Viral, Model Ini Banjir Kritik Usai Jalani Photoshoot Menyusui Boneka Bayi

Jun 18, 2026 09:10 AM - 1 bulan yang lalu 49864

Model dan aktris Emily Ratajkowski menjadi sorotan publik. Model ini dikecam setelah menjalani photoshoot menyusui properti boneka. Foto tersebut memicu perdebatan di media sosial mengenai pemisah antara ekspresi seni, tubuh perempuan, dan seksualisasi menyusui.

Dalam foto, Emily menampilkan dirinya menggendong boneka bayi seolah sedang menyusui sembari mengenakan jaket terbuka dan memegang segelas anggur. Sebagian warganet menilai konsep pengambilan gambar menempatkan kegiatan menyusui dalam konteks yang sensual.

Emily Ratajkowsk dikecam lantaran pengambilan gambar dengan boneka bayi

Emily pun menghadapi kecaman setelah para kritikus setelah membagikan fotonya yang dikritik menseksualisasi menyusui. Sebenarnya foto itu merupakan bagian dari promosi esai pribadinya yang diterbitkan oleh The Cut.  


Aktris berumur 35 tahun itu menggunakan IG untuk mempromosikan tulisan tersebut dan membagikan serangkaian foto yang cukup vulgar yang tidak menyisakan banyak ruang untuk imajinasi.

Melansir Ladbible, dalam foto itu Emily terlihat mengenakan jaket kulit tanpa pemimpin dan menggendong boneka bayi yang ditempelkan ke area dada menyerupai posisi menyusui. Ditambah, dia tengah memegang sebuah gelas wine sehingga terkesan dia menyusui sembari mengonsumsi minumal beralkohol.

Tak lama setelah diunggah, kolom komentar dipenuhi kritik. Meskipun yang digendong adalah boneka, banyak warganet mengaku tidak nyaman dengan konsep foto tersebut dan menilai visual yang ditampilkan terkesan provokatif.

Beberapa pengguna media sosial menilai konsep tersebut telah mengubah kegiatan menyusui menjadi sesuatu yang provokatif. Ada pula yang menganggap penggunaan bayi alias simbol bayi dalam konteks sensual dapat mengalihkan perhatian dari pesan yang mau disampaikan. 

Salah satu komentar yang muncul, "Sejak kapan kita menyusui dan minum alkohol? Ini sangat… tidak nyaman. Ini apalagi tidak terlihat seperti seni."

"Menseksualisasikan menyusui dan menggunakan 'bayi' sebagai properti, tidak ada yang keren alias modis tentang itu; Mengapa kita menseksualisasikan menyusui?" tulis salah satu komentar.

Hingga sekarang Emily belum memberikan tanggapan unik mengenai kritik tersebut.

Ibu menyusui dan konsumsi alkohol 

Sebagai ibu menyusui, Bunda tentu mengetahui adanya batas untuk mengonsumsi minuman beralkohol. Meskipun banyak yang beranggapan bahwa pumping dan membuang ASI dapat mengurangi kadar alkohol dalam ASI, kenyataannya proses ini tidak mempercepat penghilangan alkohol dari tubuh, Bunda.

Mengutip laman Nebraska Medicine, sesekali minum alkohol dianggap kondusif selama menyusui. Tetapi, yang menjadi perhatian adalah jika Bunda mengonsumsi minuman beralkohol melampaui pedoman yang direkomendasikan untuk orang dewasa alias jika melakukan binge drinking (minum dalam jumlah banyak dalam waktu singkat).

Perlu diketahui, minum minuman beralkohol dalam porsi yang sedang sebenarnya tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bayi. Namun, jika mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak, perihal tersebut bisa memengaruhi produksi ASI. 

Alkohol dapat menurunkan kadar prolaktin dan oksitosin, ialah hormon yang bertanggung jawab untuk memproduksi ASI. Jika Bunda mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar, maka pasokan ASI bisa menurun, dan ASI bisa lebih susah keluar saat menyusui Si Kecil.

Mengutip laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), minum alkohol melampaui secara berlebihan dapat mengganggu refleks pengeluaran ASI (let down). Dalam jangka panjang, dampaknya bisa menyebabkan lama menyusui menjadi lebih pendek lantaran produksi ASI yang menurun.

Selain itu, alkohol yang dikonsumsi secara berlebihan saat menyusui juga dapat memengaruhi perkembangan, pertumbuhan, dan pola tidur bayi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya