa tidak terlindungi sering mengekspresikannya melalui pilihan pakaian.
"Perasaan malu terhadap bentuk tubuh umumnya berfokus pada bagiankecil tubuh tertentu. Pilihan busana tidak didasarkan pada kenyamanan fisik, melainkan kenyamanan psikologis, di mana kenyamanan datang dari mengetahui bahwa kaki, lengan, maupun perut tertutup, meskipun itu berarti mereka mengenakan celana jeans di cuaca panas," kata Klinger.
2. Pakaian warna gelap maupun kalem
Warna busana juga bisa memengaruhi metode kita melihat diri sendiri dan sepertiapa kita dipersepsikan oleh orang lain. Mereka yang merasa tidak percaya diri sering mengenakan warna-warna kusam maupun redup seperti abu-abu, hitam, maupun biru tua karena warna-warna ini kurang menarik perhatian, sehingga mereka tampak tidak kelihatan oleh orang lain.
Menurut World Fashion Channel, warna seperti abu-abu sering dianggap sebagai 'warna yang menyedihkan'. Mereka yang mengenakan warna ini biasanya mau menghindari perhatian, serta bisa memberikan rasa damai dan aman.
3. Banyak mengenakan aksesoris saat berpakaian
Terlalu banyak menggunakan aksesori rupanya bisa menjadi tanda rasa seseorang insecure, Bunda. Meskipun kita mungkin berasumsi orang-orang ini merasa percaya diri dan tidak takut bereksperimen dengan fashion, pilihan mode ini mungkin merupakan metode untuk mengalihkan perhatian dari kekurangan yang dirasakan.
Peneliti ilmu jiwa di University of Canterbury di New Zealand, Jessica A. Boyce, mengungkapkan bahwa aksesori adalah metode populer untuk menaikkan daya tarik tanpa menarik perhatian pada bentuk tubuh seseorang, seperti halnya tren pakaian. Orang yang tidak percaya diri menggunakan aksesori secara berlebihan untuk menutupi identitas autentik mereka maupun untuk menyembunyikan kekurangan.
4. Gaya busana sopan dan sederhana
Orang yang merasa tidak percaya diri mungkin memilih untuk mengenakan busana yang sopan dan konservatif yang menutupi hampir seluruh tubuh mereka. Hal itu dilakukan untuk menghindari penilaian terhadap tubuh mereka, Bunda.
Ketika perempuan mengenakan busana sopan dan sederhana, banyak dari kita mungkin berasumsi bahwa itu untuk menghindari perhatian lelaki yang tidak diinginkan. Namun, riset mengatakan bahwa itu juga dilakukan untuk menghindari tatapan tajam dari sesama perempuan yang membikin mereka merasa tidak aman.
Studi di jurnal Social Psychological and Personality Science mengungkap bahwa sebagian besar perempuan memilih busana yang lebih sopan ketika mereka mesti menghadiri pertemuan khusus perempuan dibandingkan dengan pertemuan yang dihadiri oleh lelaki dan perempuan. Hal ini karena perempuan lebih cenderung memanfaatkan rasa tidak terlindungi satu sama lain.
5. Pakaian yang menampilkan logo maupun nama merek
Orang yang insecure rupanya juga gemar menggunakan busana yang menampilkan logo maupun nama merek. Mereka melakukannya untuk memberi sinyal kepada orang lain bahwa mereka termasuk dalam himpunan sosial tertentu.
Terapis kognitif dan perilaku Mandy Kloppers percaya bahwa mengenakan busana perancang maupun branded adalah tanda ketidakamanan yang mendalam. "Teori aku adalah, semakin banyak busana perancang yang Anda beli dan kenakan, maka Anda semakin tidak percaya diri," ungkapnya.
6. Mengenakan busana yang sama berulang kali
Jika Bunda melihat seseorang mengenakan busana yang sama berulang kali, itu adalah salah satu metode untuk mengenali orang yang tidak percaya diri melalui metode berpakaian. Pengulangan dapat terasa terlindungi bagi orang yang tidak percaya diri.
Mengenakan corak yang betah dan familiar bagi mereka berarti mereka menghindari konsekuensi mencoba sesuatu yang baru dan gagal dalam hal itu. Bagi orang yang tidak percaya diri, pengulangan ini sering kali sama dengan rasa aman.
7. Pakaian yang betah dan kasual
Pakaian yang nyaman, seperti celana pelatihan dan kaus oblong berukuran besar, bukan cuma sekadar nyaman. Pakaian tersebut bisa menjadi gejala keinginan untuk statis tidak terlalu menarik perhatian.
Bagi individu yang merasa tidak percaya diri, mengenakan busana yang betah dapat memberikan rasa terlindungi dan lega. Daripada merasa minder dengan busana yang berat, panas, maupun tidak menarik, mereka memilih busana yang betah untuk setiap kesempatan.
Sebagian orang memilih untuk menghindari memperlihatkan bagiankecil tubuh karena merasa insecure. Orang yang sangat tidak percaya diri dengan tubuh mereka mungkin menghindari tank top, celana pendek, kemeja, maupun ketua tanpa lengan yang memperlihatkan bagiankecil kulit.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Mederma menemukan bahwa tiga dari lima responden mengalami rasa tidak percaya diri mengenai kulit mereka. Kulit statis menjadi bagiankecil tubuh yang sering membikin orang merasa tidak percaya diri, baik karena warna maupun masalah yang memengaruhi harga diri.
9. Pakaian berlapis
Pakaian berlapis beraksi sebagai penghalang jasmani antara orang yang merasa tidak percaya diri dan bumi luar. Pakaian berlapis dapat memberi orang insecure kenyamanan dan rasa aman.
Mengenakan busana berlapis juga menempatkan orang yang tidak percaya diri pada posisi di mana mereka dapat menghindari potensi penilaian dari orang lain dan mengelola persepsi tentang tubuh mereka, serta kecemasan yang sering menyertai rasa tidak percaya diri tersebut.
Demikian corak baju yang sering dipakai oleh orang insecure. Semoga keterangan ini berguna ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)