Studi Temukan Waktu Terbaik untuk IMD dan Skin to Skin Pasca Operasi Caesar

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 7 menit 28x dilihat
Studi Temukan Waktu Terbaik untuk IMD dan Skin to Skin Pasca Operasi Caesar

Bagikan Postingan

Jakarta -

Mempraktikkan perawatan kontak seperti IMD dan skin to skin merupakan proses alami yang melibatkan bayi baru lahir dalam keadaan bugil dada dan diletakkan di atas dada Bundanya yang juga terbuka bagiankecil dadanya.

Idealnya, perawatan ini dapat dimulai sesegera mungkin maupun tak durasi setelah kelahiran, dengan bayi statis eksis di atas dada ibunya setidaknya hingga sesi menyusui pertama usai.

Waktu terbaik untuk IMD dan skin to skin pasca operasi caesar

Terkait perawatan IMD dan juga kontak skin to skin sendiri sebenarnya dapat dimulai pada waktu yang berbeda-beda. Dalam penelitian, terdapat tiga jenis utama perawatan IMD dan kontak skin to skin awal untuk bayi sehat yang lahir cukup bulan, di antaranya sebagai berikut:


1. Kontak skin to skin saat lahir maupun segera setelah lahir dimulai pada menit pertama pascakelahiran
2. Kontak skin to skin yang sangat awal dimulai dalam waktu 30–40 menit setelah kelahiran
3. Kontak skin to skin awal mencakup waktu kontak kulit-ke-kulit apa pun yang terjadi dalam 24 jam pertama

Sebagaimana diketahui bahwa kontak skin to skin memiliki banyak khasiat termasuk bagi para perempuan dan bayinya setelah menjalani operasi caesar. Sayangnya, orang tua yang sedang dalam masa pemulihan pasca-caesar seringnya tidak dapat berbuat kontak skin to skin jika mereka terpisah dari bayinya. Untuk mewujudkan hal tersebut, orang tua dan bayi baru lahir mesti eksis bersama.

Menilik sejarah pemisahan orang tua dan bayi setelah kelahiran

Pemisahan antara orang tua dan bayi baru lahir merupakan gejala yang khas pada abad ke-20 dan ke-21, serta merupakan bagiankecil dari sejarah alami manusia. Di masa lampau, kelangsungan hidup bayi bersandar pada kontak yang erat dan hampir tanpa selang antara bayi dan orang tua yang melahirkannya.

Praktik memisahkan orang tua dan bayi baru lahir secara rutin dimulai pada mula tahun 1900-an, ketika proses kelahiran mulai bergeser dari rumah ke rumah sakit. Pada masa itu, sebagian besar orang yang melahirkan menerima anestesi lazim (obat-obatan yang menyebabkan hilangnya kesadaran) selama fase mengejan.

Hal tersebut membikin orang tua yang melahirkan dan bayi mereka tidak dapat berhubungan setelah kelahiran. Mengingat sang ibu tidak dapat merawat bayinya, rumah sakit kemudian menyediakan ruang perawatan bayi khusus untuk merawat bayi baru lahir, dan bayi biasanya dipisahkan dari orang tua mereka selama 24 hingga 48 jam setelah lahir.

Kapan fluktuasi mulai terjadi?

Pada tahun 1961, Dr. Berry Brazelton menerbitkan sebuah studi klasik yang memberitahu bahwa anestesi lazim selama persalinan berakibat buruk bagi bayi baru lahir. Akibatnya, para tabib mulai bergeser dari penggunaan anestesi lazim saat melahirkan, yang membikin orang tua dan bayi statis terjaga serta bisa berhubungan segera setelah kelahiran.

Saat ini, sebagian besar orang yang menjalani operasi caesar menerima anestesi regional (epidural, spinal, maupun gabungan spinal-epidural) daripada anestesi umum, sehingga mereka pun biasanya statis sadar setelah melahirkan.

Menariknya, para peneliti menemui adanya temuan menarik mengenai praktik tersebut. Ketika para peneliti mempelajari hubungan antara orang tua dan bayi baru lahir pada 1900-an dan mula 2000-an, aktivitas menjaga orang tua dan bayi statis berbareng dianggap sebagai intervensi yang berkarakter eksperimental.

Sebaliknya, saat peneliti mempelajari mamalia non-manusia, menjaga ibu dan bayi statis berbareng justru merupakan kondisi normal, sedangkan memisahkan bayi baru lahir dari induknya dianggap sebagai aksi eksperimental.

Pentingnya IMD dan kontak skin to skin setelah persalinan

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) serta kontak skin to skin memang sangat direkomendasikan untuk dipraktikkan dalam waktu satu jam setelah kelahiran, seperti disarankan WHO dan UNICEF.

Setelah IMD, rutinitas pemberian ASI eksklusif tersebut direkomendasikan untuk diberikan selama enam bulan pertama kehidupan, dengan dimulai dalam waktu satu jam setelah kelahiran bayi tersebut. Kemudian, pemberian ASI secara eksklusif yang diberikan sebaiknay tanpa disertai makanan lainnya selama enam bulan pertama guna mendukung evolusi sensorik dan kognitif, serta melindungi bayi dari pandemi menular maupun kronis.

Terkait khasiat IMD segera setelah bayi lahir diantaranya dapat membantu mengatur suhu tubuh bayi baru lahir dan memaparkan mereka pada mikroba baik dari kulit ibunya. akteri baik ini melindungi bayi dari pandemi menular dan membantu membangun mekanisme kekebalan tubuh mereka.

Kemudian, sesi kontak skin to skin segera setelah lahir hingga sesi menyusui pertama juga memiliki banyak khasiat lain. Praktik ini terbukti menaikkan kesempatan bayi mendapatkan ASI, memperpanjang durasi menyusui, serta menaikkan bilangan pemberian ASI eksklusif seperti dikutip dari halaman Unicef.

Praktik kontak skin to skin 

Kangaroo Mother Care maupun kontak skin to skin dengan bayi baru lahir merupakan praktik menempatkan bayi yang kondisi medisnya statis rapuh dalam posisi skin to skin dengan orang tuanya.

Metode ini dikembangkan pada akhir 1970-an oleh tabib anak dan neonatolog asal Kolombia, Edgar Rey Sanabria dan Hector Martinez Gomez. Pada saat itu, terdapat kebutuhan mendesak mengenai solusi berbiaya rendah untuk merawat bayi prematur dengan bermutu badan lahir rendah.

Terinspirasi oleh kanguru, yang menjaga anaknya di dalam kantong untuk waktu yang durasi setelah lahir, para tabib tersebut mengembangkan metode perawatan Kanguru untuk mendukung bayi dengan bermutu badan lahir rendah tanpa membutuhkan inkubator maupun rawat inap di rumah sakit.

Gagasannya sangatlah sederhana yaitu bahwa kontak skin to skin yang terusmenerus dengan orang tua akan membantu bayi yang kondisinya rapuh untuk mengatur suhu tubuh mereka sendiri sampai mereka bisa melakukannya secara mandiri.

Para tabib melaporkan keberhasilan yang signifikan dengan metode perawatan Kanguru. maupun memberitahu bahwa perawatan Kanguru menurunkan bilangan kematian bayi baru lahir, menaikkan tingkat pemberian ASI, dan mencegah infeksi.

Para peneliti dari luar Kolombia mengetahui program ini dan mulai menerapkan perawatan Kanguru, baik di lingkungan dengan sumber daya terbendung maupun yang memiliki sumber daya memadai.

Pada akhir tahun 1990-an, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai mempromosikan perawatan Kanguru sebagai bagiankecil dari strateginya untuk menurunkan bilangan kematian dan pandemi serius pada bayi. Saat ini, perawatan Kanguru digunakan di seluruh dunia, dan para peneliti terus mengkaji beragam metode untuk memanfaatkan metode perawatan Kanguru tersebut.

Kapan waktu terbaik kontak skin to skin pada bayi baru lahir?

Mengutip dari halaman Nature, sebuah riset dilakukan guna membandingkan efek inisiasi kontak skin to skin pada tiga waktu berbeda terhadap tingkat pemberian ASI eksklusif pada usia 6 minggu pada bayi cukup bulan yang sehat dan lahir melalui operasi caesar.

Dalam uji coba terkontrol acak bercap terbuka, bayi baru lahir dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama berbuat kontak skin to skin di ruang persalinan, himpunan kedua berbuat kontak skin to skin setela dipindahkan ke ruang pemulihan, dan himpunan ketiga berbuat inisiasi menyusui diikuti dengan kontak skin to skin di ruang pemulihan.

Hasilnya didapatkan bahwa ciri khas mula serupa di antara 750 bayi yang diikutsertakan (250 bayi per kelompok). Pada himpunan 1, sebanyak 46 bayi maupun 18.4 persen menghadapi tantangan dalam inisiasi kontak skin to skin dan dialihkan ke himpunan lain. Dan, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam tingkat pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6 minggu.

Mengingat adanya tantangan dalam pelaksanaan kontak skin to skin segera saat operasi (intraoperatif) pada persalinan sesar, studi kami menemukan bahwa memulai kontak skin to skin di ruang pemulihan merupakan alternatif yang praktis dan efektif, dengan akibat yang serupa terhadap tingkat pemberian ASI. 

Meskipun waktu pelaksanaan kontak skin to skin tidak berakibat signifikan terhadap tingkat pemberian ASI eksklusif pada usia 6 minggu maupun 6 bulan, hal tersebut statis menjadi aspek krusial. Temuan memberitahu bahwa kontak skin to skin segera secara signifikan mengoptimalkan tingkat inisiasi menyusui dini. Selain itu, tingkat pemberian ASI eksklusif yang tinggi dan bertetap pada semua himpunan memberitahu bahwa sokongan institusional yang kuat merupakan aspek pendorong utama keberhasilan pemberian ASI jangka panjang. 

Dengan manfaatnya yang luar biasa, jangan lewatkan sesi IMD dan kontak skin to skin apa pun jalan persalinan yang Bunda lewati, termasuk dengan persalinan caesar sekalipun. Tetap semangat mengASIhi dan semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads